The post 4 Kecerobohan dalam Investasi Saham, Nomor 3 Kamu Banget appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Investasi mensyaratkan pelaku mengetahui risiko sehingga mampu meminimalisirnya. Jika tidak ada upaya mengontrol dan meminimalisir risiko maka yang awalnya dianggap investasi justru sesat menjadi spekulasi.
Pelaku saham yang terjebak menjadi spekulan biasanya mereka yang demen dengan saham gorengan tanpa tahu isi dan apa yang terjadi di baliknya. Banyak dari mereka hanya berspekulasi dengan dan terjebak dengan saham yang digoreng dan diangkat tinggi-tinggi.
SIMAK JUGA: Tip Investasi dan Trading Saham Saat Market Sedang Rontok
Orang-orang berbondong-bondong membelinya. Namun apa daya, harga pun jatuh dan tak pernah naik lagi. Kerugian pun dialami mereka yang hanya ikut-ikutan membeli tanpa kontrol.
Pelaku saham yang malas dan sengaja tidak melakukan analisa atas risiko bukan lagi investor, melainkan seorang spekulator atau lebih cocok disebut dengan gambler.
So, berikut ini 4 tip biar kamu tidak ceroboh dalam investasi saham:
Saham murah meriah yang tidak jelas fundamentalnya ini bisa melejit tinggi secara tiba-tiba, tetapi juga bisa langsung jatuh secara tiba-tiba. Biasanya, di baliknya ada pelaku yang menggoreng sehingga orang terjebak untuk ikuti arus si penggoreng.
Saham dengan fundamental bagus bisanya saham-saham Blue Chip. Perusahaan ini dikenal publik dengan usaha yang jelas tidak banyak utang dsb. Berbeda dengan saham gorengan, saham blue chip memang tidak terlihat menarik karena pergerakan harganya yang lambat dan harganya juga lebih tinggi.
Investor pemula yang hanya ikut-ikutan membeli saham tertentu karena pengaruh orang lain bakal besar penyesalannya dibanding dengan mereka yang mau melakukan analisa terlebih dahulu. Dengan begitu kita memiliki alasan yang kuat mengapa kita membeli saham tertentu.
Biasanya, mereka yang getol menggunakan fasilitas margin adalah mereka yang tergiur dengan untung yang cepat. Boleh-boleh saja menggunakan fasilitas margin, tetapi sangat dianjurkan bijak dalam menggunakannya.
SIMAK JUGA: Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya?
The post 4 Kecerobohan dalam Investasi Saham, Nomor 3 Kamu Banget appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 4 Tip Biar Sukses Jadi Investor Saham, Nomor 1 Penting Banget appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Sayangnya, jumlah orang Indonesia yang menggeluti investasi saham tergolong masih kecil. Boleh dikata, masyarakat gamang untuk memulai investasi saham.
Mayoritas masyarakat Indonesia tak siap dengan risiko rugi. Padahal, dalam investasi, terutama bagi pemula, siap rugi menjadi salah satu sikap mental yang harus dimiliki.
SIMAK JUGA: Pemula Wajib Tahu 8 Tip Memilih Reksa Dana Ini Biar Kagak Boncos
Nah, biar menjadi investor saham yang sukses, berikut ini 4 tip yang perlu diperhatikan bagi masyarakat yang ingin terjun ke investasi saham:
Tak ada investasi yang 100% aman alias selalu untung. So, memiliki mental siap untung dan siap rugi menjadi modal utama untuk investor pemula. Jangan sampai investor saham itu tidak memiliki mental siap rugi.
Perlu dicamkan, seperti halnya dalam bisnis, investasi juga memiliki 2 kemungkinan ekstrem yaitu untung atau rugi. Memiliki mental siap rugi dan siap untung sangat penting karena kebanyakan dari kita itu banyak yang siap untuk untung, tetapi tidak siap untuk rugi.
Ada dua risiko utama dalam investasi saham yaitu capital loss atau selisih negatif nilai jual saham dengan nilai beli dan likuidasi atau kebangkrutan emiten. Kita memang memiliki hak atas aset perusahaan sesuai porsi kepemilikan saham, jika perusahaan bangkrut.
Investasi saham itu bukan ilmu spekulasi. Transaksi saham ada ilmu analisisnya sehingga lebih terarah, logis dan tepat bidikan. Tak perlu khawatir, ini semua bisa dipelajari.
Dengan analisis fundamental dan teknikal yang cermat, niscaya keuntungan akan berpihak pada kita. So, jangan berspekulasi, tetapi lakukan analisis secara komprehensif.
Tak elok menggunakan uang yang biasa disediakan atau dikeluarkan untuk belanja sehari-hari untuk investasi. Dalam konteks investasi saham, uang yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari itu disebut uang panas.
Investasi saham dengan uang panas ini tentu akan merugikan karena akan mengacaukan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, layak dipertimbangkan dalam investasi saham yaitu menggunakan uang yang benar-benar bebas dan tidak akan dipakai untuk jangka waktu 6 bulan ke depan.
Investasi butuh kesabaran dan pengendalian diri dari sisi emosi. Pasalnya pasar saham yang fluktuatif biasanya juga mengguncang emosi investor saham.
Perlu dicamkan untuk para investor pemula yang biasanya ingin cepat-cepat mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa pertimbangan yang matang atau hanya mengikuti emosi sesaat.
So, jangan pernah serakah dengan mengorbankan sebagian atau bahkan seluruh kekayaan untuk memborong saham. Kesabaran dalam investasi saham itu kunci sukses para investor saham.
SIMAK JUGA: 4 Tip Kece Buat Investor Saham Pemula
The post 4 Tip Biar Sukses Jadi Investor Saham, Nomor 1 Penting Banget appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Pasar Saham Masih Lesu Terpapar Covid-19, Saatnya Lirik Commodity Boom appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Berbagai upaya pemulihan ekonomi berhasil menggeliatkan IHSG hingga ke level 6.000 pada saat ini, dengan peningkatan rata-rata volume transaksi dan rata-rata frekuensi transaksi harian yang signifikan. Pulihnya perekonomian global dan masifnya vaksinasi tak dipungkiri menjadi daya dorong pertumbuhan IHSG ini.
Menariknya, di balik bencana pandemi Covid-19 ada berkah tersendiri yang bisa dikecap. Blessing in disguise. Ada berkah tersembunyi di balik kondisi buruk yang sedang terjadi.
SIMAK JUGA: 10 Tips Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik
Salah satu berkah pandemi yang cukup nyata adalah kenaikan jumlah investor yang sangat signifikan. Di masa pandemi generasi milenial berbondong-bondong masuk ke pasar modal untuk mencari keberuntungan cuan.
Memang untuk saat ini IHSG masih di level 6.000. Tetapi kalau bicara target IHSG di level 7.000 maka masih terbuka peluang besar bagi siapa pun untuk ambil bagian dalam usaha mendulang cuan di tengah pandemi.
IHSG memang lesu dibanding sebelum pandemi, namun bukan berarti harus patah arang. It’s OK to slowdown, sejenak menimang-menimang saham-saham yang terbaik dengan pisau analisis yang dimiliki. Karena bagaimana pun, di saat IHSG lesu yang dibarengi dengan turunnya harga-harga saham, justru inilah peluang emas untuk melakukan akumulasi saham-saham blue chip yang sedang murah-murahnya.
Di saat harga-harga saham turun, tentu saja peluang cuan itu kian terbuka seiring dengan target IHSG di level 7.000 yang masih sebatas harapan di tengah kasus pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Ini artinya kelesuhan IHSG tak perlu dirisaukan secara berlebihan. Toh, optimisme pertumbahan ekonomi itu sudah di depan mata.
Berbagai upaya pemulihan ekonomi beberapa negara besar di dunia seperti RRT, Amerika Serikat hingga Eropa pelan namun pasti berdampak pada harga komoditas yang akan mengalami peningkatan signifikan, sehingga bukan tidak mungkin muncul boom komoditas (commodity boom).
SIMAK JUGA: Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu
Commodity boom adalah kondisi ketika harga-harga komoditas meningkat dengan cepat karena permintaan yang naik tajam. Biasanya periode commodity boom ini ditandai dengan kondisi makro ekonomi yang memperlihatkan penguatan fundamental. Ekonomi pun menggeliat.
Ekonomi tumbuh atau naik, otomatis daya beli ikut meningkat. Ketika komoditas naik, semisal batubara, tentu penambang batu bara lagi banyak duit, sehingga bisa beli motor, mobil hingga barang mewah. Ini sama artinya harga komoditas naik maka sektor lain juga akan terdampak sehingga geliat ekonomi itu juga nyata.
Indonesia sebagai negara eksportir komoditas yang besar, tentu saja bukan hanya kinerja ekspor Indonesia yang akan terpengaruh. Pertumbuhan ekonomi akan bergerak naik, saat harga komoditas seperti batubara dan timah sedang naik. Saat harga komoditas naik (commodity boom), tentu terbuka peluang pertumbuhan ekonomi yang bakal melaju kencang.
Di sisi lain, ketika harga-harga naik maka secara langsung memberikan dampak pada emiten yang memproduksi komoditas. Laporan keuangan emiten pun akan melonjak. Biasanya, ketika laporan keuangan membaik, pasti emiten itu akan diburu investor. Singkat kata, saat harga-harga komoditas naik, tentu saja emitennya juga diincar. Nah, ketika banyak diburu inilah harga saham terkerek naik yang ujung-ujungnya berimbas pada IHSG yang akan ikut naik.
Justru saat target IHSG sudah dipancang di level 7.000 maka mengakumulasi saham-saham yang sedang diskon karena terpapar Covid-19 menjadi sebuah keniscayaan. Tunggu apalagi.
SIMAK JUGA: Apa Itu Window Dressing?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Pasar Saham Masih Lesu Terpapar Covid-19, Saatnya Lirik Commodity Boom appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 4 Tip Tingkatkan Kepercayaan Diri dalam Investasi Saham bagi Perempuan appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Tingkat kepedean perlu ditingkatkan mengingat dalam berinvestasi perempuan tidak menyukai tantangan dan tidak suka dengan investasi jangka pendek untuk menaklukkan pasar.
Mereka cenderung memilih investasi jangka pendek yang terdiversifikasi (Fidelity Study: 2013). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, stigma itu tentunya tak selayaknya melabeli kaum perempuan.
SIMAK JUGA: Kelemahan dan Kekurangan Aplikasi Bibit Besutan PT Bibit Tumbuh Bersama
Berikut ini sejumlah cara keluar dari kungkungan stigma bagi para perempuan agar makin pede dalam investasi saham:
Ciri orang yang percaya diri itu salah satunya mampu berpikir untuk masa depan yang sukses. Nah, cara menyiapkan kesuksesan masa depan yaitu mengelola keuangan dengan bijaksana, salah satunya menyiapkan keuangan untuk masa depan. Oleh sebab itu, perempuan wajib konsisten menanamkan keyakinan dalam diri bahwa sukses itu perlu segera diwujudkan mulai saat ini juga dan bukan nanti-nanti. Menunda investasi sama saja dengan menjauhkan diri dengan kesuksesan.
Investasi yang mendatangkan cuan tinggi itu salah satunya karena kelihaian dalam memilih saham yang berpotensi mendatangkan cuan tinggi. Keputusan dalam memilih butuh ilmu. Karena itu, teknik-teknik memilih saham yang terbaik sebaiknya terus dipelajari. Analisis fundamental dan teknikal saham bisa dipelajari dengan cuma-cuma, seperti yang diajarkan dan ditawarkan secara gratis sejumlah sekuritas.
SIMAK JUGA:Tip Mengeruk Cuan Window Dressing Saat Akhir Tahun
Meski dicap sebagai kelompok yang tidak percaya diri, perempuan pada dasarnya cenderung lebih realistis dalam investasi dibandingkan kaum pria yang lebih praktis dan kadang grusah-grusuh alias sembrono. Di balik kelemahannya, toh tetap saja ada kelebihan atau kekuatan yang bisa dimaksimalkan. Apalagi, mereka ini biasanya lebih sabar sehingga bisa membuat pertimbangan matang dan tajam.
Belajar dan menimba ilmu serta pengalaman dari sesama investor perempuan adalah langkah yang paling bijak. Belajar dari kesuksesan investor perempuan lainnya menjadi cara memotivasi diri.
SIMAK JUGA:Terlalu Banyak Diversifikasi Saham Bikin Rempong, Lha Idealnya Berapa Sih?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 4 Tip Tingkatkan Kepercayaan Diri dalam Investasi Saham bagi Perempuan appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Tip Mengeruk Cuan Window Dressing Saat Akhir Tahun appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Fenomena window dressing biasanya terjadi pada akhir kuartal saat perusahaan-perusahaan merilis laporan keuangan kuartalan, tepatnya pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Namun, dampak window dressing justru akan terasa pada bulan-bulan setelahnya, yaitu April, Juli, Oktober dan Januari.
Window dressing yang paling signifikan terjadi pada akhir tahun, dimana biasanya harga saham akan menguat sampai bulan Januari yang dikenal juga dengan sebutan January Effect.
SIMAK JUGA: Apa Itu Window Dressing?
Fenomena window dressing secara tidak langsung menyebabkan kenaikan harga saham-saham unggulan. Manajer Investasi perusahaan akan berusaha meningkatkan nilai-nilai saham yang dimilikinya, sehingga penutupan tahun kinerja yang dikelola terlihat lebih baik.
Karena aksi ini dilakukan oleh hampir seluruh Manajer Investasi di seluruh dunia, maka pada akhir tahun pun indeks harga saham umumnya akan bergerak naik.
Kebanyakan saham-saham yang mengalami fenomena window dressing tergolong sebagai penggerak utama IHSG atau memiliki kapitalisasi besar. Efek window dressing biasanya ditandai naiknya sejumlah saham dengan kenaikan diatas 5 – 10% hanya dalam satu hari perdagangan bursa.
Tampilan kece alias catatan kinerja yang bagus memang menjadi salah satu cara melahirkan kredibilitas dan kepercayaan. Analis saham Ellen May mengibaratkan window dressing ini seperti wanita yang sedang mempercantik tampilan wajahnya menggunakan kosmetik atau gadis kecil yang mempercantik rambutnya dangan pita.
SIMAK JUGA: Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya?
Nah, jelang akhir tahun 2020 ini, mayoritas emiten bukan tidak mungkin bakal terdampak window dressing karena fund manager yang mempercantik diri dan menggenjot pencapaian target tahunan jelang tutup buku. Momen ini sudah selayaknya dimanfaatkan untuk mengerek cuan.
Apalagi, window dressing ini ternyata bukan sekadar mitos atau prediksi semata. Hal ini dibenarkan dengan fakta historis IHSG yang cenderung naik di akhir tahun. Menurut catatan IHSG, hanya pada Desember 1997 dan 2000 saja IHSG tidak menguat.
Begitulah, window dressing memang memberikan dampak penguatan yang bisa dirasakan hingga Januari. Harga-harga saham cenderung terkerek sangat besar atau biasa dikenal dengan istilah Santa Claus Rally atau December Effect, istilah yang diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh Yale Hirsch di Stock Trader’s Almanac pada 1972.
Momen window dressing tentu tak boleh dilewatkan begitu saja oleh para investor saham. Momen ini merupakan momen emas untuk menikmati cuan saham. Apalagi, dalam beberapa pekan terakhir ini harga-harga saham cenderung terkoreksi dalam karena pandemi Covid-19. Jadi banyak saham memang layak dikoleksi.
Membeli saham-saham yang selama ini cenderung turun dan menjualnya saat-saat window dressing adalah salah satu cara jitu menikmati cuan jelang akhir tahun. Kendati demikian, ketelitian dan kecermatan dalam membeli dan menjual saham sangat diperlukan agar tidak rugi
Nah, bagi investor yang ingin menikmati cuan saat window dressing di akhir tahun, mulailah investasi saham saat ini juga dan jangan menunda-nunda lagi. Investasi saham tidak sesulit dan serumit yang dibayangkan karena sudah sangat gampang yang serba online dengan smartphone di genggaman tangan dan sudah sangat terjangkau terkait modal yang dibutuhkan.
Kendati demikian, ada tip khusus untuk mengeruk cuan saat fenomena ini terjadi, yakni pastikan kecermatan dalam memilih saham. Biasanya nih, selain memilih saham-saham yang bakal menjadi pendorong utama indeks, tetap pertimbangkan faktor fundamental dan teknikal saham yang dipilih karena belum tentu saham yang mengalami window dressing pada tahun sebelumnya akan mengalami pola yang sama pada tahun ini atau saham-saham yang selama pandemi Covid-19 anjlok akan terkerek naik.
SIMAK JUGA:5 Tip Trading Saham untuk Pemula dan Milenial
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Tip Mengeruk Cuan Window Dressing Saat Akhir Tahun appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Investasi untuk Para Youtuber hingga Selebgram Idaman appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Bedanya, para gadis milenial atau yang biasanya disebut dengan gadis Generasi Y ini menginginkan cowok yang kekinian alias gokil abis.
Kekinian artinya gaul dan tidak gaptek. Cowok yang begini ini tentu saja cowok yang tak ketinggalan teknologi.
SIMAK JUGA: 5 Tip Memulai Investasi ini Cocok untuk Siapa Pun
Tak mengherankan, profesi para cowok idaman pun kini terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, internet dan gadget mulai dari selebgram, youtuber, travel writer, beauty blogger, pemilik online shop, pemilik coffee shop hingga pemilik barber shop.
Boleh dikata, cowok dengan profesi-profesi ini adalah cowok idaman bagi para gadis millenial yang lahir di tahun 1980an sampai 2000an (berusia 17-37 tahun) atau di era kepesatan teknologi.
Dengan profesi-profesi yang notabene baru, bukan berarti para cowok tersebut tidak mapan. Bukan rahasia lagi, penghasilan mereka dengan profesi-profesi di atas tidak bisa dipandang sebelah mata.
Penghasilan mereka tak jarang jauh melebihi pekerjaan orang kantoran. Mereka inilah para cowok idaman gadis milenial dengan wajah yang nggak ngebosenin dan penghasilannya mereka pun menggiurkan.
Kesuksesan dan kemapanan para cowok idaman di usia muda ini mendatangkan daya tarik tersendiri bagi para gadis milenial. Dengan penghasilan gede di usia muda, mereka menapaki tangga kesuksesan dan kemapanan di usia muda.
SIMAK JUGA: Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya?
Nah, biar penghasilan tidak nganggur begitu saja, tentu saja perlu sarana yang mampu memaksimalkannya secara cerdas.
Mau tidak mau, para cowok idaman ini tidak boleh mengabaikan yang namanya tabungan. Hanya saja, cara menabungnya saja yang perlu diubah dan kudu kekinian.
Cara menabung yang kekinian ini tentu saja tak bisa dilepaskan dengan smartphone, sebuah perangkat yang memang tidak bisa lepas dari anak-anak zaman ini.
Cara menabung yang seperti ini kini sangat mungkin dilakukan untuk nabung reksa dana dan saham yang notabene akan memberikan imbal hasil lebih tinggi dari bunga tabungan dan deposito.
Investasi reksa dana dan saham kini sudah sangat mudah dilakukan.
SIMAK JUGA:Apa Itu Reksa Dana?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Investasi untuk Para Youtuber hingga Selebgram Idaman appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 4 Tip Kece Buat Investor Saham Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.
Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.
SIMAK JUGA:Kelemahan dan Kekurangan Aplikasi Neo HOTS Mobile Besutan Mirae Asset Sekuritas
Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.
Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.
Nah, biar kamu sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula dalam bertransaksi saham:
Saham gorengan adalah saham murah meriah yang tidak jelas fundamentalnya. Harga saham gorengan ini tiba-tiba bisa meroket harganya tanpa sebab yang jelas. Bukan rahasia lagi, di balik harga saham yang fluktuatifnya sangat ekstrem, entah tiba-tiba melejit atau tiba-tiba bisa anjlok, ternyata ada tangan-tangan yang bermain. Bagi investor pemula, sangat dianjurkan menghindari membeli saham gorengan. Meski menarik karena profitnya tinggi, tapi dalam sekejab bisa anjlok. Menghindari saham yang terlalu ekstrem fluktuasinya adalah solusi yang tepat agar potensi ruginya minim.
Saham yang fundamentalnya baik adalah saham blue chip. Ciri-ciri saham blue chip yaitu perusahaannya dikenal publik, usahanya jelas, produknya laku di pasaran, transparan dan tidak banyak utang. Bedanya dengan saham gorengan yang fluktuatif, pergerakan kenaikkan saham blue chip cenderung lambat, tapi pasti. Nah, saat sama-sama terkoreksi, saham blue chip bergerak naik lebih dulu begitu pasar saham pulih.
Tak dipungkiri, banyak investor merugi karena ikut-ikutan membeli saham yang sedang ngetren dan terutama terpengaruh komentar teman, media, komunitas dan analisis serampangan. Sangat dianjurkan, investor saham pemula melakukan analisa sendiri daripada ikut-ikutan. Dengan begitu, kamu memiliki alasan yang kuat untuk membeli saham tertentu.
Memulai investasi saham kini tidak memerlukan modal awal miliaran maupun triliunan rupiah. Bahkan, cukup dengan uang 100 ribu rupiah saja Anda sudah bisa mulai berinvestasi saham! Dengan 100 ribu rupiah Anda sudah bisa membeli 1 lot saham yang harga per lembarnya 1.000 rupiah. So, kamu tidak perlu kaya untuk memulai berinvestasi, tapi mulailah disiplin berinvestasi niscaya Anda akan menjadi kaya. Jadi, siapa bilang harus “mahal” untuk menjadi seorang investor pemula?
SIMAK JUGA: Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 4 Tip Kece Buat Investor Saham Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.
Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett misalnya mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan, Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.
SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya
Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.
Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.
SIMAK JUGA:5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial
Nah, biar kalian sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula (newbie) para milenial dalam bertransaksi saham:
SIMAK JUGA:8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 4 Tips Cerdas Meminimalkan Risiko dalam Investasi Saham appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Perlu dicatat di sini, salah satu dari banyak faktor yang menyebabkan kerugian dalam berinvestasi saham memang ada pada si Investor itu sendiri. Investor biasanya tidak cermat dalam menelaah dan membidik saham. Ketidakcermatan alias ketidakhati-hatian dalam menentukan saham yang hendak dipilih tak pelak menjangkiti para investor pemula. Oleh sebab itu, belajar dari waktu ke waktu adalah hukum absolut.
SIMAK JUGA: Inflasi “Pencuri” Uang Kita di Tabungan
W. Keit Schilit & Howard M. Schilit dalam bukunya Blue Chips & Hot Tips (1992) memaparkan 4 tips cerdas untuk meminimalkan risiko dalam berinvestasi saham. Tips ini tentu cocok bagi investor pemula dan investor senior untuk me-refresh kembali ilmu yang telah dimiliki:
Pertama, serius mengkaji produk dan pasar emiten. Investor perlu meluangkan waktu untuk menelaah secara cermat jenis dan kualitas produk serta produk-produk unggulan emiten. Target pasar utama, konsumen tetap, pangsa pasar dan pertumbuhan pasarnya perlu dicermati agar tidak salah pilih. Jangan sampai kita sebagai investor memilih emiten yang produk dan pasarnya hanya bagus dan digemari di awal-awal saja.
Kedua, pantau manajemen dan organisasi perusahaan. Mengetahui secara pasti siapa saja yang nangkring di jajaran manajemen, direktur dan komisaris penting untuk mengetahui independensi dan profesionalisme kerja mereka secara tim. Lebih baik lagi, jika investor mampu mengukur komitmen manajemen dan staf pada perusahaan, prestasi kerja dan karir mereka. Penting diketahui juga, apakah di perusahaan tersebut ada manajer yang dikategorikan tercela. Pastikan pula transparansi transaksi manajer dengan networknya, termasuk memastikan transaksi yang besar biasa dilakukan dengan prosedur dan pengawasan yang ketat.
SIMAK JUGA: Penasehat Investasi Saham
Ketiga, analisis laporan keuangan. Pilihan yang tepat tentu saja perusahaan dengan pendapatan besar dan cenderung terus tumbuh serta arus kasnya yang kuat dari sisi operasi. Investor tentu perlu menghindari perusahaan yang memiliki piutang, jumlah persediaan dan utang yang tinggi. Piutang yang besar mengindikasikan perusahaan bermasalah dalam penagihan. Kenyataan ini jelas membahayakan likuiditas. Terkait dengan perusahaan dengan jumlah persediaan tinggi, jelas mengidikasikan kesulitan dalam penjualan yang mengancam pendapatan perusahaan. Sementara itu, jika utang perusahaan terlalu tinggi, ini isyarat ekspansi perusahaan yang terlalu berlebihan. Utang yang tinggi mendatangkan ancaman ketidakmampuan perusahaan melunasi utang. Satu hal yang tak boleh diabaikan terkait laporan keuangan perusahaan yaitu catatan dan pendapat akuntan atau auditor yang merepresentasikan kondisi riil perusahaan.
Keempat, penataan keuangan. Investor sangat dianjurkan untuk memilih saham dari perusahaan yang menggunakan dana hasil penawaran perdana (IPO) untuk memperkuat pertumbuhan usaha di masa yang akan datang. Jika perusahaan menggunakan dana IPO hanya untuk memperkuat modal kerja dan membayar utang, perusahaan semacam ini perlu dicurigai.
Tips sederhana yang dipaparkan W. Keit Schilit & Howard M. Schilit ini tentu saja hanya satu dari banyak faktor untuk meminimalisir kerugian dan mendapatkan cuan. Nyatanya, ada komponen lain yang perlu mendapat atensi seperti tren, volume supply and demand, kondisi ekonomi makro, situasi sosial politik, keamanan dan masih banyak lagi. Selamat membidik saham secara lebih akurat dan ciptakan risiko rugi menjadi lebih kecil. (GWK)
SIMAK JUGA: 10 Tips Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 4 Tips Cerdas Meminimalkan Risiko dalam Investasi Saham appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>