Begini Cara Menganalisis Fundamental Saham Secara Indepth dan Komprehensif

Analisis Fundamental Saham
Analisis Fundamental Saham (EduFulus/GWK)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com  – Memilih saham yang terbaik itu gampang-gampang susah dan biasanya dibutuhkan 2 (dua) analisis yang umum dikenal, yakni analisis fundamental dan teknikal. Secara komprehensif, kali ini akan diulas secara indepth dan komprehensif apa itu analisis fundamental dan rasio apa saja perlu ditelaah.

Analisis fundamental adalah suatu analisis yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan.

Dengan kata lain, analisis fundamental ini menelaah sehat tidaknya sebuah perusahaan sebagai dasar dalam aksi membeli atau menjual saham. Kondisi perusahaan ditelaah sedemikian rupa untuk menentukan layak tidaknya sahamnya dibeli atau dijual.

SIMAK JUGA:Apa Itu Trading Halt? Corona (Covid-19) Bikin Rontok IHSG dan Harga Saham di 2020

Menariknya, kendati analisis ini fokus ke suatu emiten tertentu, tetapi sejatinya perlu pendekatan yang komprehensif tak melulu di seputaran internal emiten yang diincar.

Pakar investasi saham biasanya menyebut pendekatan komprehensif ini dengan istilah pendekatan “Top-Down“. Istilah top-down ini menelaah emiten dari skala paling luas (makro) hingga skala paling kecil yang mengerucut ke kondidi perusahaan (mikro). Tiga pilar dalam pendekatan komprehensif ini adalah analisis makro ekonomi, analisis industri, dan analisis mikro perusahaan.

  1. Analisis makro ekonomi menelaah kondisi perekonomian secara umum (dunia dan nasional) dan pengaruhnya di waktu yang akan datang. Penting diperhatikan dalam analisis makro ekonomi ini apakah kondisi ekonomi memang sedang tumbuh. Hal ini penting karena kondisi ekonomi suatu negara yang sedang tumbuh biasanya sejalan beriringan dengan pasar saham yang sedang bullish. Begitu juga saat kondisi ekonomi suatu negara terpuruk, pasar saham juga biasanya ikut terpuruk. Oleh sebab itu, di dalam analisis makro ekonomi ini penting pula menelaah PDB (Produk Domestik Bruto), inflasi, tingkat bunga hingga fluktuasi nilai tukar rupiah.
  2. Analisis industri menelaah sektor industri mana saja yang berpeluang tumbuh dalam kondisi perekonomian tertentu. Perlu disadari bahwa pada dasarnya tidak semua sektor industri itu tumbuh dalam kecepatan yang sama dalam kondisi ekonomi tertentu. Kemampuan menentukan dan memilah-milah sektor industri yang memiliki pertumbuhan signifikan berpotensi mendatangkan cuan atau profit besar. Selain beriringan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi suatu negara, pertumbuhan industri di suatu negara pada dasarnya masih dipengaruhi oleh regulasi atau peraturan pemerintah. Oleh sebab itu, mencermati sejumlah regulasi untuk melihat potensi pertumbuhan industri itu sangat penting. Cermati dengan seksama apakah regulasi yang ada menghambat atau mendukung pertumbuhan sektor industri.
  3. Analisis mikro perusahaan menelaah kesehatan keuangan perusahaan. Sehat tidaknya keuangan perusahaan dapat dicermati dari laporan keuangan yang dikeluarkan. Biasanya laporan keuangan ini mencakup 3 (tiga) hal yakni, income statement (laporan rugi laba), balance sheet (neraca), dan cash flow (laporan arus kas).

Sesuai dengan namanya, laporan laba rugi mencerminkan posisi laba rugi perusahaan, sementara neraca mencerminkan aset (harta) dan kewajiban (utang) yang harus dibayar perusahan, dan laporan arus kas mencerminkan alokasi dana perusahaan itu untuk apa saja.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*