The post BEI Gelar Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal, Ini Hasilnya appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Dialog berlangsung di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 3 Maret 2025.
Dialog ini membahas tantangan serta peluang di pasar modal saat ini, serta inisiatif yang akan dilakukan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan melibatkan regulator, investor, dan profesional di industri ini.
SIMAK JUGA: Bos BCA dan BRI Berang dengan Influencer Saham Sesat yang Takuti Investor
Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyatakan bahwa kondisi pasar secara global telah memengaruhi ketakpastian pasar domestik.
Hal ini akibat penyesuaian tarif antara AS dan negara-negara mitra dagangnya.
Selain itu, pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed serta suku bunga global lain.
Sementara, Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, I.B.Aditya Jayaantara menyampaikan usulan inisiatif implementasi kebijakan OJK untuk menjaga stabilitas harga dengan memberikan ruang bagi investor untuk pengambilan dan penyesuaian operasional perdagangan untuk mendukung efisiensi pasar.
Beberapa kebijakan tersebut, yaitu penundaan pelaksanaan atau implementasi short selling dan pengkajian lebih lanjut terkait kebijakan buyback saham yang sebaiknya segera diizinkan tanpa perlu dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Lewat diskusi yang digelar bersama para pemangku kepentingan pasar modal, diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
Selain itu, masukan lain yang diberikan agar dilakukan pengkajian mekanisme pengawasan dan perdagangan di BEI.
SIMAK JUGA: IHSG Anjlok, Begini Saran Menurut Wyckoff Method dengan Pendekatan Analisis Big Fish
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post BEI Gelar Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal, Ini Hasilnya appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Begini Nasib SRIL di Bursa Saham Buntut Sritex Tutup Produksi appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk menghapus alias delisting saham Sritex (SRIL) dari perdagangan bursa.
Kini, saham Sritex masih berstatus suspensi, sementara perusahaan telah mengumumkan menutup pabriknya pada 1 Maret 2025.
SIMAK JUGA: Saham Blue Chips Sedang Berjatuhan, Pak Lo: Peluang Emas!
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya sedang memroses keputusan terkait potensi delisting Sritex.
Tetapi, BEI masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan final.
“Kita tunggu dulu. Kita proses juga, kita siapkan. Tentunya kita nunggu perkembangan,” kata Nyoman.
Dia mengungkapkan bahwa BEI sebelumnya telah bertemu dengan manajemen Sritex, meski tidak dijelaskan detail isi pertemuan tersebut.
BEI bakal mengikuti prosedur standar dalam menangani kasus perusahaan yang menghadapi isu tertentu, mulai dari konfirmasi dengan manajemen, permintaan keterbukaan informasi, hingga kunjungan langsung sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Sementara, untuk proses delisting, BEI akan bekerja sama dengan pihak ketiga, termasuk profesi penunjang pasar modal, untuk memastikan keputusan yang diambil sesuai prosedur.
aSebelumnya, Sritex, salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, telah menutup total pabriknya pada 1 Maret 2025.
Disperinaker Sukoharjo menyatakan bahwa seluruh karyawan Sritex resmi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Penutupan total Sritex ini merupakan puncak dari krisis keuangan yang melanda perusahaan selama beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut ditandai dengan gagal bayar utang, gugatan hukum, serta status pailit yang ditetapkan Pengadilan Niaga Semarang pada 21 Oktober 2024.
SIMAK JUGA: IHSG Anjlok, Begini Saran Menurut Wyckoff Method dengan Pendekatan Analisis Big Fish
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Begini Nasib SRIL di Bursa Saham Buntut Sritex Tutup Produksi appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post IHSG Melorot Terus, Saham juga Rontok, Ini Kata Bos BEI appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Ada 541 saham anjlok dan parkir di zona merah, cuma 79 saham menghijau, serta 158 saham stagnan.
Indeks LQ45 pun minus sampai 3,67 persen. Saham berkapitalisasi besar atau big caps makin tak berdaya.
SIMAK JUGA: IHSG Terus Melemah, Pasar Saham Sedang Lesu
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan bahwa berbagai faktor global dan domestik berkontribusi terhadap tekanan pasar.
Kebijakan ekonomi global, terutama kebijakan tarif perdagangan dan suku bunga Amerika Serikat (AS), turut menjadi faktor yang memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
“Trump 2.0 tidak mudah. Saat ini, sekitar 70 persen dana global tetap mengalir ke aset berkualitas tinggi di AS,” ujarnya.
“Selain itu, ancaman tarif dagang terus muncul, seperti yang sebelumnya terjadi pada Meksiko dan Kanada, serta Uni Emirat Arab,” imbuhnya.
Selain faktor tarif, kebijakan pajak pertambahan nilai (VAT) yang diharapkan menurun, nyatanya tak sesuai ekspektasi.
“Ada harapan VAT turun, tapi ternyata justru menunjukkan tren berbeda. Suku bunga AS yang tetap tinggi juga membuat investor lebih memilih aset dengan risiko rendah dibandingkan saham di emerging markets,” papar Iman Rachman.
SIMAK JUGA: Cek di Sini! 7 Tip Trading Saat IHSG Terus Melorot
Iman pun melihat pergerakan dana asing yang mengalami arus keluar signifikan sejak awal tahun 2025.
Sampai 27 Februari 2025, investor asing mencatatkan net sell Rp19 triliun secara year to date. Ini berbanding terbalik dengan tahun lalu yang mencatatkan net buy Rp17 triliun.
Dari sisi domestik, perubahan komposisi investor juga menjadi tantangan tersendiri.
“Dulu, 70 persen pasar dikuasai investor domestik dan ritel, sehingga saat harga turun, mereka bisa menyerap. Saat ini, dengan 40 persen kepemilikan asing, ketika mereka keluar, pasar jadi lebih rentan,” paparnya.
Menghadapi situasi seperti ini, BEI berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku pasar, untuk mencari strategi untuk menstabilkan pasar.
“Kami tentu tidak tinggal diam. Bursa terus berdiskusi dengan para regulator dan pelaku industri untuk mencari solusi terbaik. Semoga sentimen bulan Ramadan ini bisa memberikan dorongan positif bagi pasar,” harap Iman.
SIMAK JUGA: IHSG Anjlok, Begini Saran Menurut Wyckoff Method dengan Pendekatan Analisis Big Fish
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post IHSG Melorot Terus, Saham juga Rontok, Ini Kata Bos BEI appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post IHSG Rontok, BEI Mulai Panik appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengungkapkan bahwa pada hari Senin, 28 Februari 2025, BEI akan mengadakan pertemuan dengan pelaku pasar.
Iman juga menyebutkan bahwa BEI akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencari solusi yang dapat segera diterapkan.
SIMAK JUGA: IHSG Terus Melemah, Pasar Saham sedang Lesu
“Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan memikirkan langkah-langkah yang bisa diambil. Senin nanti, kami akan mengumpulkan para pelaku pasar. Sebagai SRO, kami memiliki peran dalam ekosistem ini, dan kami akan berdiskusi mengenai langkah yang bisa diambil,” kata Iman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 28 Februari 2025.
Salah satu kebijakan yang tengah dipertimbangkan adalah terkait dengan short selling.
BEI berencana untuk mendengarkan masukan dari pelaku pasar guna menentukan apakah kebijakan tersebut layak diterapkan serta dampaknya terhadap stabilitas indeks.
Iman menekankan pentingnya menciptakan sentimen positif agar investor asing tidak semakin menjauh dan tetap menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Pada sesi I perdagangan hari ini, IHSG turun hampir 3%, mencapai level 6.300,14. Sebanyak 541 saham mengalami penurunan, 79 saham naik, dan 158 saham tidak berubah.
Total nilai transaksi tercatat tinggi, mencapai Rp 7,42 triliun dengan 9,2 miliar saham diperdagangkan dalam 690.178 kali transaksi.
SIMAK JUGA: IHSG Anjlok, Begini Saran Menurut Wyckoff Method dengan Pendekatan Analisis Big Fish
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post IHSG Rontok, BEI Mulai Panik appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Bos BEI: BUMN Anggota Danantara Bisa Gerakkan IHSG appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Dirut BEI Iman Rachman menegaskan, BUMN anggota Danantara memiliki kapitalisasi pasar baik serta berpotensi berdampak positif pada pasar modal.
“Danantara itu kan butuh fundraising. Selain dividen, juga perlu fundraising, yang di bawahnya,” ujarnya,
Meskipun memiliki daya menggerakkan IHSG, masih perlu dilakukan evaluasi, terutama anak perusahaan BUMN untuk meningkatkan operasionalnya.
SIMAK JUGA: Danantara Diluncurkan, Ini Komposisi Pejabatnya
Sementara, Direktur Pengembangan PT BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang dampak Danantara pada likuiditas di pasar modal.
“Kami belum dapat informasi lebih lanjut terkait itu,” ujarnya.
Ia menyatakan adanya koreksi terhadap BUMN anggota Danantara terdiri dari banyak hal yang memengaruhi.
“Harga saham tentu banyak faktor, apakah karena faktor itu atau karena faktor lain,” ujarnya.
Danantara terdiri dari tujuh BUMN, yaitu:
MIND ID sendiri terdiri atas 4 perusahaan yaitu Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM), Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).
Sedangkan yang lain belum tercatat di BEI, seperti PT Freeport Indonesia dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
SIMAK JUGA: Tahun 2024 Lesu, Menanti IPO 2025 yang Lebih Meriah
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyatakan, pengonsolidasian semua BUMN ini ditargetkan selesai sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) Danantara pada akhir Maret 2025.
Jadi diharapkan, sebelum akhir Maret 2025, semua BUMN telah masuk ke Danantara.
“Sebelum RUPS sudah harus diinbrengkan ke Danantara. RUPS bulan Maret ini, akhir Maret ini sudah masuk,” tegasnya.
SIMAK JUGA: Yuk Pilah Pilih Saham Konsumer yang Bakal Tuai Berkah Ramadan 2025
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Bos BEI: BUMN Anggota Danantara Bisa Gerakkan IHSG appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Berikut Daftar 61 Saham yang Kena Suspensi BEI, Belum Bayar Listing Fee Sih! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Batas akhir pembayaran denda atas keterlambatan annual listing fee pada 15 Februari lalu.
Nah, BEI mencatat masih ada 61 emiten yang belum membayar annual listing fee dan atau denda atas keterlambatan.
Maka, BEI pun memutuskan melakukan suspensi terhadap tujuh emiten di pasar reguler dan tunai sejak sesi pertama perdagangan 17 Februari 2025.
SIMAK JUGA: Kamu Fresh Graduate? Inilah Produk Investasi yang Cocok untuk Kamu!
Daftar 61 saham kena suspensi BEI
SIMAK JUGA: Investor Wajib Tahu! Berikut 3 Trik Beli Saham IPO!
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Berikut Daftar 61 Saham yang Kena Suspensi BEI, Belum Bayar Listing Fee Sih! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Net Sell Terus Berlanjut, Ternyata Ini Pengaruh dan Cara Mengatasinya! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Istilah net sell sendiri merujuk pada aktivitas jual saham yang dilakukan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Net sell terjadi saat transaksi jual lebih mendominasi dibandingkan transaksi beli.
SIMAK JUGA: Jual Beli Saham Seharusnya Mulai Diajarkan Bukan Saat Mahasiswa, Tapi Sejak SD
Nah, berikut 10 saham net sell terbesar asing ada transaksi Rabu, 8 Januari 2025:
Dalam dunia pasar modal, ada istilah Net Sell Asing dan Net Buy Asing.
Keduanya adalah aktivitas jual dan beli aset finansial oleh investor asing di pasar saham suatu negara.
Net Buy Asing merupakan aktivitas investor asing yang melakukan pembelian bersih saham di pasar domestik suatu negara dalam kurun waktu tertentu.
Sementara, Net Sell Asing adalah aktivitas investor asing yang melakukan penjualan bersih saham di pasar domestik suatu negara dalam kurun waktu tertentu.
Aktivitas Net Sell Asing menunjukkan terdapat lebih banyak saham yang dijual daripada yang dibeli oleh investor asing.
SIMAK JUGA: Kupas Tuntas January Effect dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
Kedua transaksi tersebut tentu memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar keuangan suatu negara, antara lain:
Net Buy Asing cenderung mendukung penguatan mata uang domestik, lantaran permintaan meningkat. Sedangkan, Net Sell Asing dapat melemahkan mata uang domestik sebab penawaran meningkat.
Aktivitas Net Buy Asing akan meningkatkan harga aset di pasar domestik karena meningkatnya permintaan. Sementara, Net Sell Asing bisa menekan harga aset karena penawaran lebih besar dari permintaan.
Kedua aktivitas ini dapat berpengaruh terhadap sentimen pasar. Net Buy Asing menimbulkan kepercayaan positif dalam pasar, sementara Net Sell Asing menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran.
SIMAK JUGA:
So, bagi investor, menghadapi fenomena Net Buy Asing dan Net Sell Asing membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang dinamika pasar dan kemampuan untuk mengambil langkah yang tepat.
Berikut beberapa tindakan tepat yang bisa dilakukan:
SIMAK JUGA: 79 Persen dari 14,81 Juta Investor Pasar Modal (SID) Adalah Generasi Muda di Bawah Usia 40 Tahun
SIMAK JUGA: Urgensi Orkestrasi Edukasi dan Literasi Keuangan
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Net Sell Terus Berlanjut, Ternyata Ini Pengaruh dan Cara Mengatasinya! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Bikin Shock! Bursa Efek New York (NYSE) Akan 22 Jam Per Hari, Waduh…Kalau BEI Kayak Gitu Gimana Ya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Sementara itu, pasar mata uang kripto telah beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, jauh lebih lama dibandingkan bursa saham.
Menurut rencana baru ini, perdagangan di platform elektronik NYSE Arca akan dimulai pukul 01:30 dan berakhir pukul 23:30 waktu setempat pada hari kerja.
SIMAK JUGA: Bukan Rahasia Lagi Kalau Jumlah Investor Kripto Kangkangi Jumlah Investor Saham
Namun, waktu ini masih memerlukan persetujuan lebih lanjut dari pemangku kepentingan di bursa AS, seperti yang diungkapkan oleh Intercontinental Exchange, induk dari NYSE.
Saat ini, perdagangan saham yang diperpanjang di NYSE dimulai pukul 4 pagi hingga 8 malam, sedangkan jam perdagangan reguler adalah dari pukul 09:30 hingga 15:00.
NYSE Arca merupakan platform utama untuk perdagangan dana yang diperdagangkan di bursa, dengan lebih dari 8.000 sekuritas terdaftar di AS. Semua saham, ETF, dan dana tertutup yang terdaftar di AS akan dapat diperdagangkan selama 22 jam di platform elektronik tersebut.
Kevin Tyrrell, Kepala Pasar NYSE, menyatakan bahwa inisiatif ini menunjukkan kekuatan pasar modal AS dan tingginya permintaan untuk sekuritas yang terdaftar di seluruh dunia. Dia menekankan bahwa NYSE berkomitmen untuk memimpin dalam menyediakan opsi perdagangan bagi investor di berbagai zona waktu.
NYSE juga berencana untuk mengajukan aturan baru mengenai perdagangan yang diperpanjang kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), dengan penyelesaian perdagangan dilakukan melalui Depository Trust and Clearing Corp.
SIMAK JUGA: Bangkrut? Tokopedia Hentikan Fitur Investasi Emas dan Reksa Dana, Gimana Dong Duit Nasabah!
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Bikin Shock! Bursa Efek New York (NYSE) Akan 22 Jam Per Hari, Waduh…Kalau BEI Kayak Gitu Gimana Ya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Ini Lho Target Ambisius BEI pada 2025 di Tengah Ramalan Penurunan Inflasi dan Suku Bunga Global appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>“Pemegang saham menyetujui dua agenda dalam RUPSLB, yaitu pertama, pelaksanaan rencana kerja terkait pembaruan sistem perdagangan dan sistem-sistem yang terdampak. Kedua, persetujuan rencana kerja dan anggaran tahunan perusahaan untuk tahun buku 2025,” ujar Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam konferensi pers RUPSLB BEI 2024, pada Rabu, 23 Oktober 2024.
Hasil RUPSLB 2024 PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pencapaian ambisius dengan mengincar 66 perusahaan untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) pada 2025, meningkat dari target 62 perusahaan pada 2024.
Menurut Direktur Utama BEI, Iman Rachman, meski proses IPO tidak diperketat, hanya sekitar 70% pendaftar yang berhasil melantai di bursa. Sisanya, 30%, diharapkan dapat memperbaiki dokumen atau meningkatkan kinerja perusahaan.
Iman optimis stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia setelah Pemilu 2024 akan meningkatkan minat perusahaan untuk IPO pada 2025.
Untuk mendukung pencapaian ini, BEI terus melakukan sosialisasi dan bekerja sama dengan kementerian terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi & UKM, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menambahkan bahwa BEI juga telah melakukan riset dengan pihak independen untuk memahami alasan di balik perusahaan yang belum IPO.
Hasil riset ini akan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, yang nantinya akan diajukan kepada regulator terkait.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pasar saham Indonesia mencapai Rp13,5 triliun pada 2025 dengan 242 hari bursa. Target ini didasarkan pada prediksi penurunan inflasi dan suku bunga global, termasuk harapan bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin, serta dukungan kebijakan ekonomi pemerintahan baru dengan target pertumbuhan GDP 8%.
Selain itu, BEI menargetkan pencatatan 407 efek baru pada 2025, yang mencakup saham, obligasi, dan instrumen lainnya seperti ETF, DIRE, DINFRA, EBA, dan Waran Terstruktur. Dari jumlah tersebut, 66 efek merupakan pencatatan saham baru. Pada 2024, target pencatatan efek baru adalah 340, termasuk 62 saham.
BEI juga mengincar tambahan dua juta investor baru pada 2025, dengan bantuan 29 kantor perwakilan, 927 Galeri Investasi, dan hampir 200 ribu pengguna aplikasi IDX Mobile. Hingga 18 Oktober 2024, jumlah total investor di pasar modal mencapai 14,2 juta, meningkat 16% dari akhir 2023.
SIMAK JUGA: Kejar Target! IPO Tidak Dimoratorium, Meski Tersandera Kasus Gratifikasi BEI
*Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Ini Lho Target Ambisius BEI pada 2025 di Tengah Ramalan Penurunan Inflasi dan Suku Bunga Global appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post BEI Kasih Insentif Potongan Tarif Biaya Pencatatan Tahunan EBA Sebesar 50% Hingga 16 Oktober 2029 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Sebelumnya, peraturan mengenai pencatatan Efek Beragun Aset (EBA) diatur dalam Peraturan Pencatatan Efek Nomor I.G.
Salah satu poin penting dalam Peraturan Nomor I-K adalah upaya BEI untuk mempermudah mekanisme pencatatan EBA dan meningkatkan keterbukaan informasi.
SIMAK JUGA: BEI Klaim Lakukan Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Saham-Saham IPO
Manajer Investasi diwajibkan menyampaikan dokumen pencatatan melalui sistem elektronik yang implementasinya akan ditetapkan lebih lanjut oleh BEI.
Selain itu, terdapat ketentuan khusus terkait persyaratan pelaporan berkala untuk memastikan transparansi dan pengawasan ketat terhadap EBA yang telah tercatat.
BEI juga mensyaratkan peringkat investment grade bagi EBA yang akan dicatatkan sebagai upaya pelindungan investor dan memberikan kepastian kelayakan investasi produk yang ditawarkan.
Untuk memastikan kelancaran implementasi peraturan baru ini, BEI menerapkan masa transisi bagi Manajer Investasi dalam penyampaian dokumen pencatatan.
Selama masa transisi, Manajer Investasi masih diperbolehkan menyampaikan dokumen dalam bentuk elektronik (softcopy) melalui compact disk (CD), hard disk, atau media elektronik sejenisnya hingga Surat Edaran terkait penyampaian dokumen melalui sistem elektronik diterbitkan oleh BEI.
Masa transisi ini memungkinkan pelaku pasar untuk tetap menjalankan kewajiban pencatatannya tanpa mengganggu operasional.
Selain itu, BEI memberikan insentif berupa potongan tarif biaya pencatatan tahunan sebesar 50% untuk EBA selama lima tahun pertama sejak tanggal pemberlakuan peraturan ini, yakni mulai 16 Oktober 2024 hingga 16 Oktober 2029.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak penerbit Efek Beragun Aset untuk mencatatkan produknya di BEI sehingga dapat meningkatkan pilihan investasi bagi para investor yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar.
Melalui pemberlakuan Peraturan Nomor I-K, BEI berharap dapat mendorong jumlah pencatatan EBA sehingga dapat mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.
BEI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelindungan investor di pasar modal Indonesia agar sejalan dengan praktik global yang berlaku.
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post BEI Kasih Insentif Potongan Tarif Biaya Pencatatan Tahunan EBA Sebesar 50% Hingga 16 Oktober 2029 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>