Investasi Buat Milenial Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/investasi-buat-milenial/ The Path To Financial Freedom Mon, 07 Oct 2024 03:00:17 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.2 https://www.edufulus.com/wp-content/uploads/2019/06/cropped-ICON-Edufulus-32x32.png Investasi Buat Milenial Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/investasi-buat-milenial/ 32 32 Paradox Gen Z: YOLO, FOMO, FOPO, Doom Spending Hingga Instant Gratification https://www.edufulus.com/paradox-gen-z-yolo-fomo-fopo-doom-spending-hingga-instant-gratification/ https://www.edufulus.com/paradox-gen-z-yolo-fomo-fopo-doom-spending-hingga-instant-gratification/#respond Mon, 07 Oct 2024 03:00:06 +0000 https://www.edufulus.com/?p=2512 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com  – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengajak generasi muda khususnya bagi generasi zoomers (Gen Z) untuk terus memanfaatkan produk [...]

The post Paradox Gen Z: YOLO, FOMO, FOPO, Doom Spending Hingga Instant Gratification appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com  – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengajak generasi muda khususnya bagi generasi zoomers (Gen Z) untuk terus memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak sebagai bagian dari perencanaan keuangan ke depan.

“Literasi keuangan yang baik dan inklusi keuangan yang bijak akan menjadikan generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, terhindar dari kejahatan keuangan dan dapat menjadi agen literasi di tengah-tengah masyarakat,” kata Friderica di acara pembukaan Bulan Inklusi Keuangan​ (BIK) 2024 di Balikpapan, Kaliman​tan Timur, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Menurutnya, literasi keuangan bagi Gen Z menjadi hal yang sangat penting mengingat jumlah generasi zoomers (Gen Z) yang mendominasi populasi Indonesia yaitu 27,94 persen dari total penduduk.

SIMAK JUGA: Panduan Investasi untuk Gen Z dan Milenial dalam 5 Langkah Mudah

Friderica mengatakan Gen Z juga dihadapkan dengan berbagai fenomena sosial seperti you only live once (YOLO), fear of missing out (FOMO) dan fear of other people opinion (FOPO) yang cenderung mengarahkan generasi muda ke pola hidup konsumtif dan bisa berdampak pada pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana.

Selain hal di atas, ada fenomena doom spending yang terjadi di kalangan Generasi Milenial dan Gen Z. Doom spending berarti seseorang yang berbelanja cenderung impulsif tanpa mempertimbangkan penting atau tidaknya suatu barang.

Fenomena serupa yang marak adalah instant gratification yang merupakan perilaku untuk mendapatkan keinginan tanpa mencoba melakukan penundaan. Perilaku tersebut perlu diimbangi dengan perilaku delayed gratification yaitu menunda pemenuhan kesenangan saat ini untuk masa depan yang lebih baik.

“Generasi muda diimbau untuk lebih bijak untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Kemampuan membedakan antara need and want juga harus dimiliki agar terhindar dari pola hidup konsumtif,” tandas Friderica.

SIMAK JUGA: 7 Cara Investasi Saham dengan Modal Kecil, Simak Rahasianya di Sini!

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Paradox Gen Z: YOLO, FOMO, FOPO, Doom Spending Hingga Instant Gratification appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/paradox-gen-z-yolo-fomo-fopo-doom-spending-hingga-instant-gratification/feed/ 0
Dear Milenial, Kurangi Kopimu, Nikmati Investasi https://www.edufulus.com/dear-milenial-kurangi-kopimu-nikmati-investasi/ https://www.edufulus.com/dear-milenial-kurangi-kopimu-nikmati-investasi/#respond Sat, 20 Feb 2021 04:40:34 +0000 https://edufulus.com/?p=616 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Kopi dan investasi adalah dua kata yang banyak dimunculkan di kalangan generasi milenial yang lahir pada rentang tahun 1980-2000 di masa sebelum pandemi Covid-19. Bedanya, kopi lebih digandrungi [...]

The post Dear Milenial, Kurangi Kopimu, Nikmati Investasi appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Kopi dan investasi adalah dua kata yang banyak dimunculkan di kalangan generasi milenial yang lahir pada rentang tahun 1980-2000 di masa sebelum pandemi Covid-19. Bedanya, kopi lebih digandrungi dan investasi masih dijauhi.

Survei dengan judul “Money Matters” menemukan bahwa hampir setengah generasi milenial menghabiskan uangnya untuk membeli kopi, bukannya investasi. Ini tentu bukan kabar baik bagi generasi yang mengaku mandiri tersebut.

Menunda investasi dan lebih memilih mengonsumsi kopi jelas mengancam kemapanan finansial di masa depan. Padahal investasi itu kini makin mudah karena sudah seharga secangkir kopi dan kehadiran bisa dinikmati dengan gadget dan smartphone di genggaman tangan. Semua tinggal pencet dalam hitungan detik.

SIMAK JUGA: 4 Tip Tingkatkan Kepercayaan Diri dalam Investasi Saham bagi Perempuan

So, karena menunda investasi hanya akan merugikan diri sendiri, ada baiknya kini kamu tidak boros dan mulai investasi, bukannya ngopi melulu. Berikut ini tip buat kamu yang ingin berinvestasi:

1). Tentukan target dan tujuan

Hidup tanpa tujuan itu hambar, apalagi kalau hanya sekadar ngopi-ngopi melulu. Karena tujuan investasi itu tidak untuk menghambur-hamburkan uang maka menentukan target dan tujuan investasi menjadi penting. Mimpi kita di masa depan hanya bisa digapai dengan planning investasi yang cermat dan matang.

2). Temukan alternatif tabungan

Tabungan konvensional itu kini kurang menarik dari sisi bunga dan biaya administrasinya. Sementara bunga tabungan sudah kecil, nilai uang kamu di tabungan juga akan tergerus oleh inflasi. Kalau sudah seperti ini carilah alternatif lain yang bisa memberikan imbal hasil tinggi di atas inflasi.

SIMAK JUGA:Investasi Saham untuk Orang yang Ngaku Paling Super Sibuk, Why Not, Gampang Tuh Ngakalinnya!

3). Sisihkan untuk investasi

Banyak dari kita berpikir kalau investasi itu butuh modal gede. Nyatanya, investasi seperti reksa dana dan saham itu kini makin mudah dengan setoran awal kecil sebesar 100.000 rupiah saja. Karena tergolong kecil, kunci sukses investasi adalah disiplin menyisihkan uang dan kurangi waktu ngopi.

4). Rajin gali informasi tentang investasi

Beragam investasi kini banyak bermunculan. Perkembangan teknologi makin memudahkan kita mendapatkan banyak informasi tentang investasi. Informasi tentang investasi gampang kita gali dan dapatkan melalui smartphone kita. Kuncinya, temukan investasi yang kredibel dan bukan karena ikut-ikutan influencer atau publik figur.

5). Pilihlah jenis investasi yang paling cocok

Pilihlah satu atau beberapa investasi yang cocok buatmu mulai dari deposito, logam mulia (emas), properti, bisnis, barang koleksi, reksa dana, obligasi dan saham. Pilihkan jenis investasi yang paling cocok dengan kondisi keuanganmu. Apabila berani mengambil risiko tinggi, kamu bisa mencoba reksad ana ataupun saham. Sementara itu, kalau kamu ingin yang aman-aman saja maka investasi emas boleh dikata cukup aman.

SIMAK JUGA:Kelemahan dan Kekurangan Aplikasi BIONS Milik PT BNI Sekuritas

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Dear Milenial, Kurangi Kopimu, Nikmati Investasi appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/dear-milenial-kurangi-kopimu-nikmati-investasi/feed/ 0
Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? https://www.edufulus.com/wajib-disiplin-review-saham-berkala-apa-saja-yang-perlu-ditinjau/ https://www.edufulus.com/wajib-disiplin-review-saham-berkala-apa-saja-yang-perlu-ditinjau/#respond Tue, 22 Dec 2020 02:20:03 +0000 https://edufulus.com/?p=568 The Path To Financial Freedom – EduFulus.com –Investor yang terjun ke pasar modal dan melakukan transaksi jual-beli saham kerap menyepelekan apa yang dinamakan dengan review atau tinjauan secara berkala atas apa saja yang selama ini dilakukan [...]

The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom – EduFulus.com –Investor yang terjun ke pasar modal dan melakukan transaksi jual-beli saham kerap menyepelekan apa yang dinamakan dengan review atau tinjauan secara berkala atas apa saja yang selama ini dilakukan dalam bertransaksi.

Padahal, yang namanya review itu sangat penting. Investor bisa mengetahui apakah transaksi saham yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan harapan atau belum.

Disiplin dalam review meningkatkan kualitas investasi atau trading. Dengan begitu, profit yang didapatkannya pun berpotensi meningkat.

SIMAK JUGA:Terlalu Banyak Diversifikasi Saham Bikin Rempong, Lha Idealnya Berapa Sih?

Pakar saham Desmond Wira dalam bukunya “Memulai Investasi Saham” menuliskan kalau review bisa dilakukan secara berkala, entah tiap bulan, tiap 3 bulan, tiap 6 bulan atau tiap tahun. Ada 4 hal yang perlu menjadi perhatian dalam review berkala.

Pilihan Jadi Trader Atau Investor

Trading (trader) dekat dengan kegiatan membeli saham untuk dijual kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Paling lama saham yang telah dibeli dijual dalam hitungan bulan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Sementara itu, investasi (investor) erat kaitannya dengan kegiatan membeli saham untuk disimpan dan dijual kembali di masa depan. Jangka waktunya bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Nah, setelah sekian lama berkecimpung dengan jual-beli saham, tentunya tahu kecenderungan secara pribadi lebih cocok untuk trading atau investasi. Pilihan entah trader atau investor tentunya perlu diselaraskan dengan bakat, minat dan hasil selama ini. Kuncinya, jika selama ini telah menjadi trader, tapi hasilnya tidak memuaskan maka dengan mencoba menjadi investor bisa jadi lebih menguntungkan. Begitu juga sebaliknya.

Review Hasil

Dalam jangka waktu tertentu hasil investasi atau trading itu perlu direview. Review ini efektif untuk mengecek apakah hasil transaksi saham selama ini sudah memuaskan atau belum. Jika belum memuaskan, perlu dicari penyebabnya, apakah analisis dan strateginya sudah baik atau belum. Jika merasa hasilnya sudah memuaskan, tentunya tidak boleh puas sampai di situ. Investor perlu memikirkan langkah-langkah baru agar hasil maksimal.

Review Strategi

Baik investor atau trader membutuhkan strategi dalam praktik investasi atau tradingnya. Strategi ini biasanya merupakan panduan tentang saham apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli dan kapan menjualnya. Strategi ini perlu direview secara berkala dengan alasan-alasan yang rasional, terukur dan komprehensif biar hasil makin maksinal. Kalau hasil masih kurang memuaskan, strateginya perlu diubah.

Review Portofolio

Kumpulan saham yang dimiliki disebut dengan portofolio. Mengatur ulang penyusunan saham yang masuk ke portofolio sangat diperlukan untuk menentukan potensi untung-rugi di masa mendatang. Review berkala bermanfaat untuk mengecek dan menentukan saham-sahan mana saja yang layak dipertahankan. Dasar penentuan layak tidaknya suatu saham didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal.

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/wajib-disiplin-review-saham-berkala-apa-saja-yang-perlu-ditinjau/feed/ 0
4 Keuntungan Investasi Sejak Usia Dini Mulai Saat Ini Juga https://www.edufulus.com/4-keuntungan-investasi-sejak-usia-dini-mulai-saat-ini-juga/ https://www.edufulus.com/4-keuntungan-investasi-sejak-usia-dini-mulai-saat-ini-juga/#respond Fri, 20 Nov 2020 05:24:38 +0000 https://edufulus.com/?p=551 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Ketika mendengar kata investasi di pasar modal, banyak dari kita langsung terbayang suatu aktivitas dengan modal yang gede. Padahal tidak. Berinvestasi itu tak butuh modal besar. Anggapan bahwa [...]

The post 4 Keuntungan Investasi Sejak Usia Dini Mulai Saat Ini Juga appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Ketika mendengar kata investasi di pasar modal, banyak dari kita langsung terbayang suatu aktivitas dengan modal yang gede. Padahal tidak. Berinvestasi itu tak butuh modal besar.

Anggapan bahwa hanya orang-orang kaya yang berinvestasi, itu pemahaman yang benar-benar salah kaprah. Faktanya, berinvestasi itu bisa dilakukan dengan modal yang sangat terjangkau dan oleh siapapun.

Hanya bermodalkan dana sebesar Rp. 100.000,-, seseorang sudah bisa terjun langsung dan mendulang keuntungan dari beragam investasi di pasar modal. Apalagi, berinvestasi di pasar modal itu kini makin mudah. Jadi, anggapan bahwa investasi itu harus selalu dimulai dengan modal besar otomatis gugur.  

SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

Logikanya begini. Kalau dalam sebulan saja seseorang bisa mengeluarkan uang sebesar Rp. 100.000 untuk beli pulsa, paket internet hingga rokok, dengan nominal yang sama seharusnya banyak masyarakat Indonesia sudah terjun ke dunia investasi pasar modal. Nyatanya, semua itu masih jauh dari harapan. Masyarakat masih gamang.

Selain salah kaprah soal modal yang gede, pemahaman keliru lainnya yaitu bahwa investasi itu hanya untuk orang pintar. Akibat, banyak orang mengurungkan niatnya karena merasa tidak memiliki pengetahuan cukup tentang pasar modal.

IQ tinggi memang bisa membantu untuk belajar dan mengerti investasi lebih cepat. Fakta di lapangan, investasi tidak melulu ditentukan oleh kepintaran. IQ tinggi tak menjamin kesuksesan dalam berinvestasi. Namun perlu dimengerti, memiliki pengetahuan yang cukup mutlak diperlukan.

SIMAK JUGA: Kelemahan dan Kekurangan Aplikasi Neo HOTS Mobile Besutan Mirae Asset Sekuritas

Kegamangan masyarakat karena pemahamannya yang salah tentang investasi di pasar modal di atas pelan-pelan bakal hilang saat berani dengan tegas memutuskan untuk praktek langsung jadi pemula dalam investasi entaj di reksa dana atau saham sejak dini.

Nah, mengenal dan memulai investasi sejak dini itu memang sangat dianjurkan. Usia muda itu masa-masa produktif. Di masa yang produktif ini, sudah sepantasnya seseorang mengumpulkan aset.

Kenal dengan Warren Buffet? Ia saja memulai investasi di usia yang terbilang masih sangat-sangat muda. Ia memulai investasi sejak berusia 11 tahun. Tentu tak terbayangkan di benak pikiran kita, anak seusia itu sudah terjun ke dunia investasi.

SIMAK JUGA: 10 Tip Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik

Tak ada yang salah memulai investasi sejak dini. Ada banyak keuntungan kalau kita mau terjun di dunia investasi sejak dini atau setidaknya saat mulai bekerja dan mengumpulkan uang.

Pertama, semakin dini melakukan investasi, semakin besar keuntungan yang akan diperoleh.

Kedua, disiplin dan tidak terjebak untuk boros dengan uang yang dimiliki karena usia muda itu identik dengan masa hura-hura. Kebiasaan menghamburkan uang untuk sekadar bergaya hidup mewah dan membeli barang-barang yang tak berguna akan terkikis saat kalian memutuskan untuk berinvestasi.

Ketiga, masa depan yang terselamatkan. Dengan investasi, keuntungan jangka panjangnya lebih besar sehingga masa depan akan aman.

Keempat, mewujudkan mimpi besar dan memiliki kebebasan finansial.

SIMAK JUGA: 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post 4 Keuntungan Investasi Sejak Usia Dini Mulai Saat Ini Juga appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/4-keuntungan-investasi-sejak-usia-dini-mulai-saat-ini-juga/feed/ 0
5 Kebiasaan Buruk Milenial yang Mengancam Masa Depan Keuangan Mereka https://www.edufulus.com/5-kebiasaan-buruk-milenial-yang-mengancam-masa-depan-keuangan-mereka/ https://www.edufulus.com/5-kebiasaan-buruk-milenial-yang-mengancam-masa-depan-keuangan-mereka/#respond Wed, 17 Jun 2020 03:18:16 +0000 https://edufulus.com/?p=453 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Generasi muda yang sibuk dengan smartphone, chatting, selfie dan wefie lalu mengunggahnya ke media sosial sering kita jumpai. Tak hanya di kafe, pemandangan seperti ini sering juga kita [...]

The post 5 Kebiasaan Buruk Milenial yang Mengancam Masa Depan Keuangan Mereka appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Generasi muda yang sibuk dengan smartphone, chatting, selfie dan wefie lalu mengunggahnya ke media sosial sering kita jumpai. Tak hanya di kafe, pemandangan seperti ini sering juga kita temui di mal, tempat wisata dan restoran. Uniknya, pemandangan seperti ini akan makin sering kita temui ke depannya.

Boston Consulting Group (BCG) dalam penelitiannya memprediksi jumlah generasi milenial di Indonesia pada 2020 akan mencapai 141 juta orang atau 64 persen dari total populasi Indonesia saat ini. Jumlah yang tidak sedikit.

Prediksi ini memperlihatkan bagaimana generasi milenial bakal mendominasi permasalahan sosial baru berupa budaya konsumerisme seiring dengan peningkatan volume dan nilai transaksi belanja. Apalagi, budaya berbelanja secara online dan cashless di kalangan generasi milenial boleh dikata telah membudaya.

SIMAK JUGA: Yuk, Kenali Bencana Keuangan di Masa Depan Ini

Anak-anak milenial ini memang “gila belanja”. Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index pada Q4 2015 lalu bahkan menemukan 53 persen responden yang rata-rata generasi milenial menghabiskan 70 persen dari penghasilan mereka untuk berbelanja dan 10 persen dari responden menghabiskan 90 persen dari penghasilannya untuk berbelanja.

Kemudahan berbelanja menjadi pemicu peningkatan konsumerisme. Generasi milenial yang gandrung belanja ini memang familiar dengan teknologi, mulai dari gadget, internet dan online shopping menemukan cara berbelanja yang praktis.

“Kekinian”, begitu kata yang tepat untuk menggambarkan generasi yang lahir pada rentang 1980-2000 tersebut. Mereka terbiasa berbelanja baik melalui media sosial (facebook, instagram, whatsapp, blackberry messanger) atau disebut dengan social commerce maupun belanja di e-commerce platform yang sudah jauh lebih lengkap sistem pembayarannya karena dukungan financial technology (fintech).

SIMAK JUGA:Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

Nyatanya, istilah kekiniaan dan boros itu tidak beda jauh. Tingkat konsumerisme yang tinggi dari generasi millennial ini tentu membawa dampak serius untuk pengelolaan keuangan pribadi. Besar pasak daripada tiang tak asing lagi bagi generasi milennial. Kisah generasi milennial yang kehabisan uang di tengah bulan bukan hal baru. Nah, biar tidak kebablasan dalam berbelanja, berikut ini kebiasaan yang sebaiknya dihindari generasi millennial:

  1. Gampang Terpengaruh
    Generasi milennial memang identik dengan generasi yang gampang terpengaruh. Istilahnya, mereka ini banyak yang bertidak terlebih dahulu, baru berpikir kemudian. Kalau teman update gadget, ia buru-buru ingin ganti yang baru. Mereka menjadi gadget freak karena takut tak diterima dalam pergaulan.
  2. Apa-apa Dikredit
    Generasi milenial itu gampang tergoda sehingga maunya apa-apa dikredit biar terkesan bisa punya barang-barang mewah. Bagi mereka, kemewahan itu bentuk eksistensi. Biar dianggap eksis, mereka rela kredit apapun yang diinginkan dan lagi ngetren. Karena tinggal, mereka pikir kartu kredit itu uang tambahan. Padahal, begitu digesek, saat itu juga mereka menjadi penghutang aktif.
  3. Sering Hangout
    Seperti tak peduli dengan pendapatan yang cekak, generasi millennial ini ternyata memiliki kebiasaan hangout di tempat-tempat yang mahal untuk menunjukkan kelas dan eksistensinya. Memang sesekali nongkrong sembari membeli jajanan atau minuman mahal itu boleh-boleh saja. Tapi kalau keterusan, baru tengah bulan saja gaji bisa sudah kering.
  4. Cepat Merasa Puas
    Generasi milennial itu gampang puas dengan gaji yang didapatkan. Mereka malas mencari pendapatan tambahan. Dibanding mencari pendapatan tambahan, mereka lebih memilih utang atau kredit.
  5. Meremehkan Nilai Uang
    Generasi milennial itu sering menggampangkan cara mendapatkan uang sehingga meremehkan nilai uang. Pengeluaran pun tak beraturan, apalagi tercatat. Kebiasan buruk ini mengancam keuangan di masa depan. Investasi untuk masa depan mereka abaikan karena bagi mereka hidup adalah hari ini. Padahal agar tidak boros, generasi “gadget freak” ini bisa memanfaatkan platform fintech modern untuk investasi. Kendati demikian, perlu dipilih platform atau aplikasi yang terpercaya dan diawasi oleh OJK.

SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post 5 Kebiasaan Buruk Milenial yang Mengancam Masa Depan Keuangan Mereka appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/5-kebiasaan-buruk-milenial-yang-mengancam-masa-depan-keuangan-mereka/feed/ 0
Belajar Mengelola Gaji di 5 Pos Utama Ala Superman Asia Li Ka-Shing https://www.edufulus.com/belajar-mengelola-gaji-di-5-pos-utama-ala-superman-asia-li-ka-shing/ https://www.edufulus.com/belajar-mengelola-gaji-di-5-pos-utama-ala-superman-asia-li-ka-shing/#respond Wed, 10 Jun 2020 04:55:41 +0000 https://edufulus.com/?p=450 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Satu dari seribu jurus untuk menjadi kaya yaitu meneladani dan menghidupi wejangan tokoh dunia yang telah terbukti sukses dalam hidupnya. Makanya, tak ada salahnya jika kita meneladani tokoh [...]

The post Belajar Mengelola Gaji di 5 Pos Utama Ala Superman Asia Li Ka-Shing appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Satu dari seribu jurus untuk menjadi kaya yaitu meneladani dan menghidupi wejangan tokoh dunia yang telah terbukti sukses dalam hidupnya. Makanya, tak ada salahnya jika kita meneladani tokoh yang dijuluki Superman dari Asia ini.

Li Ka-Shing, pengusaha kelahiran Chaozhou, 29 Juli 1928, memang tidak pelit ilmu. Ia ingin agar siapa pun yang tidak punya kesempatan mengeyam pendidikan yang tinggi seperti dirinya, bisa kaya dan sukses.

Wejangan-wejangannya benar-benar membumi karena lahir dari pengalaman konkret hidupnya. Tak mengherankan, salah satu wejangannya yang gampang dipahami yaitu soal pengelolaan gaji atau penghasilan yang biasa kita terima setiap bulannya.

SIMAK JUGA: Begini Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia Terkini

Ia menegaskan apapun yang terjadi dan tidak peduli berapa pun besar penghasilan yang kita terima setiap bulannya, kita harus membaginya ke dalam 5 pos utama. Dengan begitu kita bisa mengatur pengeluaran dengan baik. Berikut ini kelima pos tersebut:

  1. Biaya Hidup
    Kita perlu makan, tetapi jangan sampai pilihan dan cara makan kita menguras gaji atau penghasilan bulanan. Oleh sebab itu, pengusaha dengan kekayaan 26,6 miliar USD pada 2015 itu menyarankan agar kita memilih makanan yang murah. “Untuk sarapan kamu cuma perlu susu dan telur. Makan siang bisa kamu isi dengan menu sederhana dan buah.” Putra pasangan Li Yun-jing dan Zhuang Bi-qin ini juga menyarankan agar kita memiliki kebiasaan memasak sendiri untuk makan malam. “Menunya cukup dua jenis sayur dan segelas susu sebelum tidur. Selama badanmu masih muda, kamu tidak akan bermasalah dengan pola makan seperti ini.”
  2. Biaya Sosial
    Memperluas pergaulan itu sangat penting, kalau kita ingin sukses. Seperti yang telah dilakukannya di masa lalu, Li Ka-Shing tak menyepelekan relasi sehingga mampu melebarkan sayap bisnisnya. Pergaulan yang luas, menurutnya, akan membuat kita menjadi pribadi yang berkembang. Membangun relasi bisa dimulai dengan cara-cara yang sederhana mulai dari menelepon hingga mentraktir makan. Namun, semua ini harus dilakukan dengan teman atau kenalan yang lebih dalam semangat, lebih kaya dan punya pengaruh dalam perkembangan karirmu. “Dalam setahun, kamu akan punya banyak teman dan dikenal sebagai orang yang baik dan pemurah.”
  3. Biaya Belajar
    Li Ka-Shing tahu betul pentingnya biaya belajar. Pada usia 12 tahun ia harus berhenti sekolah karena tidak ada biaya. Ia pun bekerja banting tulang pada usia 15 tahun, setelah ayahnya Li Yun-jing meninggal dunia karena penyakit TBC. Dalam kondisi ekonomi keluarga seperti ini ia tidak bisa sekolah. Untungnya, ia termasuk remaja yang suka membaca. Tak mengherankan ia pun menyarankan begini, “Karena kamu belum punya banyak uang, kamu harus fokus ke belajar. Sisihkan uang untuk beli buku setiap bulan. Resapi dan pelajari apa yang diajarkan di buku itu. Setelah selesai membaca, tuliskan lagi isi bukunya sesuai dengan pemahamanmu. Jangan ragu-ragu juga untuk mengikuti pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuanmu.”
  4. Biaya Wisata
    Liburan tidak harus selalu identik dengan perjalanan jauh dan biaya yang mahal. Pada dasarnya liburan itu sendiri bisa difokuskan pada serangkaian kegiatan menyenangkan dan berbeda dari rutinitas yang dijalani sehari-hari. Selain bisa memelihara kebugaran jasmani dan rohani, liburan itu bermanfaat untuk mengisi ulang energi agar makin bersemangat dalam kerja. Li Ka Shing menyarankan agar kita pergi berwisata minimal sekali setahun. “Tinggal saja di hotel yang murah agar menghemat biaya. Gunakan kesempatan ini untuk mengisi ulang energimu agar kamu tetap bersemangat dalam bekerja.”
  5. Biaya Investasi
    Li Ka Shing menyarankan kita agar mulai menyisihkan penghasilan untuk investasi. Investasi adalah cara paling jitu untuk mengelola penghasilan agar tidak habis hanya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Investasi saham dan reksa dana yang saat ini sudah sangat mudah dan terjangkau dari sisi modal bisa menjadi pilihan.

SIMAK JUGA: Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Belajar Mengelola Gaji di 5 Pos Utama Ala Superman Asia Li Ka-Shing appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/belajar-mengelola-gaji-di-5-pos-utama-ala-superman-asia-li-ka-shing/feed/ 0
Investasi Reksa Dana dan Saham Sejak Dini Bisa Usir Momok Masa Pensiun https://www.edufulus.com/investasi-reksa-dana-dan-saham-sejak-dini-bisa-usir-momok-masa-pensiun/ https://www.edufulus.com/investasi-reksa-dana-dan-saham-sejak-dini-bisa-usir-momok-masa-pensiun/#respond Wed, 03 Jun 2020 04:41:18 +0000 https://edufulus.com/?p=447 The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Kata pensiun biasanya menjadi momok bagi para pekerja yang sudah memasuki usia 50 tahun. Kata pensiun menjadi seperti hantu yang menakutkan. Banyak dari mereka yang lantas cemas, [...]

The post Investasi Reksa Dana dan Saham Sejak Dini Bisa Usir Momok Masa Pensiun appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Kata pensiun biasanya menjadi momok bagi para pekerja yang sudah memasuki usia 50 tahun. Kata pensiun menjadi seperti hantu yang menakutkan. Banyak dari mereka yang lantas cemas, khawatir dan takut memasuki usia pensiun. Betapa tidak, kata pensiun identik dengan kondisi fisik yang tidak lagi kuat untuk bekerja keras dan mendapatkan banyak pemasukan. Semakin lama kondisi dan kesehatan tubuh semakin menurun. Fisik kita saat mulai menginjak usia pensiun tidak lagi gagah dan kekar. Bahkan ada yang berkata, kondisi fisik kita akan kembali layaknya anak-anak yang sangat memerlukan perhatian lebih dari orang lain.

Kondisi fisik yang tak sebugar sebelumnya tentu membawa dampak pada kondisi keuangan. Ada “jurang” atau “gap” antara pemasukan dan pengeluaran. Kondisi keuangan tidak akan seperti sebelumnya. Pemasukan semakin berkurang. Pendapatan surut seiring dengan tubuh lambat-laun menjadi lemah dan rentan.

Uniknya, pandangan tentang masa pensiun yang mengerikan belum menghinggapi para pekerja yang masih berusia di bawah usia 50 tahun. Mereka belum tertarik untuk membicarakannya. Mereka masih mengejar idealism-idealisme diri dan acapkali abai dengan pensiun. Padahal, persiapan dari sisi finansial sejatinya perlu dimulai sejak dini. Bahkan, saat seorang pekerja untuk pertama kalinya menerima gaji.

SIMAK JUGA: Waran: Produk Pemanis di Pasar Modal

Ada sejumlah alasan mengapa pensiun perlu dipersiapkan sejak dini. Pertama, kebutuhan hidup setelah memasuki usia pensiun hingga batas umur atau usia harapan hidup sangat besar. Kedua, dana pensiun yang disiapkan oleh pemerintah atau perusahaaan biasanya sangatlah terbatas. Ketiga, tingkat inflasi yang cukup tinggi. Nah, solusi untuk persoalan ini tentu saja perencanaan keuangan yang matang dan investasi yang cermat agar masa pensiun kita terjamin.

Perencanaan Keuangan

Pemerintah atau perusahaan tempat kita bekerja biasanya memang memberikan tunjangan pensiun. Meski harus diakui dananya sangat terbatas, program ini sangat bermanfaat. Kalau tempat kerja tidak memberikan tunjangan pensiun, tak ada salahnya kita mengikuti program dana pensiun lain yang ditawarkan bank.

Program ini cukup membantu menyiapkan tabungan pensiun dengan baik, teristimewa bagi kita yang lemah dalan kontrol keuangan. Program ini mengajarkan kedisiplinan karena program ini biasanya menggunakan sistem autodebet yang langsung memotong saldo di rekening.

Alternatif lain di luar program di atas yaitu tabungan khusus. Pilihan ini memang mensyaratkan konsistensi dan kedispilinan. Tabungan khusus untuk masa pensiun ini sebaiknya benar-benar terpisah. Tabungan ini tidak boleh dicampur-adukkan dengan dana-dana lainnya.

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

Kita bisa menyisihkan setidaknya 10 persen dari total pendapatan untuk tabungan khusus ini. Semakin besar persentase dana yang kita alokasikan untuk masa pensiun, semakin banyak pula simpanan yang dimiliki. Oleh sebab itu, tabungan khusus ini sebaiknya dipersiapkan ketika masih muda. Persiapan masa pensiun tidak boleh dilakukan ketika kita akan pensiun. Dengan begitu, jumlah dana yang didapat untuk hari tua bakal maksimal.

Tak hanya menabung untuk hari tua, sebaiknya kita mulai melunasi utang-utang yang kita miliki. Tentu saja, prioritas pelunasan ini untuk utang yang berbunga besar. Pelunasan utang akan meminimalisir beban tanggungan di masa depan. Sangat dianjurkan, tidak memberesi utang dengan pinjaman atau gali lubang tutup lubang. Pelunasan model begini tidak menyelesaikan persoalan.

Investasi

Selain menabung, baik juga kita memikirkan alternatif lain yaitu investasi. Seperti kita tahu, menabung itu minim bunga. Uang yang kita simpan justru digerogoti inflasi. Kita tinggal memilih. Ada banyak pilihan untuk investasi mulai deposito, logam mulia, properti, bisnis, barang koleksi, reksadana, obligasi dan saham. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelebihannya.

Untuk menambah pemasukan selama masa pensiun, kita juga bisa mulai merintis bisnis sampingan sejak dini. Jika pensiun datang, jenis investasi ini diharapkan sudah berkembang.

Namun dari semua jenis investasi tersebut, reksa dana dan saham lah yang memang memiliki daya tarik tinggi karena imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan dan deposito. Selain itu, investasi reksa dana dan saham juga menarik karena modal awal yang dibutuhkan relatif kecil dibandingkan investasi lain seperti properti, bisnis atau emas. (GWK)

SIMAK JUGA: Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Investasi Reksa Dana dan Saham Sejak Dini Bisa Usir Momok Masa Pensiun appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/investasi-reksa-dana-dan-saham-sejak-dini-bisa-usir-momok-masa-pensiun/feed/ 0
Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini https://www.edufulus.com/kamu-newbie-dalam-investasi-saham-kuy-simak-5-tip-untuk-pemula-ini/ https://www.edufulus.com/kamu-newbie-dalam-investasi-saham-kuy-simak-5-tip-untuk-pemula-ini/#respond Tue, 19 May 2020 13:34:09 +0000 https://edufulus.com/?p=436 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com –  Masyarakat Indonesia masih banyak yang takut terjun ke investasi saham karena dihantui cerita-cerita menyeramkan tentang investor yang bangkrut. Uang mereka ludes hingga jatuh miskin. Padahal, kisah mereka yang [...]

The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com –  Masyarakat Indonesia masih banyak yang takut terjun ke investasi saham karena dihantui cerita-cerita menyeramkan tentang investor yang bangkrut. Uang mereka ludes hingga jatuh miskin. Padahal, kisah mereka yang bangkrut itu sejatinya tidak sebanding dengan kisah investor yang sukses mendulang cuan di pasar saham.

Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.

Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett misalnya mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan, Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.

SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya

Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.

Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.

SIMAK JUGA:5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial

Nah, biar kalian sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula (newbie) para milenial dalam bertransaksi saham:

  1. Hindari Saham Gorengan
    Saham gorengan adalah saham murah meriah yang tidak jelas fundamentalnya. Harga saham gorengan ini tiba-tiba bisa meroket harganya tanpa sebab yang jelas. Bukan rahasia lagi, di balik harga saham yang fluktuatifnya sangat ekstrem, entah tiba-tiba melejit atau tiba-tiba bisa anjlok, ternyata ada tangan-tangan yang bermain. Bagi investor pemula, sangat dianjurkan menghindari membeli saham gorengan. Meski menarik karena profitnya tinggi, tapi dalam sekejab bisa anjlok. Menghindari saham yang terlalu ekstrem fluktuasinya adalah solusi yang tepat agar potensi ruginya minim.
  2. Belilah Saham Blue Chip
    Saham yang fundamentalnya baik adalah saham blue chip. Ciri-ciri saham blue chip yaitu perusahaannya dikenal publik, usahanya jelas, produknya laku di pasaran, transparan dan tidak banyak utang. Bedanya dengan saham gorengan yang fluktuatif, pergerakan kenaikkan saham blue chip cenderung lambat, tapi pasti. Nah, saat sama-sama terkoreksi, saham blue chip bergerak naik lebih dulu begitu pasar saham pulih.
  3. Jangan Ikut-ikutan
    Tak dipungkiri, banyak investor merugi karena ikut-ikutan membeli saham yang sedang ngetren dan terutama terpengaruh komentar teman, media, komunitas dan analisis serampangan. Sangat dianjurkan, investor saham pemula melakukan analisa sendiri daripada ikut-ikutan. Dengan begitu, kamu memiliki alasan yang kuat untuk membeli saham tertentu.
  4. Mulailah dengan Modal Kecil
    Memulai investasi saham kini tidak memerlukan modal awal miliaran maupun triliunan rupiah. Bahkan, cukup dengan uang 100 ribu rupiah saja Anda sudah bisa mulai berinvestasi saham! Dengan 100 ribu rupiah Anda sudah bisa membeli 1 lot saham yang harga per lembarnya 1000 rupiah. So, Anda tidak perlu kaya untuk memulai berinvestasi, tapi mulailah disiplin berinvestasi niscaya Anda akan menjadi kaya. Jadi, siapa bilang harus “mahal” untuk menjadi seorang investor pemula?
  5. Tak Berlebihan Pakai Margin
    Menggunakan margin yang diberikan sekuritas secara berlebihan biasa dialami mereka yang tergiur untung cepat sehingga rakus membeli saham hingga melebihi batas. Tak tahunya, saham yang dibeli justru tak menguntungkan. (GWK)

SIMAK JUGA:8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/kamu-newbie-dalam-investasi-saham-kuy-simak-5-tip-untuk-pemula-ini/feed/ 0
5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial https://www.edufulus.com/5-cara-genjot-kelihaian-investasi-saham-buat-milenial/ https://www.edufulus.com/5-cara-genjot-kelihaian-investasi-saham-buat-milenial/#respond Thu, 22 Aug 2019 14:53:44 +0000 https://edufulus.com/?p=328 The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Ada kabar menggembirakan di pasar modal Indonesia. Ternyata jumlah milenial yang menjadi investor di pasar modal meningkat signifikan. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat generasi milenial berusia [...]

The post 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom – EduFulus.com – Ada kabar menggembirakan di pasar modal Indonesia. Ternyata jumlah milenial yang menjadi investor di pasar modal meningkat signifikan.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat generasi milenial berusia 21-30 tahun mendominasi investor ritel di pasar modal Indonesia. Persentase investor muda pada penghujung tahun 2018 mencapai 39,72% dari total investor pasar modal yang berjumlah 1,6 juta investor atau sekitar 635.ooo investor.

Sementara itu, investor yang berusia 31-40 tahun mencapai 25,34% dari total investor, investor berusia 41-50 tahun mencapai 18,69%, investor berusia 51-60 tahun 10,69%, dan investor berusia di atas 60 tahun 5,56%. Investor tersebut terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga (SBSN), serta efek lainnya yang tercatat di KSEI.

SIMAK JUGA:Apa itu Buyback Saham dan Seperti Apa Sih Mekanismenya?

Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan kondisi pada 2017. Tahun 2017 persentase investor milenial mencapai 26,2% dari total investor pasar modal yang berjumlah 1,1 juta investor. Sehingga, jumlah investor milenial tahun lalu hanya sekitar 288.000 investor.

Peningkatan ini patut diapresiasi. Harus diakui, antusiasme ini belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup dengan strategi mendulang cuan saham. Nah, biar mahir dalam nabung saham, berikut ini 5 cara yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengikuti SPM dan SPMS
    Sekolah Pasar Modal (SPM) dan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekolah ini terbuka untuk seluruh masyarakat umum sepanjang telah melakukan pendaftaran sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Ada banyak ilmu yang bakal kamu dapatkan dengan mengikuti SPM atau SPMS. Nah, untuk mengikuti SPM-SPMS ini, kamu tinggal mendaftar melalui website resmi Sekolah Pasar Modal di https://sekolahpasarmodal.idx.co.id.
  2. Gabung di ISP
    ISP merupakan komunitas saham terbesar di Indonesia yang sudah tersebar di 28 kota. Komunitas ini bisa menjadi tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai sesama investor pasar modal. ISP dapat kamu jadikan sebagai tempat belajar saham dan menjadi tempat yang produktif untuk berbagi ide analis sebagai sesama investor saham di Indonesia. Jika kamu tertarik menjadi anggotanya langsung aja klik www.komunitasisp.com. Di luar ISP ini, terdapat juga banyak komunitas yang konsen di investasi di pasar modal.
  3. Pelatihan Gratis dari Sekuritas
    Saat ini sudah ada sekuritas yang konsisten menyelenggarakan pelatihan gratis agar masyarakat makin melek investasi di pasar modal. Menariknya, pelatihan gratis ini biasanya tidak hanya offline, tetapi juga online (webinar).
  4. Membaca Buku Investasi
    Belajar mandiri melalui buku-buku investasi yang dijual di toko-toko buku memang tidak ada salahnya. Kini sudah banyak bermunculan buku-buku investasi yang bakal membuat kamu piawai dalam investasi. Hanya saja, akan lebih baik jika kamu tidak hanya mengandalkan buku-buku, tetapi mau bergabung dan belajar dengan yang lainnya di sekolah khusus pasar modal, pelatihan-pelatihan gratis di sekuritas hingga komunitas-komunitas investor.
  5. Belajar Mandiri Melalui Internet
    Apa sih yang tidak ada saat ini di internet. Googling saja, tentang how to investasi saham maka muncul artikel edukatif dan informasi lengkapnya. Semua sudah tersedia di internet. (GWK)

SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post 5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/5-cara-genjot-kelihaian-investasi-saham-buat-milenial/feed/ 0