The post Cara Menabung Saham dengan Aman dan Efektif untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Namun, untuk sukses, dibutuhkan strategi dan pengetahuan dasar. Artikel ini akan membahas cara nabung saham secara efektif, mulai dari pemahaman dasar hingga langkah-langkah praktisnya.
Nabung saham adalah strategi investasi yang melibatkan pembelian saham secara rutin dengan jumlah tertentu, terlepas dari kondisi pasar. Konsep ini mirip dengan menabung uang di bank, tetapi alih-alih menyimpan uang tunai, melainkan membeli saham perusahaan.
Tujuannya adalah untuk mengumpulkan saham secara bertahap hingga mencapai jumlah yang signifikan di masa depan.
SIMAK JUGA: Cuma Modal 5 Ribu! Ini 5 Jenis Investasi yang Bisa Kamu Coba Sekarang Juga!
Metode ini sangat cocok untuk pemula karena tidak memerlukan modal besar di awal. Selain itu, nabung saham membantu investor menghindari stres akibat fluktuasi pasar jangka pendek karena fokusnya adalah pada pertumbuhan jangka panjang.
Memilih saham yang tepat adalah kunci sukses dalam nabung saham. Saham yang dipilih harus sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Berikut ini adalah caranya:
Prioritaskan saham perusahaan yang memiliki fundamental kuat, seperti laba yang konsisten, manajemen yang baik, dan prospek bisnis yang cerah. Saham-saham seperti ini biasanya terdapat pada indeks LQ45 atau IDX30
Saham yang rutin membagikan dividen bisa menjadi pilihan yang baik untuk menabung. Dividen memberikan penghasilan tambahan sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang stabil.
Banyak aplikasi saham menyediakan fitur untuk mempelajari kinerja perusahaan. Gunakan aplikasi ini untuk membandingkan saham-saham potensial sebelum memutuskan untuk membeli.
Konsistensi adalah kunci dalam nabung saham. Dengan disiplin, maka dapat mengumpulkan saham dalam jumlah besar meskipun mulai dengan modal kecil. Berikut ini adalah tipsnya:
Buat jadwal untuk membeli saham, misalnya setiap bulan setelah menerima gaji. Ini akan membantu membentuk kebiasaan investasi yang baik.
Banyak sekuritas menyediakan fitur auto debit untuk membeli saham secara otomatis. Fitur ini dapat membantu menabung saham tanpa perlu khawatir lupa.
Jangan hanya membeli saham dari satu perusahaan. Diversifikasi portofolio ini bisa mengurangi resiko kerugian jika salah satu saham berkinerja buruk.
Menabung saham menawarkan berbagai keuntungan yang menjadikannya pilihan menarik bagi investor pemula maupun berpengalaman.
Tidak perlu modal besar untuk mulai menabung saham. Hanya dengan uang Rp100.000, maka sudah bisa membeli saham di beberapa perusahaan.
Dalam jangka panjang, keuntungan dari saham dapat meningkat secara eksponensial karena efek bunga berbunga (compounding).
Menabung saham dapat menyesuaikan jumlah investasi sesuai dengan kondisi keuangan. Jika memiliki dana lebih, maka bisa menambah jumlah saham yang dibeli.
Jadi, menabung saham adalah cara yang sederhana dan efektif untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Dengan memahami dasar-dasarnya, maka dapat mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Ingatlah bahwa kesuksesan dalam investasi membutuhkan kesabaran dan disiplin. Mulailah dari sekarang, dan nikmati hasilnya di masa depan!
SIMAK JUGA: Kenali Apa Itu Saham, Jenis-jenisnya dan Cara Meningkatkan Profit Secara Efektif
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: edufulus@gmail.
The post Cara Menabung Saham dengan Aman dan Efektif untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Padahal, yang namanya review itu sangat penting. Investor bisa mengetahui apakah transaksi saham yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan harapan atau belum.
Disiplin dalam review meningkatkan kualitas investasi atau trading. Dengan begitu, profit yang didapatkannya pun berpotensi meningkat.
SIMAK JUGA:Terlalu Banyak Diversifikasi Saham Bikin Rempong, Lha Idealnya Berapa Sih?
Pakar saham Desmond Wira dalam bukunya “Memulai Investasi Saham” menuliskan kalau review bisa dilakukan secara berkala, entah tiap bulan, tiap 3 bulan, tiap 6 bulan atau tiap tahun. Ada 4 hal yang perlu menjadi perhatian dalam review berkala.
Trading (trader) dekat dengan kegiatan membeli saham untuk dijual kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Paling lama saham yang telah dibeli dijual dalam hitungan bulan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Sementara itu, investasi (investor) erat kaitannya dengan kegiatan membeli saham untuk disimpan dan dijual kembali di masa depan. Jangka waktunya bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Nah, setelah sekian lama berkecimpung dengan jual-beli saham, tentunya tahu kecenderungan secara pribadi lebih cocok untuk trading atau investasi. Pilihan entah trader atau investor tentunya perlu diselaraskan dengan bakat, minat dan hasil selama ini. Kuncinya, jika selama ini telah menjadi trader, tapi hasilnya tidak memuaskan maka dengan mencoba menjadi investor bisa jadi lebih menguntungkan. Begitu juga sebaliknya.
Dalam jangka waktu tertentu hasil investasi atau trading itu perlu direview. Review ini efektif untuk mengecek apakah hasil transaksi saham selama ini sudah memuaskan atau belum. Jika belum memuaskan, perlu dicari penyebabnya, apakah analisis dan strateginya sudah baik atau belum. Jika merasa hasilnya sudah memuaskan, tentunya tidak boleh puas sampai di situ. Investor perlu memikirkan langkah-langkah baru agar hasil maksimal.
Baik investor atau trader membutuhkan strategi dalam praktik investasi atau tradingnya. Strategi ini biasanya merupakan panduan tentang saham apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli dan kapan menjualnya. Strategi ini perlu direview secara berkala dengan alasan-alasan yang rasional, terukur dan komprehensif biar hasil makin maksinal. Kalau hasil masih kurang memuaskan, strateginya perlu diubah.
Kumpulan saham yang dimiliki disebut dengan portofolio. Mengatur ulang penyusunan saham yang masuk ke portofolio sangat diperlukan untuk menentukan potensi untung-rugi di masa mendatang. Review berkala bermanfaat untuk mengecek dan menentukan saham-sahan mana saja yang layak dipertahankan. Dasar penentuan layak tidaknya suatu saham didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal.
SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai lembaga resmi pengatur perdagangan saham di pasar modal Indonesia ingin memastikan transaksi saham di pasar modal berjalan dengan baik. Karena itu, BEI membuat berbagai aturan dasar transaksi di pasar modal.
SIMAK JUGA:Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya
Berikut ini 6 aturan main paling dasar yang wajib diketahui dan dipahami para investor pemula (newbie):
1). Kaidah Umum Lot, Fraksi, Maksimum Kenaikan dan Penurunan Harga
Catatan:
2). Masa Penyelesaian Transaksi (Settlement)
Masa penyelesaian (Settlement) atau proses pemindah-bukuan transaksi saham dilakukan selama 3 Hari kerja, artinya saham yang Anda beli hari ini secara administratif akan tercatat sebagai milik anda pada 3 hari kerja kemudian, hal yang sama terjadi pada uang pembelian sahamnya akan dipotong secara administratif pada 3 hari kerja sejak dilakukan transaksi. Hal ini yang menyebabkan Anda tidak bisa langsung melakukan penarikan dana setelah menjual saham, karena secara proses administratif pemindah-bukuan belum selesai.
SIMAK JUGA: Wahai Investor Newbie, Waspadai Saham Gorengan!
3). Pasar
Ada 4 jenis pasar di bursa efek Indonesia :
4). Hari Perdagangan
Transaksi perdagangan saham hanya dapat dilakukan, kecuali terdapat hari libur nasional:
SIMAK JUGA: Investasi Reksa Dana dan Saham Sejak Dini Bisa Usir Momok Masa Pensiun
5). Jam Perdanganan
6). Prioritas Transaksi
Transaksi saham menggunakan sistem prioritas harga lalu prioritas waktu (price and time priority). Prioritas Harga: siapa pun yang memasukkan order permintaan dengan Harga Beli yang paling tinggi, akan mendapat prioritas utama untuk dapat bertemu dengan siapapun yang memasukkan order penawaran dengan Harga Jual (Offer Price atau Ask Price) yang paling rendah, sementara itu Prioritas Waktu: siapa pun yang memasukkan order beli atau jual lebih dahulu, akan mendapat prioritas pertama untuk dicocokkan (matched) oleh sistem.
SIMAK JUGA: Seluk Beluk Prinsip Islam di Pasar Modal Syariah
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.
Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett misalnya mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan, Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.
SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya
Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.
Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.
SIMAK JUGA:5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial
Nah, biar kalian sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula (newbie) para milenial dalam bertransaksi saham:
SIMAK JUGA:8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Sedikitnya 12 perusahaan pelat merah yang termasuk dalam 3 sektor, yakni finansial, konstruksi, dan pertambangan akan melakukan buyback saham. 12 BUMN yang berencana melakukan buyback saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS).
Tidak tanggung-tanggung, pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di pasar ini akan dilakukan dengan anggaran yang mencapai 7-8 triliun rupiah. Buyback dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak buruk corona lanjutan ke pasar saham dalam negeri.
Lalu apa itu buyback saham dan seperti apa mekanismenya? Buyback saham artinya pembelian kembali saham. Buyback (beli kembali) adalah proses pembelian kembali saham yang beredar di publik (outstanding share) yang dilakukan oleh perusahaan (emiten). Dalam proses buyback perusahaan menginvestasikan dana yang dimiliki untuk membeli saham perusahaannya sendiri dari publik.
Buyback saham secara umum untuk mencegah penurunan harga yang terlalu dalam, menaikkan laba bersih per saham (Earning Per Share atau EPS), dijual kembali ke karyawan atau diberikan begitu saja kepada karyawan, mengurangi jumlah pemegang saham hingga perusahaan yang ingin mengurangi jumlah dividen yang dibagikan pada pemegang saham.
Namun setidaknya ada 3 alasan paling mendasar mengapa emiten melakukan buyback saham:
Lantas seperti apa mekanisne buyback saham itu? setidaknya ada 2 mekanisme buyback saham:
Perusahaan memberikan penawaran kepada pemegang sahamnya bahwa perusahaan akan membeli sejumlah saham dengan kisaran harga tertentu (kisaran harganya ditentukan oleh perusahaan dan biasanya hampir selalu harga yang ditawarkan di atas harga di pasar). Bagi pemegang saham yang ingin mengikuti proses ini dapat mendaftarkan dirinya beserta dengan jumlah saham yang ingin dijual di harga yang diharapkan melalui sekuritas tempat membeli saham.
Perusahaan membeli saham di pasar reguler sesuai dengan harga yang berlaku di pasar. Pengumuman atau rumor adanya proses buyback di pasar reguler sering kali membuat harga melonjak karena ada sentimen peningkatan permintaan di saham ini.
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 10 Tip Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Lantas apa itu perusahaan sekuritas? Kata sekuritas sebenarnya diambil dari bahasa Inggris yaitu security (jamak: Securities) yang arti kasarnya berarti ‘keamanan’. Tapi bukan itu maksud yang sebenarnya arti sekuritas. Sekuritas bukan pula dalam arti satpam atau sekuriti. Hal ini perlu dipertegas karena tidak jarang yang dengar jawaban sekuritas, ada yang beranggapan itu sekuriti atau satpam.
Sebenarnya, istilah security dalam dunia keuangan berasal dari beberapa abad yang lalu yang artinya adalah jaminan (untuk menjamin/mensecure), yaitu ketika seseorang memiliki utang maka yang bersangkutan akan menjaminkan propertinya yang juga dinamakan security dalam proses ini. Lama-kelamaaan istilah ini berkembang untuk setiap dokumen jaminan atau pernyataan hutang, dan akhirnya diadopsi luas sebagai istilah untuk surat berharga.
SIMAK JUGA: Inflasi “Pencuri” Uang Kita di Tabungan
So, sekuritas berarti surat hutang yang dapat dengan mudah dan cepat dijadikan uang atau kas atau diuangkan. Dengan demikian, perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang transaksi sekuritas atau surat berharga, dalam hal ini sebagai perantara antara nasabah dan pasar modal.
Sementara itu, istilah efek dalam konteks pasar modal tidaklah berasal dari bahasa Inggris, akan tetapi dari bahasa Belanda, yaitu effecten, yang artinya adalah surat berharga keuangan. Seperti dikutip dari Wikipedia Belanda: “Effecten (het woord wordt praktisch altijd in het meervoud gebruikt) zijn verhandelbare rechten die een financiële waarde vertegenwoordigen, zoals aandelen, obligaties, opties en termijncontracten”.
Tugas utama sekuritas atau perusahaan efek menjadi perantara atau pialang antara investor dan pusat pasar modal dalam bertransaksi, baik itu di pasar saham, obligasi, sukuk, SUN, reksa dana dan lainnya.
SIMAK JUGA: Penasehat Investasi Saham
Seiring dengan perkembangan zaman dan kesadaran investasi saham di Indonesia, pertumbuhan sekuritas di Indonesia juga cukup subur. Perusahaan sekuritas di Indonesia kini telah mencapai lebih dari seratus, mulai dari yang berplat merah (pemerintah/BUMN), swasta nasional, dan asing.
Jumlah yang cukup banyak ini memberikan alternatif pilihan, tetapi pada saat yang sama bisa membuat bingung masyarakat. Oleh sebab itu, selain hal mendasar dalam pemilihan sekuritas yakni memilih sekuritas yang dapat dipercaya karena memiliki izin yang legal (Lihat daftar perusahaan sekuritas di BEI di website resmi IDX yang sudah memiliki izin resmi untuk beroperasi), ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan, yakni:
SIMAK JUGA: Inilah Sekuritas Terbaik dan Terpercaya Berdasarkan Total Volume Trading Terbanyak
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 10 Tip Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat generasi milenial berusia 21-30 tahun mendominasi investor ritel di pasar modal Indonesia. Persentase investor muda pada penghujung tahun 2018 mencapai 39,72% dari total investor pasar modal yang berjumlah 1,6 juta investor atau sekitar 635.ooo investor.
Sementara itu, investor yang berusia 31-40 tahun mencapai 25,34% dari total investor, investor berusia 41-50 tahun mencapai 18,69%, investor berusia 51-60 tahun 10,69%, dan investor berusia di atas 60 tahun 5,56%. Investor tersebut terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga (SBSN), serta efek lainnya yang tercatat di KSEI.
SIMAK JUGA:Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya?
Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan kondisi pada 2017. Tahun 2017 persentase investor milenial mencapai 26,2% dari total investor pasar modal yang berjumlah 1,1 juta investor. Sehingga, jumlah investor milenial tahun lalu hanya sekitar 288.000 investor.
Peningkatan ini patut diapresiasi. Harus diakui, antusiasme ini belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup dengan strategi mendulang cuan saham. Nah, biar mahir dalam nabung saham, berikut ini 5 cara yang bisa dipertimbangkan:
SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>