The post Tips dan Keuntungan Bermain Saham dengan Modal Minimal Rp1 Juta appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Namun, saat ini, dengan kemajuan teknologi dan akses yang lebih luas, bermain saham dengan modal kecil seperti 1 juta rupiah bukan lagi sesuatu yang mustahil.
Bahkan, banyak keuntungan yang bisa didapat dari memulai investasi saham dengan modal kecil.
Berikut adalah beberapa keuntungan luar biasa dari bermain saham dengan modal 1 juta rupiah.
Dengan modal 1 juta, maka dapat mulai belajar tentang pasar saham tanpa takut kehilangan jumlah besar. Kesempatan ini memberikan ruang untuk mempelajari cara kerja pasar saham, memahami analisis teknikal dan fundamental, serta membangun strategi investasi tanpa tekanan finansial yang besar.
SIMAK JUGA: Pasar Saham Lesu Akibat Suku Bunga, Ini Penjelasan Singkatnya
Saat ini, banyak saham yang dapat dibeli dengan harga terjangkau, bahkan di bawah Rp1.000 per lembar. Dengan modal 1 juta, maka dapat membeli beberapa lot saham dari perusahaan-perusahaan yang berpotensi tumbuh. Ini membuka peluang untuk diversifikasi portofolio, yang penting untuk mengelola risiko yang lebih baik.
Saham adalah salah satu instrumen investasi yang memiliki potensi keuntungan besar dalam jangka panjang. Dengan modal kecil, tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan return yang signifikan, terutama jika berinvestasi pada perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang baik.
Misalnya, jika membeli saham dengan harga Rp500 per lembar dan harganya naik menjadi Rp700, maka sudah mendapatkan keuntungan sebesar 40%. Dengan modal kecil, sehingga dapat merasakan keuntungan tersebut secara langsung.
Bermain saham membutuhkan disiplin, terutama dalam mengatur alokasi dana dan memilih saham yang tepat. Dengan modal 1 juta bisa belajar untuk mengelola uang dengan bijak, mencatat pengeluaran, dan memprioritaskan investasi. Kebiasaan ini akan membantu menjadi lebih disiplin secara finansial dalam jangka panjang.
Banyak platform trading saat ini menawarkan fitur investasi dengan modal kecil, bahkan tanpa biaya transaksi untuk investor pemula. Selain itu, beberapa platform memberikan edukasi gratis, analisis pasar, dan simulasi trading yang sangat bermanfaat untuk pemula.
Memulai dengan modal kecil seperti 1 juta memungkinkan untuk menguji kemampuan dan pemahaman tentang pasar saham. Setelah merasa percaya diri, maka dapat menambah modal secara bertahap dan meningkatkan skala investasi.
Dengan modal kecil, tekanan emosional dalam menghadapi fluktuasi pasar lebih rendah. Ini memungkinkan untuk mengambil keputusan investasi dengan lebih tenang dan rasional, yang penting dalam dunia saham.
Untuk memaksimalkan keuntungan dari modal kecil, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Jadi, bermain saham dengan modal 1 juta memberikan banyak keuntungan, baik dari segi pembelajaran, pengelolaan risiko, hingga peluang mendapatkan keuntungan.
Meskipun modal kecil, potensi untuk menghasilkan profit tetap besar jika dilakukan dengan strategi yang tepat dan disiplin. Jadi, jangan ragu untuk memulai investasi saham dari sekarang dan rasakan manfaatnya.
SIMAK JUGA: Apa Itu Margin Call dalam Trading? Simak Penjelasan Ini
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Tips dan Keuntungan Bermain Saham dengan Modal Minimal Rp1 Juta appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Kenali Apa Itu Saham, Jenis-jenisnya dan Cara Meningkatkan Profit Secara Efektif appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Artikel ini akan membahas tentang definisi saham, jenis-jenisnya, serta berbagai cara yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keuntungan dari investasi saham yang dilakukan.
Saham merupakan surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, seorang investor secara tidak langsung memiliki sebagian kecil aset dan pendapatan perusahaan tersebut.
SIMAK JUGA: Apa Itu Saham Pre-Opening? Kok Hanya 45 Saham Doang!
Saham diperdagangkan di bursa efek seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), dan harga sahamnya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Untuk memperdalam pemahaman, berikut adalah beberapa jenis saham yang sering diperdagangkan di pasar:
Jenis saham yang memberikan pemegangnya hak suara dalam rapat umum pemegang saham serta kesempatan untuk memperoleh dividen.
Saham yang memberi hak lebih dalam pembayaran dividen, namun tidak memberikan hak suara dalam rapat pemegang saham.
Saham dari perusahaan besar yang sudah stabil dan memiliki rekam jejak yang baik dalam membayar dividen serta menghasilkan laba.
Saham perusahaan yang diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat dalam waktu dekat.
Saham yang secara rutin membagikan dividen kepada pemegangnya, sehingga menjadi pilihan bagi investor yang menginginkan penghasilan pasif.
Meningkatkan profit dari saham tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan strategi dan pengetahuan pasar yang baik. Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan profit dari investasi saham:
Sebelum memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan, sangat penting untuk menganalisis kondisi fundamental perusahaan tersebut. Ini termasuk:
Analisis teknikal adalah metode yang menggunakan data harga dan volume perdagangan saham untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Berikut beberapa alat yang sering digunakan:
Diversifikasi adalah strategi yang digunakan untuk menyebarkan risiko dengan cara membeli berbagai jenis saham di sektor yang berbeda. Ini akan mengurangi kemungkinan kerugian besar jika satu sektor mengalami penurunan.
Misalnya, bisa membeli saham dari perusahaan yang bergerak di sektor teknologi, kesehatan, energi, dan sebagainya. Dengan diversifikasi yang baik, meski ada sektor yang turun, sektor lainnya bisa memberi hasil yang positif.
Saham yang rutin membayar dividen dapat menjadi sumber pendapatan pasif. Beberapa perusahaan memberikan dividen secara teratur kepada pemegang sahamnya, biasanya setiap kuartal atau tahunan.
Dividen ini bisa digunakan sebagai tambahan pendapatan, yang dapat diinvestasikan kembali untuk memperoleh lebih banyak saham atau digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham sangat mempengaruhi hasil investasi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan:
Pasar saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, serta perubahan dalam industri tertentu. Selalu perbarui informasi terkait kondisi pasar untuk membuat keputusan yang lebih cerdas.
Membaca berita ekonomi, laporan keuangan, dan analisis pasar dapat memberikan wawasan tentang pergerakan harga saham dan membantu merespons dengan cepat terhadap perubahan pasar.
Setiap investasi pasti memiliki risiko, termasuk saham. Oleh karena itu, penting untuk mengelola risiko dengan baik, antara lain dengan strategi cut loss, yaitu menjual saham ketika harga turun di bawah harga beli untuk mencegah kerugian lebih besar.
Selain itu, pastikan untuk tidak menginvestasikan seluruh dana pada satu saham atau satu sektor, guna meminimalkan dampak kerugian.
So, investasi saham adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan kekayaan, tetapi memerlukan strategi yang matang dan pengetahuan yang cukup. Jangan lupa untuk selalu melakukan riset yang menyeluruh serta pantau pasar secara berkala untuk mengelola risiko dan memaksimalkan hasil investasi.
Investasi cerdas dimulai dengan pengetahuan yang baik dan perencanaan yang matang.
SIMAK JUGA: Apa Itu Window Dressing, Cara Kerja, Tip Ambil Untung dan Waspadai Risiko Manipulasi Pasar
*Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Kenali Apa Itu Saham, Jenis-jenisnya dan Cara Meningkatkan Profit Secara Efektif appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 3 Mindset Keliru dalam Investasi Saham appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Namun, ada satu hal yang tak boleh diabaikan baik trader atau investor dalam setiap transaksi sahamnya yakni analisis. Baik trader maupun investor wajib mengedepankan yang namanya analisis dalam setiap transaksi sahamnya.
Dua analisis dasar yang wajib dilakukan trader atau investor adalah analisis fundamental dan teknikal. Analisis ini tentu saja terkait dengan kesadaran dan nalar yang logis. Dengan begitu, baik trader atau investor tidak tersesat dalam cara pandang yang keliru dalam setiap transaksinya.
SIMAK JUGA: Jangan Panik Berlebihan Saat Saham Anjlok, Simak 6 Tip Berikut Ini
Nalar (akal budi) ini penting supaya trader atau investor tidak tersesat dalam mindset keliru dalam transaksi sahamnya, karena ada beberapa mindset keliru yang hanya sebatas anggapan dan kalau dipercaya begitu saja maka akan menghancurkan trading dan investasinya.
Berikut ini beberapa mindset keliru yang wajib diwaspadi investor pemula:
Banyak trader atau investor yang beranggapan bahwa kalau saham sudah turun drastis harganya maka tidak akan turun lebih rendah lagi. Anggapan seperti ini tidak seutuhnya benar. Faktanya, tidak sedikit saham yang sudah merosot terlalu dalam, toh akhirnya melanjutnya pergerakan turunnya. Selain itu, sebaliknya juga ada anggapan kalau kalau harga saham sudah meroket tinggi maka tidak akan naik lagi. Ini juga tidak benar sama sekali. So, waspadai anggapan keliru seperti ini dan tetap berpegang pada analisis fundamental dan teknikal.
Masalahnya siapa yang tahu bahwa harga saham tertentu sudah mencapai titik terendahnya. Tak satu pun pakar yang bisa memberi kepastian kalau harga saham sudah berada di titik terendahnya. So, analisis saham tetap di ke depankan untuk melihat bahwa saham yang diincar secara valuasi memang sudah murah, meski tidak di titik paling rendah. Investor Amerika Peter Lynch mengatakan menebak harga terendah saham yang sedang turun itu seperti menangkap pisau tajam yang sedang jatuh. Yang didapat hanya luka, sementara pisaunya tidak bisa ditangkap.
Tak ada satu pun trader atau investor saham yang ingin rugi. Semua menginginkan untung, meski potensi kerugian itu juga terbuka lebar seperti halnya cuan besar. So, tentu sangat disayangkan kalau selaku trader atau investor cerdas tidak mau menjual rugi (cut loss). Seorang trader atau investor yang cerdas wajib disiplin dengan cut loss dan justru tidak selalu mengharapkan sahamnya kembali naik.
SIMAK JUGA: Sudah Untung atau Malah Buntung? ARB 15% Sudah Efektif, Lanjut Normalisasi ARB Tahap 2 pada 4 September 2023
The post 3 Mindset Keliru dalam Investasi Saham appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Ini Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Investasi Saham Blue Chip appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Di satu sisi memilih saham blue chip adalah salah satu cara untuk meminimalisir kerugian, tetapi di sisi lain justru dimaksudkan untuk memaksimalkan cuan.
Memilih saham blue chip sama artinya dengan memilih saham dari perusahaan terpercaya dengan risiko kerugian yang rendah, teristimewa tatkala bicara soal pailit atau bangkrut.
Dikutip dari Investopedia, “A blue-chip company is well-known, well-established, and well-capitalized”. Saham blue chip adalah saham dari perusahaan yang sudah terkenal, mapan, bermodal besar, dan sehat secara finansial.
Nah, sebagai penggerak utama arah IHSG, saham-saham blue chip ini tentunya saham-saham dengan kapitalisasi atau nilai saham yang besar. Tak hanya kapitalisasi yang besar, saham-saham blue chip berasal dari perusahaan terkemuka atau leader di sektornya dengan kualitas yang diakui secara nasional maupun internasional. Produk dan layanannya biasanya berkualitas tinggi dan sudah diterima secara luas.
Dengan begitu, memilih saham-saham blue chip sama artinya memilih saham-saham yang relatif tahan banting karena secara riil perusahaannya terus menghasilkan pendapatan dan mengalami pertumbuhan signifikan dari waktu ke waktu, tak sebatas hanya setahun atau dua tahun saja.
Para analis saham menyebut saham ini dengan sebutan saham papan atas atau saham unggulan. Karenanya, tentu akan jauh lebih besar potensi untungnya dari pada ruginya saat saham ini dibeli.
Tak hanya potensi cuan, saham blue chip memiliki nilai dividen besar yang bakal memanjakan investor. Dividen yang diterima untuk jangka panjang sesuai rekomendasi para analis untuk untuk investasi jangka panjang dan menengah juga cukup menjanjikan.
Kemampuan memberi dividen setiap tahun menjadi penanda kalau perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba yang maksimal setiap tahunnya. Bahkan, Benjamin Graham mengungkapkan bahwa investor sebaiknya memilih saham dari perusahaan yang membayar dividen secara konsisten selama 20 tahun terakhir.
Stabilitas dan kekuatan laporan keuangan saham-saham blue chip membuka peluang cuan lebih besar pada pendapatan pasif yang hampir tidak pernah dalam bahaya. So, sudahkah investasi saham-saham blue chip?
The post Ini Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Investasi Saham Blue Chip appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Cerdas Investasi Saham Saat IHSG Sedang Loyo-loyonya appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Memang, di saat IHSG loyo, tentu sangat realistis jika para investor resah dan memilih sikap wait and see untuk suatu keputusan besar yang benar-benar tepat. Pertimbangan matang dan komprehensif perlu menjadi dasar untuk sebuah keputusan semacam ini.
Menariknya, di saat IHSG lesu, pelaku pasar yang sempat risau tidak sampai panic selling secara berlebihan. Sementara ada investor yang mempertimbangkan untuk tidak mempertahankan sahamnya karena panik, tapi di sisi lain banyak juga yang tetap mempertahankannya.
Nah, di tengah keloyoan IHSG saat ini wajar pula jika muncul pertanyaan-pertanyaan apa yang harus dilakukan dalam konteks investasi, karena toh investasi tetap harus dilakukan. Investasi tidak boleh mandeg.
Saat di satu sisi ada investor yang memilih diam di tempat, di sisi lain ternyata tidak sedikit investor yang justru melihat lesunya IHSG sebagai peluang dan kesempatan emas untuk menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW) dengan mengoleksi saham-saham unggulan dan blue chip.
Keputusan yang terakhir ini cukup beralasan dengan pertimbangan rasional menjadi lebih cermat risk off atau menghindari aset berisiko. Pemodal yang menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW) mendulang cuan. Situasi dan momen seperti inilah yang sebenarnya kontekstual untuk pasar modal yang sedang lesu.
Buy on weakness menjadi strategi jitu dalam investasi, tetapi dengan beberapa catatan yang rasional dan cermat, seperti memilih saham yang memberikan dividen yield tinggi, memilih saham yang akan melakukan aksi korporasi sehingga dapat menaikkan pendapatan dan laba emiten tersebut, dan memilih saham yang terpercaya dalam GCG (Good Corporate Governance) alias tidak sedang berkasus atau tersandung kasus.
So, untuk mendapatkan pilihan saham yang terbaik, analisis fundamental dan teknikal, wajib dilakukan dengan seksama. Memilih saham-saham yang bagus dengan timing yang tepat, khususnya tatkala pasar benar-benar sedang mengalami koreksi besar-besaran, adalah langkah paling pijak penuh optimisme.
SIMAK JUGA: Tip Investasi dan Trading Saham Saat Market Sedang Rontok
The post Cerdas Investasi Saham Saat IHSG Sedang Loyo-loyonya appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Pro-Kontra Diversifikasi dalam Investasi Saham appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Investor umumnya percaya diversifikasi itu hukumnya wajib karena bisa meminimalisir kerugian. Diversifikasi bukan sekadar teori, melainkan strategi investasi yang bisa direalisasikan.
Konsep diversifikasi yang untuk pertama kalinya dielaborasi oleh pemenang Nobel Ekonomi 1990, Harry Markowitz pada 1952, mengajarkan bahwa diversifikasi dapat menurunkan risiko portfolio ke arah kerugian yang besar.
Ia berpandangan mengalokasikan dana investasi pada beberapa instrumen diyakini dapat menurunkan risiko investasi.
Di ranah investasi saham sendiri, diversifikasi identik dengan idiom “Don’t put your eggs in one basket”. Jika semua telur ditaruh dalam satu keranjang dan keranjang itu jatuh maka kita berpotensi kehilangan semuanya. Beda halnya saat kita menaruh telur-telur yang dimiliki tidak hanya di satu keranjang.
Markowitz menegaskan bahwa diversifikasi akan meminimalisir risiko kerugian. Manakala terjadi penurunan harga pada salah satu saham yang dimiliki, kerugian bisa diminimalkan dengan keuntungan yang didapatkan dari saham yang lainnya.
Memang, tidak ada yang salah dengan teori diversifikasi ini, tapi benarkah teori Markowitz ini 100% benar? Jika diversifikasi itu benar-benar sakti, mestinya sebagian besar investor menerapkannya. Faktanya, lain teori, lain pula di praktiknya.
Sederet studi ilmiah mulai Blume, Crockett, dan Friend (1974), Survey Reserve Board (1975), Lease, Lewellen, dan Schalrbaum (1976), King dan Leape (1984), Starr-McCluer (1994) dan Barber dan Odean (1991-1996) mengonfirmasi bahwa mayoritas investor individu tidak melakukan diversifikasi, bahkan ketika aset selain saham diperhitungkan di dalamnya.
Sejumlah investor berpandangan bahwa diversifikasi hanya akan menghasilkan imbal hasil yang tidak banyak bedanya dengan imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Mereka berpandangan, jika memiliki kemampuan mumpuni secara fundamental dan teknikal, tentu sangat tidak masuk akal jika tidak memanfaatkannya untuk memilih saham yang memberikan cuan tinggi dari sekadar imbal hasil pasar.
Dengan kata lain mau diafirmasi oleh aliran ini bahwa diversifikasi itu hanya cocok untuk investor pemula (awam) yang tidak yakin akan kemampuan pemilihan sahamnya.
Selain itu, diversifikasi sejatinya juga memiliki kelemahan, yakni membuat tidak fokus (Robert Kiyosaki, Cashflow Quadran: 1998) dan (William J. Oneil, How to Make Money in Stocks: a Winning System in Good or Bad Times: 2002), kinerja investasi hanya akan bergerak persis mengikuti pasar atau IHSH, dan diversifikasi saham melahirkan kelambatan dalam bereaksi (tidak gesit) untuk menjual saham yang relatif sudah kemahalan dan membeli saham lain yang sudah tertekan ketika bearish.
Polemik seputar diversifikasi ini pun pernah ditengahi dengan rekomendasi National Association of Investor Corporation (1995) yang menganjurkan pentingnya diversifikasi yang tidak berlebihan.
Mereka merekomendasikan investasi hanya di lima saham atau the rule of five dengan potensi 1 saham rugi, 3 saham imbal hasilnya biasa-biasa saja, dan 1 saham melejit. Dengan demikian, dalam kerangka berpikir begini bagaimana pun yang namanya diversifikasi itu penting setelah melalui proses pemilihan dengan tepat.
Dus, diversifikasi sebagai salah satu satu strategi dalam investasi saham tentu saja pilihan, karena selain pentingnya meminimalkan risiko, tujuan investasi yang utama adalah memaksimalkan cuan.
SIMAK JUGA: Tip Investasi dan Trading Saham Saat Market Sedang Rontok
The post Pro-Kontra Diversifikasi dalam Investasi Saham appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 4 Tip Biar Sukses Jadi Investor Saham, Nomor 1 Penting Banget appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Sayangnya, jumlah orang Indonesia yang menggeluti investasi saham tergolong masih kecil. Boleh dikata, masyarakat gamang untuk memulai investasi saham.
Mayoritas masyarakat Indonesia tak siap dengan risiko rugi. Padahal, dalam investasi, terutama bagi pemula, siap rugi menjadi salah satu sikap mental yang harus dimiliki.
SIMAK JUGA: Pemula Wajib Tahu 8 Tip Memilih Reksa Dana Ini Biar Kagak Boncos
Nah, biar menjadi investor saham yang sukses, berikut ini 4 tip yang perlu diperhatikan bagi masyarakat yang ingin terjun ke investasi saham:
Tak ada investasi yang 100% aman alias selalu untung. So, memiliki mental siap untung dan siap rugi menjadi modal utama untuk investor pemula. Jangan sampai investor saham itu tidak memiliki mental siap rugi.
Perlu dicamkan, seperti halnya dalam bisnis, investasi juga memiliki 2 kemungkinan ekstrem yaitu untung atau rugi. Memiliki mental siap rugi dan siap untung sangat penting karena kebanyakan dari kita itu banyak yang siap untuk untung, tetapi tidak siap untuk rugi.
Ada dua risiko utama dalam investasi saham yaitu capital loss atau selisih negatif nilai jual saham dengan nilai beli dan likuidasi atau kebangkrutan emiten. Kita memang memiliki hak atas aset perusahaan sesuai porsi kepemilikan saham, jika perusahaan bangkrut.
Investasi saham itu bukan ilmu spekulasi. Transaksi saham ada ilmu analisisnya sehingga lebih terarah, logis dan tepat bidikan. Tak perlu khawatir, ini semua bisa dipelajari.
Dengan analisis fundamental dan teknikal yang cermat, niscaya keuntungan akan berpihak pada kita. So, jangan berspekulasi, tetapi lakukan analisis secara komprehensif.
Tak elok menggunakan uang yang biasa disediakan atau dikeluarkan untuk belanja sehari-hari untuk investasi. Dalam konteks investasi saham, uang yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari itu disebut uang panas.
Investasi saham dengan uang panas ini tentu akan merugikan karena akan mengacaukan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, layak dipertimbangkan dalam investasi saham yaitu menggunakan uang yang benar-benar bebas dan tidak akan dipakai untuk jangka waktu 6 bulan ke depan.
Investasi butuh kesabaran dan pengendalian diri dari sisi emosi. Pasalnya pasar saham yang fluktuatif biasanya juga mengguncang emosi investor saham.
Perlu dicamkan untuk para investor pemula yang biasanya ingin cepat-cepat mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa pertimbangan yang matang atau hanya mengikuti emosi sesaat.
So, jangan pernah serakah dengan mengorbankan sebagian atau bahkan seluruh kekayaan untuk memborong saham. Kesabaran dalam investasi saham itu kunci sukses para investor saham.
SIMAK JUGA: 4 Tip Kece Buat Investor Saham Pemula
The post 4 Tip Biar Sukses Jadi Investor Saham, Nomor 1 Penting Banget appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 5 Tip Sukses Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Sebagai sosok yang menginspirasi banyak anak muda untuk berinvestasi di pasar modal, sosoknya tak pernah pelit membagikan tips sukses berinvestasi di pasar modal. Tak bosan-bosan dirinya mengingatkan agar investor muda berinvestasi pada sesuatu yang dipahami.
Tentang suka duka bermain di pasar modal, ia mengaku mulai berinvestasi saham pada tahun 1989, dan mengaku tidak pernah mendapatkan keuntungan selama empat tahun. Saham yang ia beli rugi dan belum kembali pada harga yang layak untuk dijual.
SIMAK JUGA: Investasi Jangan Pakai Uang Utang, Ini Lho Rasio Utang yang Ideal
Ia melewati masa tight money policy atau kebijakan pengetatan keuangan ketika mulai berinvestasi. Tapi ia tidak putus asa dan akhirnya pada tahun 1992 ia untung
Tidak berpuas diri atas keuntungan yang diraih, Lo melanjutkan investasinya dengan terus memburu saham yang dirasa punya prospek bagus dan harganya masih murah. Prinsipnya adalah mendapatkan saham berharga murah, tapi bernilai besar.
Ia pun memberikan 5 tip sukses berinvestasi di pasar modal. Berikut ini 5 tipnya:
Menurutnya, tidak ada alasan investor atau trader tak membaca laporan keuangan. Sebab kunci untuk memilih emiten itu justru dari laporan keuangan. Investor bisa mulai membaca laporan keuangan dari: berapa laba, penjualan, modalnya berapa, berapa utangnya, utangnya lancar atau macet.
Tidak ada yang instan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ini dibuktikan Lo Kheng Hong ketika pertama kali terjun berinvestasi. Bukannya untung tapi malah rugi, karena memulainya dengan cara yang salah yakni: membeli saham IPO dengan harga murah, lalu menjualnya ketika listing dengan harapan mendapatkan keuntungan. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik, berinvestasi perlu waktu.
SIMAK JUGA: Sudah Siap Alami Penyesalan Demi Penyesalan dengan Investasi Saham?
Memilih emiten sebenarnya tidak sulit, investor hanya perlu mencari industri yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Setelah menentukan industrinya, sortir perusahaan yang misalnya masih memiliki price to book value atau PBV kecil tapi asetnya banyak dan utangnya kecil.
Dengan gamblang Lo mengatakan, anti membeli perusahaan yang rugi. Karena dirinya selalu mencari perusahaan yang bisa menjadi mesin uang buatnya. Sehingga ia sama sekali tidak tertarik pada perusahaan yang dari awal telah mengalami kerugian.
Setiap menentukan saham yang hendak dibeli, selalu cari tahu pimpinan perusahaan itu, seperti: Direksi dan Komisaris. Pastikan bahwa selama berkarier di industri, mereka adalah pribadi yang berintegritas, jujur dan memiliki reputasi yang baik.
SIMAK JUGA: Strategi Lump Sum Versus Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi
The post 5 Tip Sukses Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Tujuan Investasi Itu Sebaiknya Konkret, Ini 4 Alasannya appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Pun dalam investasi, tujuan konkret itu penting. Tujuan konkret akan mempertegas apa saja langkah-langkah yang semestinya dilakukan dalam mencapai tujuan.
SIMAK JUGA: Strategi Lump Sum Versus Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi
Setidaknya ada 4 manfaat tujuan konkret dalam investasi:
Tidak sedikit orang yang sudah bekerja keras untuk mengumpulkan duit untuk hidup, tetapi tidak memiliki apa-apa. Ini terjadi karena kerja kerasnya dalam mengumpulkan duit tanpa tujuan yang konkret.
Dengan memiliki tujuan, setidaknya seseorang membuat alternatif-alternatif untuk mencapainya. Setelah alternatif itu tersedia, memilih cara yang membawa pada hasil yang terbaik adalah keputusan yang tepat. Dengan pilihan cara yang terbaik, otomatis seseorang akan berusaha keras untuk mewujudkannya demi tujuan investasinya.
Tujuan investasi yang bagus dan jelas menjadi stimulus untuk membangkitkan hasrat dalam diri seseorang. Tujuan konkret investasi memotivasi seseorang untuk berjuang, teristimewa saat berada di titik terendah dalam keuangan. Terpuruk dalam keuangan bisa membuat seseorang menjadi fokus dan sadar untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang mengacaukan keuangan.
Investasi dengan tujuan konkret sama artinya menyiapkan hidup yang nyaman di masa depan. Seorang jelas tidak bisa merasakannya saat ini, tapi baru mengalaminya dalam hitungan tahun di masa depan. Dengan tujuan konkret dalam investasi, seseorang akan menjalani hidup yang terbaik, lebih dari yang hanya bisa dibayangkan saat ini.
SIMAK JUGA: 4 Keuntungan Investasi Sejak Usia Dini Mulai Saat Ini Juga
So, tujuan konkret dalam investasi penting karena keuangan menjadi terarah dan berakhir pada satu titik akhir dengan baik sesuai dengan yang diinginkan.
Lantas apa saja tujuan konkret investasi? Tujuan investasi bisa berupa dana liburan, beli sepeda motor, beli smartphone premium, persiapan nikah, pendidikan anak, beli mobil, beli rumah, hingga dana pensiun.
Uang yang difokuskan pada tujuan konkret melalui investasi, niscaya akan bertumbuh sesuai target dan jangka waktu yang diinginkan. So, investasi jangan asal cemplungin duit tanpa tujuan yang jelas.
SIMAK JUGA: Reksa Dana untuk Kemerdekaan Finansial Perempuan Indonesia
The post Tujuan Investasi Itu Sebaiknya Konkret, Ini 4 Alasannya appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Inilah 5 Besar Top Gainers Kompas100 Semester I/2021 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>SIMAK JUGA:Inilah 10 Sekuritas dengan Transaksi Terbanyak di Semester I/2021
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Inilah 5 Besar Top Gainers Kompas100 Semester I/2021 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>