ETF Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/etf/ The Path To Financial Freedom Sun, 16 Feb 2025 21:07:19 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.2 https://www.edufulus.com/wp-content/uploads/2019/06/cropped-ICON-Edufulus-32x32.png ETF Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/etf/ 32 32 OJK Tengah Mengkaji Penerapan ETF Berbasis Kripto, Apa Itu? https://www.edufulus.com/ojk-tengah-mengkaji-penerapan-etf-berbasis-kripto-apa-itu/ https://www.edufulus.com/ojk-tengah-mengkaji-penerapan-etf-berbasis-kripto-apa-itu/#respond Mon, 17 Feb 2025 00:01:00 +0000 https://www.edufulus.com/?p=3126 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – OJK tengah mengkaji penerapan Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis aset kripto. Apa itu ETF dalam dunia kripto? Langkah ini, katanya, untuk menyediakan instrumen investasi yang lebih beragam dan terjangkau [...]

The post OJK Tengah Mengkaji Penerapan ETF Berbasis Kripto, Apa Itu? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – OJK tengah mengkaji penerapan Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis aset kripto. Apa itu ETF dalam dunia kripto?

Langkah ini, katanya, untuk menyediakan instrumen investasi yang lebih beragam dan terjangkau bagi masyarakat.

Melalui ETF, investor bisa memperdagangkan aset kripto dalam bentuk reksa dana yang terdaftar di bursa efek.

SIMAK JUGA: Hati-hati! Modus Baru Penipuan Kripto, Ada Jeratan Asmara dan AI

Apa itu ETF kripto?

Exchange-Traded Fund (ETF) dalam dunia kripto merupakan produk investasi yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual saham yang mewakili kepemilikan dalam portofolio aset kripto.

Melalui penerapan Exchange-Traded Fund (ETF), maka kripto diperdagangkan di bursa saham seperti saham biasa, dengan memberikan cara yang lebih terstruktur dan teregulasi untuk berinvestasi dalam aset digital.

Beberapa poin penting:

  • Kemudahan Akses: bisa dibeli dan dijual melalui platform perdagangan saham tradisional, sehingga menjadikannya lebih mudah diakses.
  • Diversifikasi: biasanya terdiri dari berbagai aset kripto, yang memberi peluang investor untuk mendiversifikasi portofolio.
  • Manajemen Profesional: sering dikelola oleh profesional investasi yang memiliki pengetahuan serta pengalaman dalam mengelola portofolio aset kripto.
  • Regulasi: diatur oleh badan pengawas keuangan, yang memberikan tingkat keamanan tambahan bagi investor.
  • Likuiditas: bisa diperdagangkan sepanjang hari bursa, memberikan likuiditas yang lebih besar dibandingkan dengan beberapa pasar kripto yang mungkin memiliki jam perdagangan terbatas atau volume perdagangan rendah.
  • Biaya: mungkin dikenakan biaya manajemen dan biaya lainnya, yang bisa lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan biaya perdagangan di bursa kripto.

SIMAK JUGA: Sisi Gelap Kripto, 10 Kasus Penipuan Terbesar

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]

The post OJK Tengah Mengkaji Penerapan ETF Berbasis Kripto, Apa Itu? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/ojk-tengah-mengkaji-penerapan-etf-berbasis-kripto-apa-itu/feed/ 0
Jadi Tren di AS, Eropa dan China, MI Pusing, Investasi ETF Pasif Ungguli Investasi Aktif https://www.edufulus.com/jadi-tren-di-as-eropa-dan-china-mi-pusing-investasi-etf-pasif-ungguli-investasi-aktif/ https://www.edufulus.com/jadi-tren-di-as-eropa-dan-china-mi-pusing-investasi-etf-pasif-ungguli-investasi-aktif/#respond Wed, 25 Sep 2024 05:41:13 +0000 https://www.edufulus.com/?p=2477 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Di tengah kemerosotan yang terus berlanjut dalam ekuitas Tiongkok, banyak manajer investasi terkemuka kehilangan pekerjaan dan investor terpaksa menanggung kerugian besar. Data terbaru Bloomberg menunjukkan bahwa aset dana aktif [...]

The post Jadi Tren di AS, Eropa dan China, MI Pusing, Investasi ETF Pasif Ungguli Investasi Aktif appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Di tengah kemerosotan yang terus berlanjut dalam ekuitas Tiongkok, banyak manajer investasi terkemuka kehilangan pekerjaan dan investor terpaksa menanggung kerugian besar.

Data terbaru Bloomberg menunjukkan bahwa aset dana aktif telah menyusut hingga 40% dari puncaknya, sebuah indikasi jelas dari kekecewaan investor terhadap strategi manajemen aktif yang tidak mampu memberikan hasil yang memadai.

Namun, di tengah tantangan ini, satu sektor pasar telah mengalami pertumbuhan eksponensial: reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Dengan sekarang mencakup sekitar 45% dari total aset dana ekuitas di Tiongkok, strategi investasi pasif di ETF ini semakin menunjukkan kekuatan dan pengaruhnya di pasar saham senilai $8,1 triliun.

SIMAK JUGA: Insentif ETF 0,018% (Biaya Transaksi Bursa) dan 0,003% (Biaya Jasa Penyelesaian Transaksi) Berlaku Hingga 31 Desember 2026

Dalam waktu hanya tiga tahun, rasio ini telah berlipat ganda, mendekati pangsa pasar yang dikuasai oleh AS, yang saat ini mencapai 58% untuk strategi ekuitas pasif.

Menurut Xu Meng, Direktur Eksekutif di China Asset Management Co., “Investasi indeks kini menjadi pilihan utama bagi investor individu dan institusi. Kegagalan reksa dana aktif untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik meskipun dikenakan biaya yang lebih tinggi telah menyebabkan banyak investor beralih ke ETF.”

Data dari Morningstar Inc. menunjukkan bahwa aset di bawah dana aktif telah menyusut sekitar 2,2 triliun yuan ($312 miliar) sejak akhir 2021, sementara aset dana pasif melonjak 63%, dengan lebih dari 70% di antaranya berbentuk ETF.

Sebelumnya, Tiongkok dikenal sebagai surga bagi pemilih saham dengan banyak manajer investasi yang sukses. Namun, kondisi pasar yang menantang—termasuk kerangka regulasi yang tidak stabil dan penurunan sektor properti—telah mengubah lanskap ini secara drastis.

Manajer investasi ternama kini menghadapi kritik pedas dari investor, termasuk Liu Yanchun yang terkenal saat pasar saham sedang naik.

Kinerja buruk dana yang dikelola Liu, seperti Invesco Great Wall Blue-Chip Growth Mixed Fund, yang merugi lebih dari 19% pada tahun 2024, membuat banyak investor mempertanyakan mengapa mereka masih bertahan. “Mungkin lebih baik membeli ETF CSI 300 untuk menutupi kerugian,” keluh salah satu pemegang dana.

Meskipun dana pasif seperti ETF juga mengalami kerugian, dengan rata-rata penurunan 13,3% pada tahun 2024, banyak investor ritel melihatnya sebagai pilihan yang lebih mudah dan murah untuk berinvestasi.

Dengan biaya manajemen yang jauh lebih rendah, antara 0,15% hingga 0,5%, ETF semakin diminati di kalangan investor yang ingin mengejar tema investasi yang sejalan dengan prioritas pemerintah.

Peralihan ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi, investor kini lebih memilih pendekatan yang lebih sederhana dan transparan, sejalan dengan tren global yang telah berlangsung di AS dan Eropa.

Sementara masa depan pasar ekuitas Tiongkok tetap tidak pasti, pertumbuhan dana pasif memberikan sinyal penting tentang perubahan preferensi investasi di kalangan investor.

Dengan perubahan ini, para manajer investasi aktif perlu mempertimbangkan strategi baru agar tetap relevan di pasar yang semakin terdesentralisasi ini.

SIMAK JUGA: Apa Itu Fatwa Exchange-Traded Fund (ETF) Syariah? Ini Dasar Hukum Fikihnya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Jadi Tren di AS, Eropa dan China, MI Pusing, Investasi ETF Pasif Ungguli Investasi Aktif appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/jadi-tren-di-as-eropa-dan-china-mi-pusing-investasi-etf-pasif-ungguli-investasi-aktif/feed/ 0
Insentif ETF 0,018% (Biaya Transaksi Bursa) dan 0,003% (Biaya Jasa Penyelesaian Transaksi) Berlaku Hingga 31 Desember 2026 https://www.edufulus.com/insentif-etf-0018-biaya-transaksi-bursa-dan-0003-biaya-jasa-penyelesaian-transaksi-berlaku-hingga-31-desember-2026/ https://www.edufulus.com/insentif-etf-0018-biaya-transaksi-bursa-dan-0003-biaya-jasa-penyelesaian-transaksi-berlaku-hingga-31-desember-2026/#respond Tue, 09 Jul 2024 02:19:54 +0000 https://www.edufulus.com/?p=2172 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan dan likuiditas transaksi Exchange-Traded Fund (ETF) di pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memberikan insentif baru [...]

The post Insentif ETF 0,018% (Biaya Transaksi Bursa) dan 0,003% (Biaya Jasa Penyelesaian Transaksi) Berlaku Hingga 31 Desember 2026 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan dan likuiditas transaksi Exchange-Traded Fund (ETF) di pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memberikan insentif baru kepada Anggota Bursa (AB) dan Dealer Partisipan (DP).

Insentif tersebut berupa pembebasan biaya bagi AB yang melakukan pembelian dan/atau penjualan ETF di pasar sekunder.

Selain itu, bagi DP yang melakukan kewajibannya untuk memasukkan penawaran jual atau permintaan beli ETF di pasar sekunder dengan nilai transaksi tertentu setiap bulannya juga mendapatkan tambahan insentif sebesar satu sampai dua kali pembebasan biaya.

SIMAK JUGA: ETF Pasif Vs ETF Aktif, Seperti Apa Perbedaannya?

Biaya yang dimaksud pada kedua insentif tersebut mencakup biaya Transaksi Bursa sebesar 0,018% dan biaya jasa penyelesaian Transaksi Bursa di KSEI sebesar 0,003%.

Insentif ini diberikan di pasar reguler dan tunai yang dihitung setiap akhir bulan dan akan mengurangi tagihan biaya transaksi kepada AB pada periode tersebut.

Insentif transaksi ETF ini berlaku sejak 1 Juli 2024 hingga 31 Desember 2026, dan BEI bersama KSEI berhak untuk melakukan evaluasi setiap 6 (enam) bulan atas penerapan insentif tersebut.

Diketahui, ETF (Exchange-Traded Fund) adalah jenis investasi kolektif (fund) yang diperdagangkan di bursa seperti saham. ETF biasanya melacak indeks, komoditas, obligasi, atau kombinasi dari aset-aset ini, dan tujuan utamanya adalah menyediakan diversifikasi portofolio dengan cara yang lebih mudah dan murah daripada membeli aset-aset individual secara langsung.

SIMAK JUGA: Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund)

Beberapa karakteristik utama ETF adalah sebagai berikut:

Struktur Kolektif: ETF merupakan pool investasi yang mengumpulkan dana dari berbagai investor untuk diinvestasikan dalam portofolio yang terdiversifikasi.

Transaksi di Bursa: ETF diperdagangkan seperti saham di bursa efek, artinya investor dapat membeli atau menjualnya kapan saja selama jam perdagangan bursa.

Pemantauan Indeks: Banyak ETF dirancang untuk melacak kinerja indeks tertentu, seperti S&P 500 di Amerika Serikat atau indeks IHSG di Indonesia. Ini memungkinkan investor untuk memperoleh paparan pada seluruh pasar atau sektor tertentu dengan mudah.

Biaya Rendah: Biaya manajemen ETF umumnya lebih rendah dibandingkan dengan dana investasi tradisional (misalnya, dana aktif yang dikelola secara aktif oleh manajer investasi).

Transparansi: Portofolio ETF umumnya dipublikasikan secara teratur, memungkinkan investor untuk mengetahui aset-aset apa saja yang dimiliki oleh ETF tersebut.

Liquidity (Likuiditas): Karena diperdagangkan di bursa seperti saham, likuiditas ETF biasanya tinggi, memungkinkan investor untuk membeli atau menjual dengan mudah.

Dalam konteks insentif yang disebutkan, BEI dan KSEI memberikan fasilitas pembebasan biaya transaksi kepada anggota bursa yang melakukan transaksi ETF, sebagai upaya untuk mendorong aktivitas perdagangan ETF di pasar modal Indonesia. Insentif ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan minat investor terhadap produk ETF di pasar.

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Insentif ETF 0,018% (Biaya Transaksi Bursa) dan 0,003% (Biaya Jasa Penyelesaian Transaksi) Berlaku Hingga 31 Desember 2026 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/insentif-etf-0018-biaya-transaksi-bursa-dan-0003-biaya-jasa-penyelesaian-transaksi-berlaku-hingga-31-desember-2026/feed/ 0
Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund) https://www.edufulus.com/perbedaan-reksa-dana-saham-dan-etf-exchange-traded-fund/ https://www.edufulus.com/perbedaan-reksa-dana-saham-dan-etf-exchange-traded-fund/#respond Mon, 28 Aug 2023 01:49:00 +0000 https://www.edufulus.com/?p=1447 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Exchange Traded Fund (ETF) telah menjadi semakin populer dengan pertumbuhannya yang signifikan di Indonesia. Total Aset Under Management (AUM) ETF saat ini telah mencapai triliunan. Baik investor institusi maupun ritel [...]

The post Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund) appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Exchange Traded Fund (ETF) telah menjadi semakin populer dengan pertumbuhannya yang signifikan di Indonesia.

Total Aset Under Management (AUM) ETF saat ini telah mencapai triliunan. Baik investor institusi maupun ritel sangat tertarik pada ETF karena sejumlah keunggulan yang dimilikinya.

ETF menggabungkan dua karakteristik produk sekaligus, yaitu reksa dana terbuka (open-ended fund) dan saham biasa (common stock).

SIMAK JUGA: ETF Pasif Vs ETF Aktif, Seperti Apa Perbedaannya?

Hal ini menjadikan ETF sebagai produk investasi yang mengikuti konsep kontrak investasi kolektif, dengan unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham. Kelebihan ETF terletak pada diversifikasi dan fleksibilitas.

Ketika seorang investor memilih untuk berinvestasi dalam ETF, mereka tidak perlu repot-repot memikirkan diversifikasi karena hal ini terjadi secara otomatis melalui beberapa saham unggulan hanya dengan satu pesanan.

Dari sisi fleksibilitas, transaksi jual-beli ETF sangatlah fleksibel karena dapat dilakukan kapan saja selama jam perdagangan di bursa efek, serupa dengan saham.

Lebih rinci, terdapat sembilan poin perbedaan nyata antara reksa dana saham dan ETF:

1). Pengelolaan Perdagangan

Reksa dana biasanya diperdagangkan melalui Manajer Investasi (MI) atau Agen Penjual Reksa Dana. ETF diperdagangkan melalui Dealer Partisipan di Pasar Primer dan melalui berbagai broker di Pasar Sekunder.

2). Minimum Pembelian

Minimum pembelian unit reksa dana adalah 1 unit. Untuk ETF, dalam Pasar Primer, pembelian dilakukan dalam bentuk creation unit (1000 Lot = 100.000 unit), dan di Pasar Sekunder: 1 Lot (100 unit).

3). Biaya Transaksi

Biaya pembelian dan penjualan kembali untuk reksa dana umumnya berkisar antara 1% hingga 3%. Biaya untuk ETF sejalan dengan komisi yang dikenakan oleh broker (broker fee).

4). Risiko Transaksi

Risiko transaksi reksa dana melibatkan risiko dari Manajer Investasi (MI) terkait pengelolaan portofolio. Risiko transaksi ETF lebih dapat dikontrol dan lebih rendah karena transaksi jual-beli ETF dapat dilakukan kapan saja selama jam perdagangan di bursa efek.

5). NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan)

Perhitungan NAB/UP reksa dana dilakukan satu kali setelah penutupan jam perdagangan di BEI. Indikasi NAB/UP (iNAV) ETF dihitung setiap saat selama jam perdagangan BEI.

6). Harga

Harga reksa dana hanya diketahui pada akhir hari, sementara harga ETF dapat diketahui secara real-time.

7). Portofolio

Reksa dana saham hanya menginformasikan 10 saham teratas dalam portofolio. ETF memungkinkan investor untuk mengetahui seluruh isi portofolio, termasuk bobot masing-masing saham.

8). Penyelesaian Transaksi

Penyelesaian transaksi reksa dana memakan waktu hingga T+7 (tujuh hari setelah transaksi dilakukan), sementara untuk ETF hanya T+2 (dua hari setelah transaksi dilakukan).

9). Dealer Partisipan

Reksa dana tidak memiliki Dealer Partisipan, sementara ETF melibatkan Dealer Partisipan. Dealer Partisipan adalah anggota bursa yang bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) pengelola ETF untuk melakukan pembelian atau penjualan unit penyertaan ETF.

Setelah memahami perbedaan di antara keduanya, langkah selanjutnya adalah memahami mekanisme transaksi ETF. Mekanismenya sangat sederhana. Ada dua pilihan dalam transaksi ETF, yaitu di Pasar Primer dengan pembelian minimum 1 unit kreasi/basket (1000 Lot = 100.000 UP) atau di Pasar Sekunder dengan minimum pembelian 1 lot (100 UP).

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

The post Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund) appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/perbedaan-reksa-dana-saham-dan-etf-exchange-traded-fund/feed/ 0
Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya? https://www.edufulus.com/reksa-dana-etf-makin-marak-apa-itu-etf-dan-bagaimana-cara-belinya/ https://www.edufulus.com/reksa-dana-etf-makin-marak-apa-itu-etf-dan-bagaimana-cara-belinya/#respond Fri, 04 Oct 2019 22:19:11 +0000 https://edufulus.com/?p=347 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sejumlah Manajer Investasi (MI) kini mulai berebut ceruk di ETF (Exchange Traded Fund). Apalagi di level pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberlakukan peniadaan levy fee dan [...]

The post Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sejumlah Manajer Investasi (MI) kini mulai berebut ceruk di ETF (Exchange Traded Fund). Apalagi di level pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberlakukan peniadaan levy fee dan penghapusan pajak final untuk produk ETF.

Informasi terkini, PNM Investment Management meluncurkan produk reksa dana ETF perdananya bernama Reksa Dana PNM ETF Core LQ45 dan hingga akhir tahun ini menargetkan dua produk ETF diluncurkan.

Sementara itu, Indo Premier Investment Management (IPIM) akan meluncurkan 4 produk ETF menjelang akhir tahun. Penasaran dan pingin tahu apa itu ETF?

SIMAK JUGA: Apa Itu Reksa Dana?

ETF itu reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaanya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa selayak saham. ETF menggabungkan manfaat-manfaat investasi dalam reksa dana dengan fleksibilitas pada saham.

Mungkin Anda berpikir jika ETF ini memiliki karakteristik yang sama dengan reksa dana saham karena ETF berisi kumpulan saham. Tentu tidak demikian. Reksa dana saham berisikan beberapa jenis saham yang ada di bursa, sedangkan ETF memiliki acuan pada index saham yang ada di bursa.

Karena diperdagangkan saat jam perdagangan bursa makanya ETF dapat dijual dan dibeli kapan pun. Dengan begitu, ETF ini cukup fleksibel dan mudah untuk ditransaksikan alias tidak seperti reksa dana yang perubahannya harganya per hari.

Jika kamu menjual reksa dana harga yang didapatkan bisa berbeda, jika jam transaksi tidak sesuai dengan jam transaksi reksa dana yang telah ditentukan.

Di ETF justru bisa dilihat perubahan dan pergerakan harganya setiap detik selama jam perdagangan bursa. Investor juga bisa melakukan pembelian dan penjualan sesegera mungkin ketika mereka menemukan harga yang pantas untuk mereka beli atau jual.

SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

Dari cara belinya saja sudah terlihat unik. Cara beli ETF berbeda dengan reksa dana. Reksa dana biasa dibeli langsung melalui Manajer Investasi (MI). Karenanya, biasa dikenakan fee yang relatif tinggi karena dana dikelola secara aktif agar sebisa mungkin aset yang dikelola tidak mengalami kerugian dan mendapatkan keuntungan terbaik.

Sementara itu, saat beli TF tidak ada manajemen fee yang harus dibayar, karena aset dikelola secara pasif. Selain itu, risiko ETF relatif rendah karena likuiditas terjamin. Jadi, ETF rendah biaya dan risikonya juga rendah.

Adapun mekanisme transaksi ETF seperti halnya membeli dan menjual saham. Dalam praktiknya, kamu bisa memilih bertransaksi melalui 2 pasar, yaitu melalui Pasar Primer (melalui Dealer Partisipan) dengan minimum pembelian 1 unit kreasi/basket (1000 Lot = 100.000 UP) atau melalui Pasar Sekunder (Melalui BEI) dengan minimum pembelian 1 lot (100 UP).

Diketahui, Dealer Partisipan adalah anggota bursa yang bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) pengelola ETF untuk melakukan penjualan atau pembelian unit penyertaan ETF. Hingga saat ini sudah ada 5 (lima) Dealer Partisipan yakni Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas dan IndoPremier Sekuritas. (GWK)

SIMAK JUGA: 10 Tips Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/reksa-dana-etf-makin-marak-apa-itu-etf-dan-bagaimana-cara-belinya/feed/ 0