Analisis industri Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/analisis-industri/ The Path To Financial Freedom Fri, 05 Jul 2024 22:18:33 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.1 https://www.edufulus.com/wp-content/uploads/2019/06/cropped-ICON-Edufulus-32x32.png Analisis industri Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/analisis-industri/ 32 32 Analisis Fundamental Tuh Banyak Kelemahannya, Tak Ada Jaminan Datangkan Cuan https://www.edufulus.com/analisis-fundamental-tuh-banyak-kelemahannya-tak-ada-jaminan-datangkan-cuan/ https://www.edufulus.com/analisis-fundamental-tuh-banyak-kelemahannya-tak-ada-jaminan-datangkan-cuan/#respond Fri, 17 Jul 2020 15:24:38 +0000 https://edufulus.com/?p=486 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investasi saham memang butuh ilmu, salah satunya ilmu tentang analisis yaitu analisis fundamental. Namun perlu dicamkan baik-baik bahwa analisis fundamental sebenarnya juga tidak menjamin Anda para investor saham [...]

The post Analisis Fundamental Tuh Banyak Kelemahannya, Tak Ada Jaminan Datangkan Cuan appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investasi saham memang butuh ilmu, salah satunya ilmu tentang analisis yaitu analisis fundamental. Namun perlu dicamkan baik-baik bahwa analisis fundamental sebenarnya juga tidak menjamin Anda para investor saham mendulang cuan (keuntungan).

Kalau ada analis atau trainer yang obral ketajaman analisis fundamental yang dianggapnya paling manjur, jangan telan mentah-mentah omongan itu. Bukan rahasia lagi, analis atau trainer yang obral analisis toh belum pasti sudah mendapat banyak cuan dari ilmu yang disampaikan.

Tidak sedikit analis dan trainer di pasar modal yang hanya berbekal omongan, tapi dalam praktik investasi saham tak terbukti atau sahamnya banyak yang minus. Pesannya jelas bahwa analisis fundamental yang kerap diumbar mereka itu sejatinya banyak kelemahan. Itulah mengapa di awal tulisan dikatakan jangan telan mentah-mentah.

SIMAK JUGA: Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu

Diketahui, analisis fundamental adalah satu dari dua teknik analisa yang umumnya digunakan oleh para investor saham dalam membuat keputusan jual-beli saham. Dengan analisis ini investor ingi mendeteksi saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar saham, memilih saham yang baik untuk investasi dan mengetahui harga wajar untuk suatu saham.

Teknik analisis ini memperhitungkan berbagai faktor, seperti kinerja perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis industri, analisis ekonomi dan pasar makro-mikro. Tujuan analisis ini pada dasarnya untuk mengetahui sehat tidaknya perusahaan tersebut. Kalau tidak sehat berarti tidak perlu dikoleksi. Ulasan lengkap analisis fundamental bisa diulis di bahasan sebelumnya: Begini Cara Mengalisis Fundamental Saham Secara Indepth dan Komprehensif.

SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

Karena sifatnya masih analisis maka kepastian untuk cuan pun masih sangat perlu dipertanyakan. Apalagi, pada dasarnya analisis fundamental ini ada banyak kelemahannya. Apa saja kelemahan analisis fundamental?

  1. Data Masa Lampau
    Yang kerap tak disadari investor saham pada umumnya yakni terkait data lama yang mungkin sudah usang. Bagaimana tidak. Data-data yang dianalisis adalah data-data dari masa lampau. Anehnya, data masa lampau itu dianalisis untuk mencerminkan harga di masa depan. Faktanya, tak seorang pun yang tahu soal masa depan ini, bisa jadi kinerjanya bagus atau bisa juga meleset.
  2. Data Valid yang Ditutup-tutupi
    Ketika data itu didapatkan, bisa jadi itu sudah terlambat karena harga sudah terlanjur naik. Sudah data terlambat, masih perlu pula diverifikasi benar tidaknya data tersebut. Bukan rahasia lagi, data pun bisa dipermainkan. Artinya, misalkan ada fraud, penggelapan atau manajemen yang amburadul, itu semua bisa ditutup-tutupi demi citra perusahaan.
  3. Subyektif
    Karena analisis ini orang perorangan makanya subyektif. Tak jarang, hasil analisis antara satu analis dengan analis yang lainnya bisa beda-beda. Hal ini jelas menegaskan tendensi asumsi personal. Subyektivitas ini tentu saja erat sekali dengan yang namanya misinterpretasi data. Salah membaca data bisa mengakibatkan prediksi yang melesat.

Kendati analisis saham ini memiliki kelemahan, bukan berarti analisis fundamental itu omong-kosong alias tidak berguna sama sekali. Pada dasarnya analisis fundamental bisa menjadi sarana untuk realistis dalam menanamkan uangnya ke saham. Realistin yang dimaksud artinya tidak asal-asalan dalam membeli saham. Bagaimana pun analisis fundamental yang digunakan dengan benar lumayan efektif untuk investasi jangka panjang.

Analisis fundamental okelah agak cocok untuk investasi saham jangka panjang, bukan untuk trading jangka pendek.

SIMAK JUGA:Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Analisis Fundamental Tuh Banyak Kelemahannya, Tak Ada Jaminan Datangkan Cuan appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/analisis-fundamental-tuh-banyak-kelemahannya-tak-ada-jaminan-datangkan-cuan/feed/ 0
Begini Cara Menganalisis Fundamental Saham Secara Indepth dan Komprehensif https://www.edufulus.com/begini-cara-menganalisis-fundamental-saham-secara-indepth-dan-komprehensif/ https://www.edufulus.com/begini-cara-menganalisis-fundamental-saham-secara-indepth-dan-komprehensif/#respond Wed, 24 Jun 2020 02:54:14 +0000 https://edufulus.com/?p=458 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com  – Memilih saham yang terbaik itu gampang-gampang susah dan biasanya dibutuhkan 2 (dua) analisis yang umum dikenal, yakni analisis fundamental dan teknikal. Secara komprehensif, kali ini akan diulas secara indepth [...]

The post Begini Cara Menganalisis Fundamental Saham Secara Indepth dan Komprehensif appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com  – Memilih saham yang terbaik itu gampang-gampang susah dan biasanya dibutuhkan 2 (dua) analisis yang umum dikenal, yakni analisis fundamental dan teknikal. Secara komprehensif, kali ini akan diulas secara indepth dan komprehensif apa itu analisis fundamental dan rasio apa saja perlu ditelaah.

Analisis fundamental adalah suatu analisis yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan.

Dengan kata lain, analisis fundamental ini menelaah sehat tidaknya sebuah perusahaan sebagai dasar dalam aksi membeli atau menjual saham. Kondisi perusahaan ditelaah sedemikian rupa untuk menentukan layak tidaknya sahamnya dibeli atau dijual.

SIMAK JUGA:Apa Itu Trading Halt? Corona (Covid-19) Bikin Rontok IHSG dan Harga Saham di 2020

Menariknya, kendati analisis ini fokus ke suatu emiten tertentu, tetapi sejatinya perlu pendekatan yang komprehensif tak melulu di seputaran internal emiten yang diincar.

Pakar investasi saham biasanya menyebut pendekatan komprehensif ini dengan istilah pendekatan “Top-Down“. Istilah top-down ini menelaah emiten dari skala paling luas (makro) hingga skala paling kecil yang mengerucut ke kondidi perusahaan (mikro). Tiga pilar dalam pendekatan komprehensif ini adalah analisis makro ekonomi, analisis industri, dan analisis mikro perusahaan.

  1. Analisis makro ekonomi menelaah kondisi perekonomian secara umum (dunia dan nasional) dan pengaruhnya di waktu yang akan datang. Penting diperhatikan dalam analisis makro ekonomi ini apakah kondisi ekonomi memang sedang tumbuh. Hal ini penting karena kondisi ekonomi suatu negara yang sedang tumbuh biasanya sejalan beriringan dengan pasar saham yang sedang bullish. Begitu juga saat kondisi ekonomi suatu negara terpuruk, pasar saham juga biasanya ikut terpuruk. Oleh sebab itu, di dalam analisis makro ekonomi ini penting pula menelaah PDB (Produk Domestik Bruto), inflasi, tingkat bunga hingga fluktuasi nilai tukar rupiah.
  2. Analisis industri menelaah sektor industri mana saja yang berpeluang tumbuh dalam kondisi perekonomian tertentu. Perlu disadari bahwa pada dasarnya tidak semua sektor industri itu tumbuh dalam kecepatan yang sama dalam kondisi ekonomi tertentu. Kemampuan menentukan dan memilah-milah sektor industri yang memiliki pertumbuhan signifikan berpotensi mendatangkan cuan atau profit besar. Selain beriringan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi suatu negara, pertumbuhan industri di suatu negara pada dasarnya masih dipengaruhi oleh regulasi atau peraturan pemerintah. Oleh sebab itu, mencermati sejumlah regulasi untuk melihat potensi pertumbuhan industri itu sangat penting. Cermati dengan seksama apakah regulasi yang ada menghambat atau mendukung pertumbuhan sektor industri.
  3. Analisis mikro perusahaan menelaah kesehatan keuangan perusahaan. Sehat tidaknya keuangan perusahaan dapat dicermati dari laporan keuangan yang dikeluarkan. Biasanya laporan keuangan ini mencakup 3 (tiga) hal yakni, income statement (laporan rugi laba), balance sheet (neraca), dan cash flow (laporan arus kas).

Sesuai dengan namanya, laporan laba rugi mencerminkan posisi laba rugi perusahaan, sementara neraca mencerminkan aset (harta) dan kewajiban (utang) yang harus dibayar perusahan, dan laporan arus kas mencerminkan alokasi dana perusahaan itu untuk apa saja.

SIMAK JUGA:Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya

Selanjutnya, untuk menilai dan menakar kesehatan keuangan perusahaan publik, investor tinggal mencermati rasio keuangannya. Rasio keuangan (rasio finansial) ini biasanya sudah terpampang di profil emiten di trading platform setiap sekuritas. Rasio mempermudah investor dalam memilih saham mana yang layak dibeli secara fundamental.

Rasio finansial yang dimaksud mulai dari EPS (Earning per Share), PER (Price Earnings Ratio), PBV (Price to Book Value), ROE (Return on Equity), dan DER (Debt to Equity Ratio). Mari kita simak satu per satu:

  1. EPS (Earning Per Share)
    Perusahaan publik yang konsisten menghasilkan laba memang layak dikoleksi sahamnya. Dengan kata lain, menghindari dan menjauhi emiten yang merugi adalah langkah cerdas dalam investasi saham. Rasio EPS ini efektif melihat besarnya laba perusahaan per saham. So semakin besar angka EPS berarti laba perusahaan semakin baik. Namun demikian, EPS yang tinggi tidak selalu mencerminkan laba perusahaan yang besar karena hal itu juga bisa dipengaruhi oleh sedikitnya jumlah saham yang beredar. Namun selain EPS, sangat disarankan untuk membandingkan dengan rasio analisis fundamental lainnya. Adapun rumus Earning Per Share = (Laba bersih – Pajak – Dividen)/Jumlah Saham Beredar.
  2. PER (Price Earnings Ratio)
    Sebagai turunan dari EPS, PER menunjukkan perbandingan harga saham sekarang dengan laba bersih perusahaan per lembar sahamnya (EPS). PER ini penting karena memberikan informasi terkait nilai wajar suatu perusahaan. PER yang rendah kerap memikat investor untuk segera mengoleksinya karena PER yang rendah menunjukkan laba yang tinggi bila dibandingkan dengan harga sahamnya. Adapun rumus PER = Harga Saham Terakhir/EPS. Rasio yang menunjukan seberapa menghasilkannya saham yang kamu miliki, misalkan kamu beli saham A harganya 1.000 rupiah perlembar, dalam setahun dalam 1 lembar saham menghasilkan keuntungan (Earning Per Share) 100 rupiah, maka PERnya 10 kali. Semakin kecil PER semakin bagus karena akan semakin cepat balik modalnya, PER ini juga akan menentukan seberapa besar dividen yang kamu dapat lho, tetapi kebijakan membagi dividen tetap pada Rapat Umum Pemegang Saham.
  3. PBV (Price to Book Value)
    Investor yang cerdas akan memadukan penggunaan PBV untuk menentukan nilai wajar sebuah saham dengan rasio lainnya seperti PER. Pada dasarnya, PBV juga ditujukan untuk menentukan nilai wajar suatu saham. Adapun rumus PBV = Harga Saham Terakhir/Nilai buku per lembar sahamnya. Book value adalah nilai ekuitas per lembar sahamnya. Rasio ini menentukan seberapa mahal harga sahamnya, jadi harga yang kamu lihat itu adalah harga yang terbentuk oleh pasar karena faktor supply and demand. Sedangkan perusahaan juga memiliki harga buku perlembar yang berasal dari modal perusahaan terkini dibagi jumlah saham beredar, nilai PBV didapat dari harga saham dibagi BVPS (Book Value Per Share). Semakin tinggi PBV semakin mahal, tetapi tidak selamanya itu jelek, karena biasanya perusahaan yang memiliki performa bagus dihargai lebih tinggi dari harga bukunya, oleh sebab itu kita perlu perhatikan rasio keuangan lainnya.
  4. ROE (Return on Equity)
    Perusahaan yang asal menghasilkan laba saja tidak cukup. Emiten yang layak dikoleksi sahamnya yaitu perusahaan yang juga memiliki laba yang tumbuh. Untuk menilai pertumbuhan laba ini, rasio keuangan yang biasa digunakan adalah ROE. Secara historis, perusahaan yang menguntungkan adalah perusahaan yang memiliki ROE tinggi. Investor yang cerdas tentunya memilih perusahaan yang memiliki ROE yang tinggi. ROE tinggi mencerminkan keefektifan suatu perusahaan dalam mengelola modalnya sehingga bisa menghasilkan laba yang besar. Adapun rumus ROE = Laba bersih/Total Ekuitas. Rasio yang mengindikasikan seberapa produktif perusahaan kamu, biasanya tersaji dalam persentase, mengindikasikan persentase laba bersih dibanding modal yang dimiliki, semakin tinggi semakin bagus, misalnya ada perusahaan dengan ROE 20 persen, artinya dengan modal yang ia miliki, mampu menghasilkan laba bersih sebesar 20 persen dari modalnya.
  5. DER (Debt to Equity Ratio)
    Memiliki utang besar itu beban. Begitu juga dengan emiten yang memiliki utang besar punya kewajiban membayar bunga dan pokok utangnya. So, mengetahui rasio total utang dihadapkan dengan total aset perusahaan itu sangat penting. Jangan sampai investor terjebak membeli saham dari perusahaan yang memiliki utang besar. Nah, untuk mengecek utang perusahaan bisa digunakan rasio DER. Nilai DER rendah berarti perusahaan tersebut sehat. Adapun rumus DER=Total Utang/Total Ekuitas. Utang yang tinggi memiliki konsekuensi berupa beban bunga yang lebih tinggi serta kewajiban untuk membayar hutang pokok apapun kondisi perusahaannya. Semakin kecil DER semakin bagus, namun ada perusahaan yang memang dari karakteristik bisnisnya memiliki utang tinggi seperti perusahaan perbankan, untuk mencari yang terbaik bandingkan satu perusahaan dengan perusahaan perbankan lain.

Rasio-rasio dalam analisis fundamental yang biasanya sudah tersedia di trading platform masing-masing sekuritas ini sangat membantu investor dalam menganalisis suatu perusahaan tanpa perlu membaca laporan keungannya satu per satu alias njelimet. Rasio keuangan membantu investor memilih saham yang benar-benar bakal mendatangkan cuan. (GWK)

SIMAK JUGA:Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Begini Cara Menganalisis Fundamental Saham Secara Indepth dan Komprehensif appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/begini-cara-menganalisis-fundamental-saham-secara-indepth-dan-komprehensif/feed/ 0