Nabung Saham Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/nabung-saham/ The Path To Financial Freedom Fri, 06 Dec 2024 01:27:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.2 https://www.edufulus.com/wp-content/uploads/2019/06/cropped-ICON-Edufulus-32x32.png Nabung Saham Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/nabung-saham/ 32 32 Cara Menabung Saham dengan Aman dan Efektif untuk Pemula https://www.edufulus.com/cara-menabung-saham-dengan-aman-dan-efektif-untuk-pemula/ https://www.edufulus.com/cara-menabung-saham-dengan-aman-dan-efektif-untuk-pemula/#respond Fri, 06 Dec 2024 01:27:19 +0000 https://www.edufulus.com/?p=2872 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com — Investasi saham kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai cara untuk mencapai kebebasan finansial. Salah satu metode investasi yang cocok untuk pemula adalah dengan menabung saham. Namun, [...]

The post Cara Menabung Saham dengan Aman dan Efektif untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com — Investasi saham kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai cara untuk mencapai kebebasan finansial. Salah satu metode investasi yang cocok untuk pemula adalah dengan menabung saham.

Namun, untuk sukses, dibutuhkan strategi dan pengetahuan dasar. Artikel ini akan membahas cara nabung saham secara efektif, mulai dari pemahaman dasar hingga langkah-langkah praktisnya.

Apa Itu Nabung Saham?

Nabung saham adalah strategi investasi yang melibatkan pembelian saham secara rutin dengan jumlah tertentu, terlepas dari kondisi pasar. Konsep ini mirip dengan menabung uang di bank, tetapi alih-alih menyimpan uang tunai, melainkan membeli saham perusahaan.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan saham secara bertahap hingga mencapai jumlah yang signifikan di masa depan.

SIMAK JUGA: Cuma Modal 5 Ribu! Ini 5 Jenis Investasi yang Bisa Kamu Coba Sekarang Juga!

Metode ini sangat cocok untuk pemula karena tidak memerlukan modal besar di awal. Selain itu, nabung saham membantu investor menghindari stres akibat fluktuasi pasar jangka pendek karena fokusnya adalah pada pertumbuhan jangka panjang.

Cara Memilih Saham untuk Ditabung

Memilih saham yang tepat adalah kunci sukses dalam nabung saham. Saham yang dipilih harus sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Berikut ini adalah caranya:

1. Pilih Saham dari Perusahaan Berkualitas

Prioritaskan saham perusahaan yang memiliki fundamental kuat, seperti laba yang konsisten, manajemen yang baik, dan prospek bisnis yang cerah. Saham-saham seperti ini biasanya terdapat pada indeks LQ45 atau IDX30

2. Fokus pada Saham dengan Dividen

Saham yang rutin membagikan dividen bisa menjadi pilihan yang baik untuk menabung. Dividen memberikan penghasilan tambahan sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang stabil.

3. Gunakan Aplikasi Saham untuk Analisis

Banyak aplikasi saham menyediakan fitur untuk mempelajari kinerja perusahaan. Gunakan aplikasi ini untuk membandingkan saham-saham potensial sebelum memutuskan untuk membeli.

Tips Menabung Saham Secara Konsisten

Konsistensi adalah kunci dalam nabung saham. Dengan disiplin, maka dapat mengumpulkan saham dalam jumlah besar meskipun mulai dengan modal kecil. Berikut ini adalah tipsnya:

1. Tetapkan Jadwal Investasi Rutin

Buat jadwal untuk membeli saham, misalnya setiap bulan setelah menerima gaji. Ini akan membantu membentuk kebiasaan investasi yang baik.

2. Manfaatkan Fitur Auto Debit

Banyak sekuritas menyediakan fitur auto debit untuk membeli saham secara otomatis. Fitur ini dapat membantu menabung saham tanpa perlu khawatir lupa.

3. Diversifikasi Investasi

Jangan hanya membeli saham dari satu perusahaan. Diversifikasi portofolio ini bisa mengurangi resiko kerugian jika salah satu saham berkinerja buruk.

Keuntungan Nabung Saham

Menabung saham menawarkan berbagai keuntungan yang menjadikannya pilihan menarik bagi investor pemula maupun berpengalaman.

1. Modal Awal Kecil

Tidak perlu modal besar untuk mulai menabung saham. Hanya dengan uang Rp100.000, maka sudah bisa membeli saham di beberapa perusahaan.

2. Efek Compounding

Dalam jangka panjang, keuntungan dari saham dapat meningkat secara eksponensial karena efek bunga berbunga (compounding).

3. Fleksibilitas

Menabung saham dapat menyesuaikan jumlah investasi sesuai dengan kondisi keuangan. Jika memiliki dana lebih, maka bisa menambah jumlah saham yang dibeli.

Jadi, menabung saham adalah cara yang sederhana dan efektif untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Dengan memahami dasar-dasarnya, maka dapat mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Ingatlah bahwa kesuksesan dalam investasi membutuhkan kesabaran dan disiplin. Mulailah dari sekarang, dan nikmati hasilnya di masa depan!

SIMAK JUGA: Kenali Apa Itu Saham, Jenis-jenisnya dan Cara Meningkatkan Profit Secara Efektif

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: edufulus@gmail.

The post Cara Menabung Saham dengan Aman dan Efektif untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/cara-menabung-saham-dengan-aman-dan-efektif-untuk-pemula/feed/ 0
Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? https://www.edufulus.com/wajib-disiplin-review-saham-berkala-apa-saja-yang-perlu-ditinjau/ https://www.edufulus.com/wajib-disiplin-review-saham-berkala-apa-saja-yang-perlu-ditinjau/#respond Tue, 22 Dec 2020 02:20:03 +0000 https://edufulus.com/?p=568 The Path To Financial Freedom – EduFulus.com –Investor yang terjun ke pasar modal dan melakukan transaksi jual-beli saham kerap menyepelekan apa yang dinamakan dengan review atau tinjauan secara berkala atas apa saja yang selama ini dilakukan [...]

The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom – EduFulus.com –Investor yang terjun ke pasar modal dan melakukan transaksi jual-beli saham kerap menyepelekan apa yang dinamakan dengan review atau tinjauan secara berkala atas apa saja yang selama ini dilakukan dalam bertransaksi.

Padahal, yang namanya review itu sangat penting. Investor bisa mengetahui apakah transaksi saham yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan harapan atau belum.

Disiplin dalam review meningkatkan kualitas investasi atau trading. Dengan begitu, profit yang didapatkannya pun berpotensi meningkat.

SIMAK JUGA:Terlalu Banyak Diversifikasi Saham Bikin Rempong, Lha Idealnya Berapa Sih?

Pakar saham Desmond Wira dalam bukunya “Memulai Investasi Saham” menuliskan kalau review bisa dilakukan secara berkala, entah tiap bulan, tiap 3 bulan, tiap 6 bulan atau tiap tahun. Ada 4 hal yang perlu menjadi perhatian dalam review berkala.

Pilihan Jadi Trader Atau Investor

Trading (trader) dekat dengan kegiatan membeli saham untuk dijual kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Paling lama saham yang telah dibeli dijual dalam hitungan bulan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Sementara itu, investasi (investor) erat kaitannya dengan kegiatan membeli saham untuk disimpan dan dijual kembali di masa depan. Jangka waktunya bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Nah, setelah sekian lama berkecimpung dengan jual-beli saham, tentunya tahu kecenderungan secara pribadi lebih cocok untuk trading atau investasi. Pilihan entah trader atau investor tentunya perlu diselaraskan dengan bakat, minat dan hasil selama ini. Kuncinya, jika selama ini telah menjadi trader, tapi hasilnya tidak memuaskan maka dengan mencoba menjadi investor bisa jadi lebih menguntungkan. Begitu juga sebaliknya.

Review Hasil

Dalam jangka waktu tertentu hasil investasi atau trading itu perlu direview. Review ini efektif untuk mengecek apakah hasil transaksi saham selama ini sudah memuaskan atau belum. Jika belum memuaskan, perlu dicari penyebabnya, apakah analisis dan strateginya sudah baik atau belum. Jika merasa hasilnya sudah memuaskan, tentunya tidak boleh puas sampai di situ. Investor perlu memikirkan langkah-langkah baru agar hasil maksimal.

Review Strategi

Baik investor atau trader membutuhkan strategi dalam praktik investasi atau tradingnya. Strategi ini biasanya merupakan panduan tentang saham apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli dan kapan menjualnya. Strategi ini perlu direview secara berkala dengan alasan-alasan yang rasional, terukur dan komprehensif biar hasil makin maksinal. Kalau hasil masih kurang memuaskan, strateginya perlu diubah.

Review Portofolio

Kumpulan saham yang dimiliki disebut dengan portofolio. Mengatur ulang penyusunan saham yang masuk ke portofolio sangat diperlukan untuk menentukan potensi untung-rugi di masa mendatang. Review berkala bermanfaat untuk mengecek dan menentukan saham-sahan mana saja yang layak dipertahankan. Dasar penentuan layak tidaknya suatu saham didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal.

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/wajib-disiplin-review-saham-berkala-apa-saja-yang-perlu-ditinjau/feed/ 0
Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu https://www.edufulus.com/begini-lho-aturan-main-investasi-saham-di-bei-investor-pemula-newbie-wajib-tahu/ https://www.edufulus.com/begini-lho-aturan-main-investasi-saham-di-bei-investor-pemula-newbie-wajib-tahu/#respond Sat, 04 Jul 2020 03:00:19 +0000 https://edufulus.com/?p=463 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investor pemula (newbie) yang baru nyemplung di dunia pasar modal dengan menikmati investasi (jual-beli) saham wajib tahu dan paham kalau transaksi jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) [...]

The post Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investor pemula (newbie) yang baru nyemplung di dunia pasar modal dengan menikmati investasi (jual-beli) saham wajib tahu dan paham kalau transaksi jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu ada aturan mainnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai lembaga resmi pengatur perdagangan saham di pasar modal Indonesia ingin memastikan transaksi saham di pasar modal berjalan dengan baik. Karena itu, BEI membuat berbagai aturan dasar transaksi di pasar modal.

SIMAK JUGA:Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

Berikut ini 6 aturan main paling dasar yang wajib diketahui dan dipahami para investor pemula (newbie):

1). Kaidah Umum Lot, Fraksi, Maksimum Kenaikan dan Penurunan Harga

  • Harga saham terendah adalah Rp. 50
  • Minimum transaksi adalah 1 Lot (100 Lembar)
  • Fraksi Harga Saham

    50 – 200 : Kelipatan Rp. 1 (Batas Kenaikan Maksimal dalam 1 Hari: +35% dan Batas Penurunan Maksimal dalam 1 Hari: -35%)

    200 – 500 : Kelipatan Rp. 2

    500 – 2000 : Kelipatan Rp. 5

    2000 – 5000 : Kelipatan Rp. 10 (Batas Kenaikan Maksimal dalam 1 Hari: +25% dan Batas Penurunan Maksimal dalam 1 Hari: -25%)

    (>) 5000 : Kelipatan Rp. 25 (Batas Kenaikan Maksimal dalam 1 Hari: +20% dan Batas Penurunan Maksimal dalam 1 Hari : -20%)

Catatan:

  • Transaksi saham di luar ketentuan ketentuan di atas akan otomatis di tolak oleh sistem JATS.
  • Jika dalam 3 hari berturut-turut satu saham naik atau turun menyentuh batas maksimalnya maka BEI akan menerbitkan pengumuman UMA (Unnusual Market Activity) pada saham tersebut dan menghentikan (suspensi) perdagangan di hari ke empat.

2). Masa Penyelesaian Transaksi (Settlement)
Masa penyelesaian (Settlement) atau proses pemindah-bukuan transaksi saham dilakukan selama 3 Hari kerja, artinya saham yang Anda beli hari ini secara administratif akan tercatat sebagai milik anda pada 3 hari kerja kemudian, hal yang sama terjadi pada uang pembelian sahamnya akan dipotong secara administratif pada 3 hari kerja sejak dilakukan transaksi. Hal ini yang menyebabkan Anda tidak bisa langsung melakukan penarikan dana setelah menjual saham, karena secara proses administratif pemindah-bukuan belum selesai.

SIMAK JUGA: Wahai Investor Newbie, Waspadai Saham Gorengan!

3). Pasar
Ada 4 jenis pasar di bursa efek Indonesia :

  • Pasar Tunai
    Pasar transaksi saham yang pembayaran & penerimaan sahamnya dilaksanakan pada T+0, pasar ini biasanya diperuntukkan untuk penebusan saham baru.
  • Pasar Tutup Sendiri
    Pasar transaksi saham yang dilakukan oleh 2 pihak yang mengenal satu sama lain dan berhasil membuat kesepakatan untuk menjual saham dalam jumlah tertentu dan harga tertentu tanpa mengikuti kaidah lot, maksimum kenaikan-penurunan, batas minimum harga saham dan aturan fraksi harga dalam satu perusahaan sekuritas yang sama, penyelesaian transaksi sesuai dengan kesepakatan antara pembeli & penjual.
  • Pasar Negosiasi
    Pasar transaksi saham yang dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak saling mengenal dan berbeda ataupun sama sekuritas untuk saham tanpa mengikuti kaidah kaidah lot, maksimum kenaikan-penurunan, batas minimum harga saham dan aturan fraksi harga, penyelesaian transaksi sesuai dengan kesepakatan antara pembeli & penjual.
  • Pasar Reguler
    Pasar umum transaksi saham, para Trade melakukan transaksi dipasar ini dengan mengikuti kaidah lot, maksimum kenaikan-penurunan, batas minimum harga saham dan aturan fraksi harga.

4). Hari Perdagangan
Transaksi perdagangan saham hanya dapat dilakukan, kecuali terdapat hari libur nasional:

  • Hari Transaksi: Senin – Jumat*
  • Hari Libur: Sabtu Minggu

SIMAK JUGA: Investasi Reksa Dana dan Saham Sejak Dini Bisa Usir Momok Masa Pensiun

5). Jam Perdanganan

  • Server Sekuritas
    20.00 WIB – 08.44 WIB : Orderan sudah saat diinput (booking order)
  • Server BEI
    08.45 WIB : Booking order masuk ke server BEI
    08.55 WIB : Pre-Opening, seluruh order yang masuk ke server BEI pada pukul 08.45 WIB mulai dipertemukan namun hanya khusus untuk saham LQ45.
    09.00 WIB : Transaksi perdagangan saham sesi 1 dibuka secara reguler untuk seluruh saham.
    12.00 WIB – 13.30 WIB
    11.30 WIB – 14.00 WIB* : Perdagangan saham diistirahatkan sementara
    13.30 WIB
    14.00 WIB* : Transaksi perdagangan saham sesi II dibuka secara reguler untuk seluruh saham.
    15.49 WIB : Pre-Closing, Transaksi perdagangan saham dihentikan ,sementara, menunggu Closing. Trader masih dapat melakukan order beli dan jual pada saat ini namun transaksi akan dipertemukan ketika Closing.
    16.00 WIB : Closing, penutupan perdagangan dimana seluruh order yang masuk ketika pare-closing dipertemukan inilah titik dimana harga penutupan saham dan indeks ditentukan.
    16.01 – 16.05 WIB : Post-Closing Negosiasi, Transaksi yang dilakukan setelah Market closing namun terjadi di pasar negosiasi sehingga tidak mengubah harga saham dan indeks.
    16.05 – 16.15 WIB : Post-Closing Reguler, Transaksi yang dilakukan setelah Market closing dan terjadi dipasar reguler namun hanya dapat dilakukan diharga terakhir perdagangan sehingga harga tidak berubah.

6). Prioritas Transaksi
Transaksi saham menggunakan sistem prioritas harga lalu prioritas waktu (price and time priority). Prioritas Harga: siapa pun yang memasukkan order permintaan dengan Harga Beli yang paling tinggi, akan mendapat prioritas utama untuk dapat bertemu dengan siapapun yang memasukkan order penawaran dengan Harga Jual (Offer Price atau Ask Price) yang paling rendah, sementara itu Prioritas Waktu: siapa pun yang memasukkan order beli atau jual lebih dahulu, akan mendapat prioritas pertama untuk dicocokkan (matched) oleh sistem.

SIMAK JUGA: Seluk Beluk Prinsip Islam di Pasar Modal Syariah

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/begini-lho-aturan-main-investasi-saham-di-bei-investor-pemula-newbie-wajib-tahu/feed/ 0
Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini https://www.edufulus.com/kamu-newbie-dalam-investasi-saham-kuy-simak-5-tip-untuk-pemula-ini/ https://www.edufulus.com/kamu-newbie-dalam-investasi-saham-kuy-simak-5-tip-untuk-pemula-ini/#respond Tue, 19 May 2020 13:34:09 +0000 https://edufulus.com/?p=436 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com –  Masyarakat Indonesia masih banyak yang takut terjun ke investasi saham karena dihantui cerita-cerita menyeramkan tentang investor yang bangkrut. Uang mereka ludes hingga jatuh miskin. Padahal, kisah mereka yang [...]

The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com –  Masyarakat Indonesia masih banyak yang takut terjun ke investasi saham karena dihantui cerita-cerita menyeramkan tentang investor yang bangkrut. Uang mereka ludes hingga jatuh miskin. Padahal, kisah mereka yang bangkrut itu sejatinya tidak sebanding dengan kisah investor yang sukses mendulang cuan di pasar saham.

Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.

Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett misalnya mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan, Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.

SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya

Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.

Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.

SIMAK JUGA:5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial

Nah, biar kalian sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula (newbie) para milenial dalam bertransaksi saham:

  1. Hindari Saham Gorengan
    Saham gorengan adalah saham murah meriah yang tidak jelas fundamentalnya. Harga saham gorengan ini tiba-tiba bisa meroket harganya tanpa sebab yang jelas. Bukan rahasia lagi, di balik harga saham yang fluktuatifnya sangat ekstrem, entah tiba-tiba melejit atau tiba-tiba bisa anjlok, ternyata ada tangan-tangan yang bermain. Bagi investor pemula, sangat dianjurkan menghindari membeli saham gorengan. Meski menarik karena profitnya tinggi, tapi dalam sekejab bisa anjlok. Menghindari saham yang terlalu ekstrem fluktuasinya adalah solusi yang tepat agar potensi ruginya minim.
  2. Belilah Saham Blue Chip
    Saham yang fundamentalnya baik adalah saham blue chip. Ciri-ciri saham blue chip yaitu perusahaannya dikenal publik, usahanya jelas, produknya laku di pasaran, transparan dan tidak banyak utang. Bedanya dengan saham gorengan yang fluktuatif, pergerakan kenaikkan saham blue chip cenderung lambat, tapi pasti. Nah, saat sama-sama terkoreksi, saham blue chip bergerak naik lebih dulu begitu pasar saham pulih.
  3. Jangan Ikut-ikutan
    Tak dipungkiri, banyak investor merugi karena ikut-ikutan membeli saham yang sedang ngetren dan terutama terpengaruh komentar teman, media, komunitas dan analisis serampangan. Sangat dianjurkan, investor saham pemula melakukan analisa sendiri daripada ikut-ikutan. Dengan begitu, kamu memiliki alasan yang kuat untuk membeli saham tertentu.
  4. Mulailah dengan Modal Kecil
    Memulai investasi saham kini tidak memerlukan modal awal miliaran maupun triliunan rupiah. Bahkan, cukup dengan uang 100 ribu rupiah saja Anda sudah bisa mulai berinvestasi saham! Dengan 100 ribu rupiah Anda sudah bisa membeli 1 lot saham yang harga per lembarnya 1000 rupiah. So, Anda tidak perlu kaya untuk memulai berinvestasi, tapi mulailah disiplin berinvestasi niscaya Anda akan menjadi kaya. Jadi, siapa bilang harus “mahal” untuk menjadi seorang investor pemula?
  5. Tak Berlebihan Pakai Margin
    Menggunakan margin yang diberikan sekuritas secara berlebihan biasa dialami mereka yang tergiur untung cepat sehingga rakus membeli saham hingga melebihi batas. Tak tahunya, saham yang dibeli justru tak menguntungkan. (GWK)

SIMAK JUGA:8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/kamu-newbie-dalam-investasi-saham-kuy-simak-5-tip-untuk-pemula-ini/feed/ 0
Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya? https://www.edufulus.com/apa-itu-buyback-saham-dan-seperti-apa-sih-mekanismenya/ https://www.edufulus.com/apa-itu-buyback-saham-dan-seperti-apa-sih-mekanismenya/#respond Sat, 14 Mar 2020 13:05:17 +0000 https://edufulus.com/?p=405 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Akhir-akhir ini istilah “Buyback” saham sedang naik daun dan santer diberitakan saat pasar modal Indonesia terguncang kasus Corona yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoyak. IHSG jeblok! [...]

The post Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Akhir-akhir ini istilah “Buyback” saham sedang naik daun dan santer diberitakan saat pasar modal Indonesia terguncang kasus Corona yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoyak. IHSG jeblok!

Sedikitnya 12 perusahaan pelat merah yang termasuk dalam 3 sektor, yakni finansial, konstruksi, dan pertambangan akan melakukan buyback saham. 12 BUMN yang berencana melakukan buyback saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS).

Tidak tanggung-tanggung, pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di pasar ini akan dilakukan dengan anggaran yang mencapai 7-8 triliun rupiah. Buyback dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak buruk corona lanjutan ke pasar saham dalam negeri.

SIMAK JUGA:Apa Itu Window Dressing?

Lalu apa itu buyback saham dan seperti apa mekanismenya? Buyback saham artinya pembelian kembali saham. Buyback (beli kembali) adalah proses pembelian kembali saham yang beredar di publik (outstanding share) yang dilakukan oleh perusahaan (emiten). Dalam proses buyback perusahaan menginvestasikan dana yang dimiliki untuk membeli saham perusahaannya sendiri dari publik.

Buyback saham secara umum untuk mencegah penurunan harga yang terlalu dalam, menaikkan laba bersih per saham (Earning Per Share atau EPS), dijual kembali ke karyawan atau diberikan begitu saja kepada karyawan, mengurangi jumlah pemegang saham hingga perusahaan yang ingin mengurangi jumlah dividen yang dibagikan pada pemegang saham.

Namun setidaknya ada 3 alasan paling mendasar mengapa emiten melakukan buyback saham:

  • Pertama, menaikkan rasio keuangan. Semakin sedikit saham beredar maka rasio earning per share (EPR) akan semakin meningkat. EPR menjadi salah satu indikator penilaian fundamental apakah perusahaan tersebut sehat atau tidak. Logikanya jika jumlah saham beredar berkurang maka secara otomatis ratio earning per share (keuntungan per lembar saham) perusahaan menjadi meningkat, oleh karena itu aksi buyback juga sering kali bertujuan untuk menaikan rasio keuangan perusahaan, dimana rasio keuangan adalah salah satu point penting dalam menganalisa fundamental suatu perusahaan.
  • Kedua, menghindarkan harga saham yang sedang mengalami tren penurunan seperti saat ini. Buyback saham dilakukan agar harganya tidak semakin turun. Harapannya, psikologi investor akan terpengaruh saat saham yang sedang turun tiba-tiba dibeli dalam jumlah besar. Dengan begitu, saham pun terdongkrak dan investor tertarik untuk mengoleksinya kembali. Khusus untuk Maret 2020, buyback saham dilakukan untuk mencegah penurunan harga yang terlalu dalam.
  • Ketiga, cadangan modal. Buyback dilakukan untuk cadangan modal. Diketahui, dengan aksi buyback maka hasilnya menjadi saham treasury yang akan disimpan perusahaan dan dapat dijual kembali ketika harga saham mengalami tren kenaikan. Dengan begitu, perusahaan berpotensi mendapatkan capital gain. Otomatis, dengan melakukan pembelian kembali saham yang beredar di publik, jumlah keuntungan yang harus disetor perusahaan melalui pembagian dividen pada nasabah akan berkurang, karena jumlah saham yang beredar menyusut.

SIMAK JUGA: Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula

Lantas seperti apa mekanisne buyback saham itu? setidaknya ada 2 mekanisme buyback saham:

  • Tender Offer

Perusahaan memberikan penawaran kepada pemegang sahamnya bahwa perusahaan akan membeli sejumlah saham dengan kisaran harga tertentu (kisaran harganya ditentukan oleh perusahaan dan biasanya hampir selalu harga yang ditawarkan di atas harga di pasar). Bagi pemegang saham yang ingin mengikuti proses ini dapat mendaftarkan dirinya beserta dengan jumlah saham yang ingin dijual di harga yang diharapkan melalui sekuritas tempat membeli saham.

  • Pembelian Reguler di Saham Terbuka

Perusahaan membeli saham di pasar reguler sesuai dengan harga yang berlaku di pasar. Pengumuman atau rumor adanya proses buyback di pasar reguler sering kali membuat harga melonjak karena ada sentimen peningkatan permintaan di saham ini.

SIMAK JUGA: Seluk Beluk Prinsip Islam di Pasar Modal Syariah

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/apa-itu-buyback-saham-dan-seperti-apa-sih-mekanismenya/feed/ 0
10 Tip Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik https://www.edufulus.com/10-tip-memilih-sekuritas-masa-kini-yang-terbaik/ https://www.edufulus.com/10-tip-memilih-sekuritas-masa-kini-yang-terbaik/#respond Thu, 29 Aug 2019 14:56:06 +0000 https://edufulus.com/?p=331 The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Langkah pertama yang harus dilakukan saat ingin menikmati investasi saham yaitu membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) atau Rekening Dana Investor (RDI). Uniknya, membuka rekening efek hanya bisa [...]

The post 10 Tip Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Langkah pertama yang harus dilakukan saat ingin menikmati investasi saham yaitu membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) atau Rekening Dana Investor (RDI). Uniknya, membuka rekening efek hanya bisa dilakukan melalui perusahaan efek atau sebutan lainnya broker atau sekuritas.

Lantas apa itu perusahaan sekuritas? Kata sekuritas sebenarnya diambil dari bahasa Inggris yaitu security (jamak: Securities) yang arti kasarnya berarti ‘keamanan’. Tapi bukan itu maksud yang sebenarnya arti sekuritas. Sekuritas bukan pula dalam arti satpam atau sekuriti. Hal ini perlu dipertegas karena tidak jarang yang dengar jawaban sekuritas, ada yang beranggapan itu sekuriti atau satpam.

Sebenarnya, istilah security dalam dunia keuangan berasal dari beberapa abad yang lalu yang artinya adalah jaminan (untuk menjamin/mensecure), yaitu ketika seseorang memiliki utang maka yang bersangkutan akan menjaminkan propertinya yang juga dinamakan security dalam proses ini. Lama-kelamaaan istilah ini berkembang untuk setiap dokumen jaminan atau pernyataan hutang, dan akhirnya diadopsi luas sebagai istilah untuk surat berharga.

SIMAK JUGA: Inflasi “Pencuri” Uang Kita di Tabungan

So, sekuritas berarti surat hutang yang dapat dengan mudah dan cepat dijadikan uang atau kas atau diuangkan. Dengan demikian, perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang transaksi sekuritas atau surat berharga, dalam hal ini sebagai perantara antara nasabah dan pasar modal.

Sementara itu, istilah efek dalam konteks pasar modal tidaklah berasal dari bahasa Inggris, akan tetapi dari bahasa Belanda, yaitu effecten, yang artinya adalah surat berharga keuangan. Seperti dikutip dari Wikipedia Belanda: “Effecten (het woord wordt praktisch altijd in het meervoud gebruikt) zijn verhandelbare rechten die een financiële waarde vertegenwoordigen, zoals aandelen, obligaties, opties en termijncontracten”.

Tugas utama sekuritas atau perusahaan efek menjadi perantara atau pialang antara investor dan pusat pasar modal dalam bertransaksi, baik itu di pasar saham, obligasi, sukuk, SUN, reksa dana dan lainnya.

SIMAK JUGA: Penasehat Investasi Saham

Seiring dengan perkembangan zaman dan kesadaran investasi saham di Indonesia, pertumbuhan sekuritas di Indonesia juga cukup subur. Perusahaan sekuritas di Indonesia kini telah mencapai lebih dari seratus, mulai dari yang berplat merah (pemerintah/BUMN), swasta nasional, dan asing.

Jumlah yang cukup banyak ini memberikan alternatif pilihan, tetapi pada saat yang sama bisa membuat bingung masyarakat. Oleh sebab itu, selain hal mendasar dalam pemilihan sekuritas yakni memilih sekuritas yang dapat dipercaya karena memiliki izin yang legal (Lihat daftar perusahaan sekuritas di BEI di website resmi IDX yang sudah memiliki izin resmi untuk beroperasi), ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan, yakni:

  1. Tercatat sebagai Anggota Bursa
    Sudah sepantasnya sebuah perusahaan yang berprofesi sebagai broker atau pialang saham memiliki sertifikat perantara pedagang efek dan tercatat oleh Bursa Efek Indonesia sebagai anggota bursa. Selain itu, alamat perusahaan pun harus jelas. Ini harus dicek kebenarannya.
  2. Trusted platform
    Platform yang terpercaya biasanya diperkaya dengan fitur-fitur yang lengkap. Fitur-fitur dibuat untuk memudahkan investor saham mendulang cuan saham maksimal. Menarik kiranya tatkala fitur-fitur lengkap yang ada di platform investasi saham tersebut gratis, meski hanya sekuritas tertentu yang memberikannya secara cuma-cuma. Memilih sekuritas dengan trusted platform memudahkan investor mendulang cuan.
  3. User-friendly platform
    Platform investasi saham yang mudah dalam penggunaannya alias nggak ribet menjadi dambaan setiap investor. Apalagi, platform investasi sahamnya bisa dinikmati dengan berbagai gadget. Oleh sebab itu, pilihlah sekuritas yang menawarkan platform investasi saham yang nggak ribet alias user-friendly. Untuk itu, membaca review dan komen masyarakat di internet juga penting.
  4. Pilih sekuritas dengan setoran terjangkau
    Saat membuka rekening efek saham di sekuritas, investor biasanya diminta menyetorkan dana. Adapun jumlah dananya bervariasi, ada yang minimal 5 juta rupiah, 10 juta rupiah, hingga 50 juta rupiah. Namun, sekuritas yang tidak membebani investor dengan setoran minimal yang gede alias bisa dengan dana terjangkau (affordable deposit) juga ada. Sejumlah sekuritas memungkinkan masyarakat membuka rekening efek dengan dana terjangkau. Dengan danna Rp.100.000,- saja masyarakat kini sudah bisa menjadi investor saham. Sejumlah sekuritas memandang bahwa nabung saham itu sejatinya tidak mengenal setoran minimum. Semuanya tergantung dari nilai saham yang ingin dibeli. Coba pikir, kalau harga saham per lembarnya saja di kisaran Rp 100, tentu hanya dibutuhkan dana Rp 10 ribu untuk bisa nabung saham. Nabung saham dengan dana Rp. 10.000 tentu sangat terjangkau dan tak sulit bagi kebanyakan kita.
  5. Pilih sekuritas dengan analis andal dan mumpuni
    Riset dari analis yang bagus tentunya bakal jadi penentu keberhasilan investor berinvestasi saham. Kalau perusahaan sekuritas itu punya analis andal dan mumpuni sudah pasti perusahaan tersebut tidak perlu diragukan lagi. Informasi dan rekomendasi saham harian yang diberikan dapat berguna apabila tidak bisa atau tidak sempat elakukan analisis saham sendiri. Broker yang baik akan memberi rekomendasi saham yang bertanggung jawab, tidak sekedar rumor lewat, dan teredukasi. Broker yang baik pun memberi informasi tentang risiko serta dapat berkomunikasi dengan baik dengan para nasabahnya.
  6. Perhatikan komisi transaksi broker
    Komisi transaksi broker adalah biaya yang dibayarkan oleh investor tiap kali terjadi transaksi baik beli maupun jual. Pada umumnya komisi jual lebih besar 0,1% dibandingkan dengan komisi beli. Rata-rata komisi beli untuk pembelian saham berkisar antara 0,1% hingga 0,3%. Sedangkan untuk komisi jual berkisar di antara 0,2% hingga 0,4%. Tentunya investor mencari komisi serendah mungkin, namun perlu diperhatikan, ada kalanya broker dengan komisi rendah, juga memiliki batas minimal komisi per hari, hal ini dapat berpengaruh strategi harian Anda. Untuk mendapatkan komisi yang rendah, biasanya investor dapat bernegosiasi dengan broker. Jika dana cukup besar, investor bisa mendapatkan komisi yang rendah. Selain itu, dengan berinvestasi menggunakan sistem online trading, komisi transaksi biasanya relatif rendah.
  7. Memiliki fasilitas margin
    Adanya fasilitas margin dapat mengoptimalkan strategi trading Anda. Carilah sekuritas yang memberi bunga margin yang rendah, dengan limit trading yang besar. Dengan adanya trading limit yang besar, dapat mengoptimalkan Anda mengeruk profit yang besar
  8. Pilih sekuritas yang tahu kebutuhan akan sosialisasi, edukasi, seminar, dan training intensif gratis
    Investasi saham itu butuh pendalaman secara berkesinambungan agar keuntungan investasi juga terus berkembang. Oleh sebab itu, memilih sekuritas yang memberikan sosialisasi, edukasi, seminar, dan training intensif gratis sangat diperlukan. Menarik kiranya kalau sosialisasi, edukasi, seminar, dan training intensif diberikan dengan cuma-cuma bagi siapa pun yang membutuhkan.
  9. Pilih sekuritas dengan pelayanan CS dan staf yang ramah dan solutif
    Layanan CS dan staf dari sekuritas yang ramah dan solutif tentu sangat bermanfaat tatkala investor menghadapi kendala atau gangguan terkait investasi sahamnya. Pelayanan ramah dan solutif di PT Indo Premier Sekuritas tak perlu diragukan lagi.
  10. Pilih sekuritas dengan channel medsos yang lengkap dan tanggap
    Keberadaan saluran medsos milik sekuritas tentu bukan hanya sekadar untuk gaya-gayaan, tetapi untuk memudahkan investor untuk mendapatkan jawaban untuk setiap permasalahan yang dihadapi terkait investasi saham. Channel medsos menjadi sarana mencari jawaban atas semua permasalahan terkait investasi saham dengan cepat dan solutif. (GWK)

SIMAK JUGA: Inilah Sekuritas Terbaik dan Terpercaya Berdasarkan Total Volume Trading Terbanyak

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post 10 Tip Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/10-tip-memilih-sekuritas-masa-kini-yang-terbaik/feed/ 0
5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial https://www.edufulus.com/5-cara-genjot-kelihaian-investasi-saham-buat-milenial/ https://www.edufulus.com/5-cara-genjot-kelihaian-investasi-saham-buat-milenial/#respond Thu, 22 Aug 2019 14:53:44 +0000 https://edufulus.com/?p=328 The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Ada kabar menggembirakan di pasar modal Indonesia. Ternyata jumlah milenial yang menjadi investor di pasar modal meningkat signifikan. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat generasi milenial berusia [...]

The post 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Ada kabar menggembirakan di pasar modal Indonesia. Ternyata jumlah milenial yang menjadi investor di pasar modal meningkat signifikan.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat generasi milenial berusia 21-30 tahun mendominasi investor ritel di pasar modal Indonesia. Persentase investor muda pada penghujung tahun 2018 mencapai 39,72% dari total investor pasar modal yang berjumlah 1,6 juta investor atau sekitar 635.ooo investor.

Sementara itu, investor yang berusia 31-40 tahun mencapai 25,34% dari total investor, investor berusia 41-50 tahun mencapai 18,69%, investor berusia 51-60 tahun 10,69%, dan investor berusia di atas 60 tahun 5,56%. Investor tersebut terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga (SBSN), serta efek lainnya yang tercatat di KSEI.

SIMAK JUGA:Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya?

Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan kondisi pada 2017. Tahun 2017 persentase investor milenial mencapai 26,2% dari total investor pasar modal yang berjumlah 1,1 juta investor. Sehingga, jumlah investor milenial tahun lalu hanya sekitar 288.000 investor.

Peningkatan ini patut diapresiasi. Harus diakui, antusiasme ini belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup dengan strategi mendulang cuan saham. Nah, biar mahir dalam nabung saham, berikut ini 5 cara yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengikuti SPM dan SPMS
    Sekolah Pasar Modal (SPM) dan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekolah ini terbuka untuk seluruh masyarakat umum sepanjang telah melakukan pendaftaran sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Ada banyak ilmu yang bakal kamu dapatkan dengan mengikuti SPM atau SPMS. Nah, untuk mengikuti SPM-SPMS ini, kamu tinggal mendaftar melalui website resmi Sekolah Pasar Modal di https://sekolahpasarmodal.idx.co.id.
  2. Gabung di ISP
    ISP merupakan komunitas saham terbesar di Indonesia yang sudah tersebar di 28 kota. Komunitas ini bisa menjadi tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai sesama investor pasar modal. ISP dapat kamu jadikan sebagai tempat belajar saham dan menjadi tempat yang produktif untuk berbagi ide analis sebagai sesama investor saham di Indonesia. Jika kamu tertarik menjadi anggotanya langsung aja klik www.komunitasisp.com. Di luar ISP ini, terdapat juga banyak komunitas yang konsen di investasi di pasar modal.
  3. Pelatihan Gratis dari Sekuritas
    Saat ini sudah ada sekuritas yang konsisten menyelenggarakan pelatihan gratis agar masyarakat makin melek investasi di pasar modal. Menariknya, pelatihan gratis ini biasanya tidak hanya offline, tetapi juga online (webinar).
  4. Membaca Buku Investasi
    Belajar mandiri melalui buku-buku investasi yang dijual di toko-toko buku memang tidak ada salahnya. Kini sudah banyak bermunculan buku-buku investasi yang bakal membuat kamu piawai dalam investasi. Hanya saja, akan lebih baik jika kamu tidak hanya mengandalkan buku-buku, tetapi mau bergabung dan belajar dengan yang lainnya di sekolah khusus pasar modal, pelatihan-pelatihan gratis di sekuritas hingga komunitas-komunitas investor.
  5. Belajar Mandiri Melalui Internet
    Apa sih yang tidak ada saat ini di internet. Googling saja, tentang how to investasi saham maka muncul artikel edukatif dan informasi lengkapnya. Semua sudah tersedia di internet. (GWK)

SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/5-cara-genjot-kelihaian-investasi-saham-buat-milenial/feed/ 0