Cara Beli ETF Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/cara-beli-etf/ The Path To Financial Freedom Fri, 05 Jul 2024 21:50:18 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.2 https://www.edufulus.com/wp-content/uploads/2019/06/cropped-ICON-Edufulus-32x32.png Cara Beli ETF Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/cara-beli-etf/ 32 32 Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund) https://www.edufulus.com/perbedaan-reksa-dana-saham-dan-etf-exchange-traded-fund/ https://www.edufulus.com/perbedaan-reksa-dana-saham-dan-etf-exchange-traded-fund/#respond Mon, 28 Aug 2023 01:49:00 +0000 https://www.edufulus.com/?p=1447 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Exchange Traded Fund (ETF) telah menjadi semakin populer dengan pertumbuhannya yang signifikan di Indonesia. Total Aset Under Management (AUM) ETF saat ini telah mencapai triliunan. Baik investor institusi maupun ritel [...]

The post Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund) appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Exchange Traded Fund (ETF) telah menjadi semakin populer dengan pertumbuhannya yang signifikan di Indonesia.

Total Aset Under Management (AUM) ETF saat ini telah mencapai triliunan. Baik investor institusi maupun ritel sangat tertarik pada ETF karena sejumlah keunggulan yang dimilikinya.

ETF menggabungkan dua karakteristik produk sekaligus, yaitu reksa dana terbuka (open-ended fund) dan saham biasa (common stock).

SIMAK JUGA: ETF Pasif Vs ETF Aktif, Seperti Apa Perbedaannya?

Hal ini menjadikan ETF sebagai produk investasi yang mengikuti konsep kontrak investasi kolektif, dengan unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham. Kelebihan ETF terletak pada diversifikasi dan fleksibilitas.

Ketika seorang investor memilih untuk berinvestasi dalam ETF, mereka tidak perlu repot-repot memikirkan diversifikasi karena hal ini terjadi secara otomatis melalui beberapa saham unggulan hanya dengan satu pesanan.

Dari sisi fleksibilitas, transaksi jual-beli ETF sangatlah fleksibel karena dapat dilakukan kapan saja selama jam perdagangan di bursa efek, serupa dengan saham.

Lebih rinci, terdapat sembilan poin perbedaan nyata antara reksa dana saham dan ETF:

1). Pengelolaan Perdagangan

Reksa dana biasanya diperdagangkan melalui Manajer Investasi (MI) atau Agen Penjual Reksa Dana. ETF diperdagangkan melalui Dealer Partisipan di Pasar Primer dan melalui berbagai broker di Pasar Sekunder.

2). Minimum Pembelian

Minimum pembelian unit reksa dana adalah 1 unit. Untuk ETF, dalam Pasar Primer, pembelian dilakukan dalam bentuk creation unit (1000 Lot = 100.000 unit), dan di Pasar Sekunder: 1 Lot (100 unit).

3). Biaya Transaksi

Biaya pembelian dan penjualan kembali untuk reksa dana umumnya berkisar antara 1% hingga 3%. Biaya untuk ETF sejalan dengan komisi yang dikenakan oleh broker (broker fee).

4). Risiko Transaksi

Risiko transaksi reksa dana melibatkan risiko dari Manajer Investasi (MI) terkait pengelolaan portofolio. Risiko transaksi ETF lebih dapat dikontrol dan lebih rendah karena transaksi jual-beli ETF dapat dilakukan kapan saja selama jam perdagangan di bursa efek.

5). NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan)

Perhitungan NAB/UP reksa dana dilakukan satu kali setelah penutupan jam perdagangan di BEI. Indikasi NAB/UP (iNAV) ETF dihitung setiap saat selama jam perdagangan BEI.

6). Harga

Harga reksa dana hanya diketahui pada akhir hari, sementara harga ETF dapat diketahui secara real-time.

7). Portofolio

Reksa dana saham hanya menginformasikan 10 saham teratas dalam portofolio. ETF memungkinkan investor untuk mengetahui seluruh isi portofolio, termasuk bobot masing-masing saham.

8). Penyelesaian Transaksi

Penyelesaian transaksi reksa dana memakan waktu hingga T+7 (tujuh hari setelah transaksi dilakukan), sementara untuk ETF hanya T+2 (dua hari setelah transaksi dilakukan).

9). Dealer Partisipan

Reksa dana tidak memiliki Dealer Partisipan, sementara ETF melibatkan Dealer Partisipan. Dealer Partisipan adalah anggota bursa yang bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) pengelola ETF untuk melakukan pembelian atau penjualan unit penyertaan ETF.

Setelah memahami perbedaan di antara keduanya, langkah selanjutnya adalah memahami mekanisme transaksi ETF. Mekanismenya sangat sederhana. Ada dua pilihan dalam transaksi ETF, yaitu di Pasar Primer dengan pembelian minimum 1 unit kreasi/basket (1000 Lot = 100.000 UP) atau di Pasar Sekunder dengan minimum pembelian 1 lot (100 UP).

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

The post Perbedaan Reksa Dana Saham dan ETF (Exchange Traded Fund) appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/perbedaan-reksa-dana-saham-dan-etf-exchange-traded-fund/feed/ 0
ETF Pasif Vs ETF Aktif, Seperti Apa Perbedaannya? https://www.edufulus.com/etf-pasif-vs-etf-aktif-seperti-apa-perbedaannya/ https://www.edufulus.com/etf-pasif-vs-etf-aktif-seperti-apa-perbedaannya/#respond Mon, 27 Jun 2022 14:35:00 +0000 https://edufulus.com/?p=1085 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) tumbuh signifikan di Indonesia. Sejak pertama kali muncul di Indonesia pada 2007 lalu, jenis reksa dana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaanya [...]

The post ETF Pasif Vs ETF Aktif, Seperti Apa Perbedaannya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) tumbuh signifikan di Indonesia. Sejak pertama kali muncul di Indonesia pada 2007 lalu, jenis reksa dana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaanya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa seperti halnya saham ini terus berkembang.

Bermula dari ETF Indeks LQ45 yang kinerjanya mereplikasi pergerakan Indeks LQ45, Jumlah ETF di Indonesia saat ini terus bertambah menjadi 48 produk yang aktif ditransaksikan.

Sebanyak 48 produk ETF itu pun dibedakan menjadi dua kriteria berdasarkan cara pengelolaannya yakni ETF Pasif dan ETF Aktif. Dari 48 produk ETF tersebut ada 36 ETF pasif dan 12 ETF aktif.

SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?

Pertumbuhan signifikan ini sejalan dengan minat investor institusi dan ritel yang menginginkan alternatif untuk diversifikasi investasi yang nggak ribet. ETF pun jadi pilihannya dengan sejumlah keunggulannya mulai dari efisien, transparan dan fleksibel.

ETF ini memang cocok untuk investor pemula (Newbie) yang menginginkan investasi saham, tapi bingung untuk memulainya. Selain masih bingung, tidak sedikit yang sebenarnya tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan analisis sahamnya satu per satu.

Kehadiran produk ETF menjadi jawaban untuk kerinduan investor yang masih gamang masuk saham, tidak punya banyak waktu karena kesibukan kerjaan hingga karena sadar diri belum punya ilmu yang cukup untuk masuk ke saham.

Lantas seperti apa karakteristik dari ETF pasif dan ETF aktif yang dikatakan cocok untuk mereka ini? Berikut ini penjelasannya:

ETF Pasif

Kebanyakan ETF yang ada di Indonesia memang ETF pasif dengan jumlah produknya mencapai 36 dari keseluruhan ETF di Indonesia yakni sebanyak 48 produk. Sesuai dengan namanya yakni pasif, ETF ini mengacu pada indeks tertentu, semisal untuk ETF Indeks LQ45 yang mengikuti atau mereplikasi pergerakan Indeks LQ45.

Karena ETF pasif ini akan mengikuti indeksnya makanya boleh dikata cenderung lebih aman. hal begini membuat ETF ini bergerak lebih lambat. Tak mengherankan kalau jenis ini ada yang menyebutnya sebagai semacam “kloning return” pada indeks tertentu. Karakteristik pasif di sini tidak memiliki tujuan menggungguli indeks acuan. ETF pasif berupaya mereplikasi dan menyamai indeks.

EFF Aktif

Jumlah ETF aktif di Indonesia saat ini ada 12 dari total 48 ETF di Indonesia. Karena sifatnya aktif makanya ada Fund Manager atau tim khusus yang mengelola alokasi portofolionya dengan tujuan mengalahkan indeks acuannya. Kata aktif menyiratkan harapan dan keinginan untul mendapatkan return yang lebih dari indeks replikasinya.

ETF Aktif ingin mengungguli (outperform) market hingga indeks acuannya. ETF aktif ingin mengalahkan indeksnya. Karena sifat dasarnya aktif makanya lebih fluktuatif, sehingga dari sisi risiko cenderung lebih berisiko dibanding yang pasif. Bertitik tolak pada prinsip dasar dalam investasi yakni high risk high return makanya dari sisi portensi cuannya juga lebih menguntungkan.

Nah, untuk menikmati baik ETF pasif maupun ETF aktif, investor tinggal mentransaksikannya di Pasar Primer (Primary Market) untuk investor dengan modal gede seperti institusi atau di Pasar Sekunder (Secondary Market) untuk investor retail. Transaksi Pasar Primer maupun Pasar Sekunder bisa dilakukan dengan mudah dan cepat di saat jam bursa.

SIMAK JUGA: 4 Isi Fund Fact Sheet Ini Wajib Dicermati Sebelum Kamu Investasi Reksa Dana

The post ETF Pasif Vs ETF Aktif, Seperti Apa Perbedaannya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/etf-pasif-vs-etf-aktif-seperti-apa-perbedaannya/feed/ 0
Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya? https://www.edufulus.com/reksa-dana-etf-makin-marak-apa-itu-etf-dan-bagaimana-cara-belinya/ https://www.edufulus.com/reksa-dana-etf-makin-marak-apa-itu-etf-dan-bagaimana-cara-belinya/#respond Fri, 04 Oct 2019 22:19:11 +0000 https://edufulus.com/?p=347 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sejumlah Manajer Investasi (MI) kini mulai berebut ceruk di ETF (Exchange Traded Fund). Apalagi di level pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberlakukan peniadaan levy fee dan [...]

The post Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sejumlah Manajer Investasi (MI) kini mulai berebut ceruk di ETF (Exchange Traded Fund). Apalagi di level pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberlakukan peniadaan levy fee dan penghapusan pajak final untuk produk ETF.

Informasi terkini, PNM Investment Management meluncurkan produk reksa dana ETF perdananya bernama Reksa Dana PNM ETF Core LQ45 dan hingga akhir tahun ini menargetkan dua produk ETF diluncurkan.

Sementara itu, Indo Premier Investment Management (IPIM) akan meluncurkan 4 produk ETF menjelang akhir tahun. Penasaran dan pingin tahu apa itu ETF?

SIMAK JUGA: Apa Itu Reksa Dana?

ETF itu reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaanya dicatatkan dan diperdagangkan di bursa selayak saham. ETF menggabungkan manfaat-manfaat investasi dalam reksa dana dengan fleksibilitas pada saham.

Mungkin Anda berpikir jika ETF ini memiliki karakteristik yang sama dengan reksa dana saham karena ETF berisi kumpulan saham. Tentu tidak demikian. Reksa dana saham berisikan beberapa jenis saham yang ada di bursa, sedangkan ETF memiliki acuan pada index saham yang ada di bursa.

Karena diperdagangkan saat jam perdagangan bursa makanya ETF dapat dijual dan dibeli kapan pun. Dengan begitu, ETF ini cukup fleksibel dan mudah untuk ditransaksikan alias tidak seperti reksa dana yang perubahannya harganya per hari.

Jika kamu menjual reksa dana harga yang didapatkan bisa berbeda, jika jam transaksi tidak sesuai dengan jam transaksi reksa dana yang telah ditentukan.

Di ETF justru bisa dilihat perubahan dan pergerakan harganya setiap detik selama jam perdagangan bursa. Investor juga bisa melakukan pembelian dan penjualan sesegera mungkin ketika mereka menemukan harga yang pantas untuk mereka beli atau jual.

SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

Dari cara belinya saja sudah terlihat unik. Cara beli ETF berbeda dengan reksa dana. Reksa dana biasa dibeli langsung melalui Manajer Investasi (MI). Karenanya, biasa dikenakan fee yang relatif tinggi karena dana dikelola secara aktif agar sebisa mungkin aset yang dikelola tidak mengalami kerugian dan mendapatkan keuntungan terbaik.

Sementara itu, saat beli TF tidak ada manajemen fee yang harus dibayar, karena aset dikelola secara pasif. Selain itu, risiko ETF relatif rendah karena likuiditas terjamin. Jadi, ETF rendah biaya dan risikonya juga rendah.

Adapun mekanisme transaksi ETF seperti halnya membeli dan menjual saham. Dalam praktiknya, kamu bisa memilih bertransaksi melalui 2 pasar, yaitu melalui Pasar Primer (melalui Dealer Partisipan) dengan minimum pembelian 1 unit kreasi/basket (1000 Lot = 100.000 UP) atau melalui Pasar Sekunder (Melalui BEI) dengan minimum pembelian 1 lot (100 UP).

Diketahui, Dealer Partisipan adalah anggota bursa yang bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) pengelola ETF untuk melakukan penjualan atau pembelian unit penyertaan ETF. Hingga saat ini sudah ada 5 (lima) Dealer Partisipan yakni Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas dan IndoPremier Sekuritas. (GWK)

SIMAK JUGA: 10 Tips Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/reksa-dana-etf-makin-marak-apa-itu-etf-dan-bagaimana-cara-belinya/feed/ 0