The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah akhir pekan lalu. Yuk cermati proyeksi IHSG awal pekan ini!
Dalam sepekan lalu, IHSG mengalami penurunan 5,16 persen. Sementara, dana asing tercatat keluar hampir Rp3 triliun dari pasar saham di periode yang sama.
Pelemahan IHSG ini tentu dipengaruhi faktor eksternal dan internal.
SIMAK JUGA: Perhatikan! 7 Hal yang Harus Dilakukan Para Investor Saham Ketika IHSG Merosot
Perang dagang, pertumbuhan ekonomi melambat
Dari sisi global, tekanan bersumber dari ketakpastian perang dagang, dan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Sementara, dari domestik, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut menjadi faktor utama.
Kinerja emiten perbankan berkapitalisasi besar menampilkan tanda-tanda perlambatan, yang berpotensi menekan prospek ekonomi pada 2025.
Faktor internal yang cukup signifikan memengaruhi IHSG pekan lalu adalah data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Data itu memperlihatkan bahwa Indonesia mengalami deflasi pada Januari 2025, sedangkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) masih berada di bawah target.
Di samping itu, koreksi tajam di saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu, seperti Barito Renewables Energy (BREN), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Petrosea (PTRO), turut menjadi beban pergerakan IHSG.
Memasuki awal pekan ini, diperkirakan IHSG berpeluang menguat dengan level support di 6.688 dan resistance di 6.719.
Faktor yang bakal memengaruhi proyeksi pergerakan IHSG, seperti nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dan sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), serta pidato Gubernur The Fed.
SIMAK JUGA: Yuk Cek! Rekomendasi Saham Prospektif di Tahun Ular Kayu
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].


Leave a Reply