The post Rupiah Melemah, Kripto Bisa Jadi Pilihan Investasi? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Tren pelemahan Rupiah ini tentu bisa memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk nilai instrumen investasi.
Maka, masyarakat perlu melakukan riset mendalam sebelum memilih instrumen investasi yang resilien terhadap fluktuasi mata uang.
SIMAK JUGA: Potensi Bitcoin Capai 126.000 Dollar AS pada Juni 2025, Pasar Bakal Bullish Lagi?
CMO Tokocrypto, Wan Iqbal menyatakan, aset kripto bisa menjadi pilihan investasi, lantaran karakteristiknya yang lebih tahan pada penurunan daya beli uang.
Iqbal pun mencontohkan stablecoin Tether (USDT) yang nilainya dipatok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“Dengan berinvestasi dalam USDT, investor bisa menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi, terutama di negara yang mengalami depresiasi mata uang lokal,” papar Iqbal.
Stablecoin bisa memberikan stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan aset kripto lain yang lebih volatil. Sehingga, USDT cocok bagi investor yang ingin mempertahankan daya beli tanpa harus menghadapi fluktuasi harga yang ekstrem.
Pun Iqbal menyebut Bitcoin sebagai pilihan, sebab memiliki suplai terbatas. Dengan meningkatnya permintaan dan adopsi, harga Bitcoin cenderung mengalami apresiasi dalam jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin menunjukkan kenaikan melampaui tingkat inflasi.
Di tahun 2020, harga Bitcoin masih kisaran US$ 10.000, tapi pada 2021, harganya melonjak sampai lebih dari US$ 60.000.
Kini, Bitcoin berada di level US$ 83.107,43 per Minggu, 30 Maret 2025 lalu.
SIMAK JUGA: Harga Kripto Tunjukkan Tren Penurunan Setiap Bulan Ramadan, Ada Apa?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Rupiah Melemah, Kripto Bisa Jadi Pilihan Investasi? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Yuk Kenali Modus Penipuan Kripto, Sudah Banyak Makan Korban Lho! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Pada 2023, penipuan terkait kripto meningkat signifikan, dengan kerugian lebih dari 5,6 miliar Dollar AS atau setara Rp91,5 triliun.
Sementara, harga kripto yang terus melonjak tentu kian menarik perhatian para penipu.
SIMAK JUGA: Potensi Bitcoin Capai 126.000 Dollar AS pada Juni 2025, Pasar Bakal Bullish Lagi?
Nah, berikut beberapa modus penipuan kripto yang sering memakan korban:
Modus ini paling banyak dilaporkan. Dalam skema ini, penipu berpura-pura menjadi manajer investasi yang akan menjanjikan keuntungan besar dari investasi kripto.
Biasanya, korban diminta membayar sejumlah uang muka. Tapi alih-alih mendapatkan keuntungan, uang itu justru digelapkan serta membawa serta data pribadi korban dengan dalih verifikasi dana.
Modus ini biasanya menyertakan dukungan selebritas. Penipu memasang foto selebritas di akun, iklan, atau artikel palsu agar seolah-olah sang selebritas mendukung investasi tersebut.
Penipuan kripto marak terjadi di aplikasi kencan. Penipu biasanya akan membangun hubungan jangka panjang secara daring dan berusaha mendapatkan kepercayaan korban sebelum akhirnya meminta uang dalam bentuk kripto.
Sesudah mendapatkan uang dari korban, penipu langsung menghilang. Modus ini dikenal sebagai pig butchering scams dan menyebabkan kerugian konsumen sebesar 1,179 miliar Dollar AS pada 2023.
Modus rug pull terjadi saat penipu mengembangkan proyek baru atau koin kripto untuk mengumpulkan dana, lantas melarikan uang tersebut.
Pemrograman proyek ini dibuat sedemikian rupa supaya investor tidak bisa menjual asetnya setelah pembelian.
Salah satu kasus terkenal adalah skema Squid Coin. Harga token Squid tiba-tiba melonjak dari 1 sen jadi 90 Dollar AS, sebelum akhirnya tak bisa diperdagangkan dan nilainya jatuh ke nol, dengan total kerugian 3 juta Dollar AS.
Ini terjadi saat pengguna mengakses akun kripto di tempat umum. Penipu bisa menyadap jaringan Wi-Fi untuk mencuri kata sandi dan kunci dompet kripto korban.
Nah, untuk menghindari risiko ini, pengguna disarankan menggunakan VPN yang mengenkripsi data ketika berada di jaringan internet. Sehingga, peretas tak bisa mengakses informasi sensitif.
Modus ini masih menjadi metode yang sering digunakan dalam pencurian data kripto.
Penipu akan mengirim email dengan tautan berbahaya ke situs palsu yang meminta informasi pribadi, termasuk kunci dompet kripto.
Tidak seperti kata sandi yang bisa diubah-ubah, kunci dompet kripto biasanya hanya tersedia satu kali dan tak dapat diperbarui. Bila kunci ini dicuri, pengguna harus membuat dompet baru.
Modus skema Ponzi memakai dana investor baru untuk membayar investor lama, tanpa investasi nyata di dalamnya.
Para pelaku menjanjikan keuntungan besar dengan risiko kecil agar korban tertarik.
Tahun lalu, Jonathan dan Tanner Adam menjalankan skema Ponzi dengan iming-iming imbal hasil 13,5 persen per bulan lewat bot yang diklaim bisa mengeksploitasi selisih harga kripto.
Total dana yang mereka kumpulkan sampai 60 juta Dollar AS, yang mereka gunakan untuk membeli barang mewah.
Pinjaman kilat alias flash loan juga memungkinkan trader membeli token di satu platform dengan harga lebih rendah dan menjualnya di platform lain untuk mendapatkan keuntungan.
Penipu biasanya menggunakan dana pinjaman untuk menciptakan ilusi permintaan tinggi, lantas membatalkan pesanan setelah harga naik.
Pada Februari 2023, Platypus Finance mengalami serangan flash loan dengan kerugian 8,5 juta Dollar AS.
SIMAK JUGA: Harga Kripto Tunjukkan Tren Penurunan Setiap Bulan Ramadan, Ada Apa?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post Yuk Kenali Modus Penipuan Kripto, Sudah Banyak Makan Korban Lho! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Potensi Bitcoin Capai 126.000 Dollar AS pada Juni 2025, Pasar Bakal Bullish Lagi? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Demikian diungkap ekonom jaringan Timothy Peterson dalam data yang diunggah pada 15 Maret lalu.
Menurut Peterson, Bitcoin mempunyai waktu sekitar dua setengah bulan untuk melampaui rekor sebelumnya sebesar 109.000 Dollar AS.
SIMAK JUGA: Simak, Rekomendasi 5 Aplikasi Trading Kripto di Indonesia yang Paling Banyak Digunakan
Sejak mencapai puncak pada pertengahan Januari, Bitcoin mengalami koreksi sebesar 30 persen. Tetapi, kata Peterson, koreksi ini hal wajar dalam pasar bullish serta berpotensi menjadi titik balik.
“Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran bawah dari rentang musiman historisnya,” katanya,
Memang, hampir seluruh performa tahunan Bitcoin biasanya terjadi dalam medio dua bulan, April dan Oktober. Maka, sangat mungkin BTC mencetak rekor harga baru sebelum Juni 2025.
Usai pemulihan dari level terendah multi-tahun pada Maret 2020, alat prediksi Lowest Price Forward memperkirakan, harga BTC tak akan turun di bawah 10.000 Dollar AS sejak September 2020.
Kini, level dasar yang baru kemungkinan telah terbentuk di kisaran 69.000 Dollar AS, yang menurut laporan Cointelegraph memiliki kemungkinan 95 persen untuk bertahan.
Sementara, Peterson menetapkan target harga median Bitcoin sebesar 126.000 Dollar AS dengan tenggat waktu 1 Juni 2025.
Menurutnya, performa pasar bullish yang lemah biasanya hanya berlangsung sementara.
“Rata-rata waktu Bitcoin berada di bawah tren adalah 4 bulan,” ungkapnya.
SIMAK JUGA: Harga Kripto Tunjukkan Tren Penurunan Setiap Bulan Ramadan, Ada Apa?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post Potensi Bitcoin Capai 126.000 Dollar AS pada Juni 2025, Pasar Bakal Bullish Lagi? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Simak, Rekomendasi 5 Aplikasi Trading Kripto di Indonesia yang Paling Banyak Digunakan appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam pasar kripto, memilih aplikasi trading yang tepat adalah langkah penting.
Maka, pastikan memilih platform yang sesuai dengan strategi dan kebutuhan investasi kamu, serta memperhatikan faktor keamanan dan regulasi sebelum bertransaksi.
SIMAK JUGA: Harga Kripto Tunjukkan Tren Penurunan Setiap Bulan Ramadan, Ada Apa?
So, berikut 5 aplikasi trading kripto yang paling banyak digunakan di Indonesia, beserta penjelasan mengenai fitur dan keunggulannya.
Ini adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia dan juga banyak digunakan oleh investor Indonesia. Platform ini menawarkan berbagai fitur perdagangan, termasuk spot trading, margin trading, dan futures.
Selain itu, Binance juga memiliki likuiditas tinggi dan biaya transaksi yang kompetitif.
Keunggulan Binance:
Berikutnya ada Indodax, yang merupakan exchange kripto lokal pertama di Indonesia yang telah berdiri sejak 2014.
Platform ini menyediakan berbagai aset kripto dan memiliki volume perdagangan harian yang tinggi, menjadikannya pilihan utama bagi investor Indonesia.
Keunggulan Indodax:
Aplikasi Tokocrypto merupakan platform exchange yang didukung oleh Binance, sehingga memiliki keunggulan dalam teknologi dan keamanan.
Tokocrypto menawarkan berbagai layanan trading serta fitur edukasi bagi para investor pemula.
Keunggulan Tokocrypto:
SIMAK JUGA: 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS, Apa Aja?
Aplikasi Pintu merupakan platform trading kripto yang dirancang khusus untuk investor pemula.
Dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, Pintu menjadi pilihan bagi mereka yang baru memulai investasi kripto.
Keunggulan Pintu:
Pluang tidak hanya menyediakan aset kripto, tetapi juga menawarkan instrumen investasi lain seperti saham AS, ETF, dan emas.
Dengan ekosistem investasi yang luas, Pluang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin diversifikasi portofolio.
Keunggulan Pluang:
SIMAK JUGA: Sisi Gelap Kripto, 10 Kasus Penipuan Terbesar
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post Simak, Rekomendasi 5 Aplikasi Trading Kripto di Indonesia yang Paling Banyak Digunakan appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Harga Kripto Tunjukkan Tren Penurunan Setiap Bulan Ramadan, Ada Apa? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Data mencatat penurunan harga sebesar 21,71 persen pada Ramadan 2021, 16,00 persen pada 2022, 3,73 persen pada 2023, dan 4,14 persen pada 2024.
Penurunan ini memang dipengaruhi psikologi pasar yang berubah selama Ramadan.
SIMAK JUGA: 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS, Apa Aja?
Saban tahun, ada pola minat investor ritel terhadap kripto berkurang selama bulan Ramadan. Ini tentu menyebabkan tekanan jual lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Akspektasi penurunan harga yang terbentuk dari tren historis ini kerapkali memicu aksi ambil untung sebelum Ramadan.
Tetapi, memasuki Ramadan 2025, dinamika pasar kripto mengalami perubahan.
Bitcoin sempat melonjak 8 persen dalam sehari, kembali ke level US$ 90.000, sebelumnya turun di bawah US$ 80.000.
Pergerakan ini didorong sentimen positif terkait rencana Presiden AS Donald Trump yang bakal menjadikan kripto sebagai cadangan strategis nasional.
Bila langkah kebijakan ini terwujud, maka dampaknya akan sangat besar bagi industri kripto secara global.
Pun peristiwa White House Crypto Summit, serta arah kebijakan Amerika Serikat terkait kripto, bakal menjadi faktor pemengaruh yang besar.
Sejumlah analis mengingatkan pentingnya manajemen risiko dan diversifikasi portofolio supaya investor tak terlalu bergantung pada pergerakan harga Bitcoin saja.
Diversifikasi bukan melulu soal membeli banyak aset, namun juga tentang memahami reaksi setiap aset menanggapi situasi pasar yang terus berubah.
SIMAK JUGA: Sisi Gelap Kripto, 10 Kasus Penipuan Terbesar
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post Harga Kripto Tunjukkan Tren Penurunan Setiap Bulan Ramadan, Ada Apa? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Gacor! Transaksi Kripto Melonjak 104 Persen pada Januari 2025 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Demikian dikatakan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi.
“Kami akan terus memastikan regulasi yang tepat agar pertumbuhan ini tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Hasan.
SIMAK JUGA: 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS, Apa Aja?
Sementara, CMO Tokocrypto, Wan Iqbal mengatakan, peralihan pengawasan ke OJK ternyata membawa dampak positif bagi industri kripto di Indonesia.
“Dengan regulasi yang lebih komprehensif dan pengawasan ketat dari OJK, kepercayaan investor semakin kuat. Ini terlihat dari meningkatnya volume perdagangan di platform seperti Tokocrypto,” paparnya.
Menurut Iqbal, pengawasan OJK yang lebih jelas membuka peluang untuk inovasi dalam menghadirkan produk dan layanan baru semakin terbuka.
Iqbal meyakini, industri aset kripto bakal bertumbuh secara berkelanjutan dengan adanya kepastian regulasi dan inovasi yang sesuai dengan standar keuangan yang lebih baik.
Ia pun menyoroti masifnya perdagangan kripto di Indonesia sejalan pula dengan dinamika global. Misal langkah Presiden AS Donald Trump menjadikan kripto sebagai cadangan strategis bisa berdampak positif pada harga dan meningkatkan minat investor.
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post Gacor! Transaksi Kripto Melonjak 104 Persen pada Januari 2025 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Rekor Baru: Nilai Transaksi Aset Kripto Indonesia Capai Rp 44,07 Triliun pada Januari 2025 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Menurut Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lonjakan transaksi ini sejalan dengan terus meningkatnya jumlah investor kripto di Indonesia, yang kini telah melampaui angka 22 juta pengguna. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya perkembangan ekosistem kripto di Tanah Air.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menyatakan bahwa perkembangan pesat sektor kripto di Indonesia terjadi seiring dengan beralihnya pengawasan sektor ini dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK.
SIMAK JUGA: 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS, Apa Aja?
“Dengan pengawasan yang semakin ketat oleh OJK, sektor kripto Indonesia berkembang dengan lebih terstruktur dan teratur. Ini menjadi tanda positif bagi industri serta untuk para investor,” ujar Hasan Fawzi.
Sejak bulan lalu, ada sekitar 1.396 jenis aset kripto yang diperdagangkan di Indonesia. Beberapa aset yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia antara lain Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Dogecoin (DOGE), Pepe (PEPE), dan XRP (XRP).
Kenaikan tajam dalam transaksi ini turut berkontribusi pada peningkatan penerimaan pajak negara. Hal ini dipicu oleh kebijakan OJK yang semakin memperketat regulasi, termasuk mewajibkan perusahaan exchange kripto untuk memperoleh izin sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Saat ini, sudah ada 19 entitas yang memperoleh izin, termasuk satu bursa kripto, satu lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, satu pengelola tempat penyimpanan, serta 16 pedagang aset kripto. Selain itu, OJK juga sedang memproses perizinan terhadap 14 calon pedagang aset kripto tambahan.
Dalam rangka memastikan kelancaran transisi pengawasan dari Bappebti ke OJK, pihak OJK telah mengadakan berbagai sosialisasi dan bimbingan teknis bagi penyelenggara perdagangan aset kripto. Hal ini bertujuan agar seluruh pihak dapat memahami dan mematuhi regulasi yang baru. OJK juga telah membentuk tim kerja (working group) bersama Bappebti untuk mengkoordinasikan berbagai aspek peralihan tugas, termasuk regulasi, perizinan, pengawasan, serta dokumen kerja yang akan dialihkan ke lembaga baru.
Untuk mendukung penguatan ekosistem kripto di Indonesia, pemerintah turut menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Perdagangan Aset Kripto dan Perlindungan Masyarakat”. Forum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perlindungan bagi masyarakat yang terlibat dalam perdagangan aset kripto.
Dengan berbagai langkah pengawasan yang lebih ketat dan regulasi yang semakin jelas, OJK berharap ekosistem kripto Indonesia dapat terus berkembang secara sehat, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian negara.
SIMAK JUGA: Bitcoin Rontok, Pasar Kripto Tertekan, Februari Tidak Cerah!
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Rekor Baru: Nilai Transaksi Aset Kripto Indonesia Capai Rp 44,07 Triliun pada Januari 2025 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS, Apa Aja? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Lima koin kripto yang bakal menjadi cadangan AS adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA).
Trump menyatakan, kebijakan ini untuk mendukung industri kripto setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan dari pemerintahan Biden.
SIMAK JUGA: Bitcoin Rontok, Pasar Kripto Tertekan, Februari Tidak Cerah!
“Cadangan kripto AS akan mengangkat industri ini setelah serangan korup dari Pemerintahan Biden, itulah mengapa Perintah Eksekutif saya tentang Aset Digital mengarahkan Kelompok Kerja Kepresidenan untuk bergerak maju dengan Cadangan Kripto Strategis yang mencakup XRP, SOL, dan ADA,” tulisnya di Truth Social.
Trump pun menegaskan bahwa Bitcoin dan Ethereum bakal menjadi inti dari cadangan tersebut.
“Saya juga menyukai Bitcoin dan Ethereum!” imbuhnya.
Pasar merespons positif pengumuman tersebut, dengan XRP melonjak 33% dan token Solana naik 25%. Sementara itu, harga Cardano melesat lebih dari 60% dalam perdagangan hari itu.
Bitcoin menguat 10% ke level US$94.343,82 setelah sempat turun ke bawah US$80.000 pada Jumat. Ethereum, yang mengalami tekanan besar sepanjang tahun ini, turut menguat 13% setelah pengumuman tersebut.
Selain itu, Trump juga dijadwalkan bakal gelar KTT Kripto Gedung Putih.
Investor akan mencermati pertemuan ini untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang arah kebijakan cadangan kripto tersebut.
Ini pertama kalinya Trump secara spesifik mendukung konsep “cadangan” kripto. Cadangan berarti pemerintah AS secara aktif membeli aset kripto secara berkala.
Bitcoin, yang sebelumnya dalam fase konsolidasi, tetapi pengumuman Trump kali ini berhasil mengangkat kembali sentimen pasar.
SIMAK JUGA: Sisi Gelap Kripto, 10 Kasus Penipuan Terbesar
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post 5 Koin Kripto Ini Jadi Cadangan Strategis AS, Apa Aja? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Bitcoin Rontok, Pasar Kripto Tertekan, Februari Tidak Cerah! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Rupanya, tak Bitcoin yang nilai melorot. Sset kripto lain pun mengalami penurunan tajam.
Ethereum (ETH) merosot 11,55% dalam sepekan ke US$2.402, sedangkanSolana (SOL) rontok lebih dari 20% ke US$136,49.
SIMAK JUGA: Pasar Kripto Ambrol, Harga Bitcoin Terjun, Apa yang Terjadi?
Kejatuhan harga Bitcoin dan aset kripto lain disinyalir akibat peretasan yang terjadi pada platform perdagangan digital Bybit.
Kerugian yang dialami Bybit diperkirakan mencapai USD 1,5 miliar dalam bentuk Ethereum (ETH).
Selain itu, pasar kripto juga dipengaruhi kebijakan suku bunga AS yang masih tinggi. Ini memperburuk sentimen investor serta turut menekan harga emas yang juga terkoreksi dalam beberapa hari terakhir.
Pergerakan harga aset kripto juga amat dipengaruhi faktor eksternal, seperti data ekonomi AS serta kebijakan The Fed.
Volatilitas aset kripto selama sepekan ini dipicu kekhawatiran atas kebijakan suku bunga, tarif perdagangan, dan tentu peretasan Bybit.
SIMAK JUGA: Bursa Kripto Bybit Diretas Lazarus Group, Gondol Rp23,9 Triliun
Nah, di tengah tekanan pasar ini, investor mesti tetap tenang serta tak mengambil keputusan dengan terburu-buru, terutama yang berorientasi investasi jangka panjang.
Tetapi, bagi investor jangka pendek atau trader, mesti terus mengkaji ulang strategi dan menyesuaikan toleransi risiko.
Beberapa analis meyakini, penurunan harga aset kripto ini hanya bersifat sementara.
Justru, kondisi ini bisa dimanfaatkan investor yang memiliki likuiditas lebih untuk membeli di harga rendah (buy the dip).
Namun perlu diingat bahwa analisis proyeksi ini tetap spekulatif serta amat bergantung pada faktor ekonomi global.
Kini, faktor makroekonomi memiliki pengaruh besar dalam pasar kripto. Maka, investor mesti melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.
SIMAK JUGA: Sisi Gelap Kripto, 10 Kasus Penipuan Terbesar
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Bitcoin Rontok, Pasar Kripto Tertekan, Februari Tidak Cerah! appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Pasar Kripto Ambrol, Harga Bitcoin Terjun, Apa yang Terjadi? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Disinyalir, hal ini terjadi lantaran ketidakpastian makroekonomi serta aksi jual besar-besaran yang melanda pasar kripto dan saham di Amerika Serikat.
Data Coinmarketcap menunjukkan pada Selasa, 25 Februari 2025, kapitalisasi pasar kripto global rontok 7,61% menjadi USD 2,95 triliun dalam 24 jam.
SIMAK JUGA: Bos Indodax Ngeluh, Tarif Pajak Final Kripto Rendah, Tetap Tetap Berlaku Meskipun Trader Boncos
Kripto dengan kapitalisasi terbesar, Bitcoin (BTC) ambles 4,83% dalam 24 jam terakhir.
Harga Bitcoin pun berada di level USD 91.719 per koin atau setara Rp1,49 miliar (kurs, Rp 16.275).
Pun penurunan terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 11,54% menjadi USD 2.512 per koin. Sementara, Binance (BNB) anjlok 6,03% menjadi USD 617 per koin.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) tidak bakal mencetak rekor harga baru dalam tiga bulan ke depan. Bahkan, kemungkinan tak akan mencapai level tertinggi dalam 12 bulan ke depan.
Analis lain menyatakan bahwa rontoknya pasar kripto disebabkan oleh perlambatan laju ekonomi Amerika Serikat.
Kepala Riset Ekonomi di Renaissance Macro Research, Neil Dutta menyatakan ada tanda-tanda perlambatan ekonomi AS.
“Beberapa faktor yang menjadi perhatian termasuk pendapatan riil yang melambat, pasar perumahan yang melemah, serta pengetatan belanja pemerintah negara bagian,”ujarnya.
Menurut Dutta, yang lebih mengkhawatirkan, perkiraan median pertumbuhan PDB Amerika Serikat masih di kisaran 2,5%, yang menunjukkan pasar belum melihat tanda-tanda perbaikan ekonomi secara nyata.
Risiko terbesar bagi investor adalah pengetatan kebijakan moneter secara pasif, yang bisa berakibat pada pemangkasan suku bunga jangka panjang, pelemahan pasar saham akibat turunnya minat pada aset berisiko, serta memburuknya kondisi pasar tenaga kerja.
SIMAK JUGA: Sisi Gelap Kripto, 10 Kasus Penipuan Terbesar
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected]
The post Pasar Kripto Ambrol, Harga Bitcoin Terjun, Apa yang Terjadi? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>