The post Tip Mengatur Cash Flow Keuangan dari Sosok Ibu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Karena itulah, banyak ibu di dunia ini memiliki kemampuan mumpuni dalam mengelola uang. Mereka ini ibarat direktur keuangan di sebuah perusahaan.
Para ibu yang bijak biasanya memiliki pengelolaan keuangan yang benar karena meyakini kalau hal ini akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan dalam keluarga. Bukan rahasia lagi, isu finansial kerap menyebabkan banyak konflik dalam rumah tangga.
SIMAK JUGA: Reksa Dana untuk Kemerdekaan Finansial Perempuan Indonesia
Keharmonisan tercipta karena ibu pada umumnya memiliki kepekaaan yang tinggi terhadap pemasukan dan pengeluaran keuangan yang berada di bawah pengawasannya.
Nah, di era serba otomasi sekarang ini, siapa pun dituntut untuk lebih cerdas mengelola segala sumber daya yang dimilikinya termasuk keuangan. Karena itulah, belajar resep mengelola duit dari sosok ibu itu sangat penting.
Ibu yang smart dalam pengelolaan keuangan biasanya mengatur cash flow dengan tepat sesuai dengan pos-pos pengeluaran yang dirancang sehingga alokasi apa pun sudah terencana dan tidak tercampur dengan pengeluaran yang lain. Alokasi dana pun lebih tepat sesuai kebutuhan (needs) dan bukan keinginan (wants).
Selain itu, ibu yang smart biasanya berusaha bebas utang dengan cepat. Makanya, mereka ini kalau berutang punya komitmen dan disiplin dalam pembayaran cicilan. Di sisi lain, ibu yang smart siap sedia juga menghadapi hal-hal yang tak terduga dengan dana darurat.
SIMAK JUGA: Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu
Seorang ibu yang smart biasanya juga berpikir jauh ke depan sehingga kadang terkesan irit. Padahal, di balik kesan iritnya itu ia sebenarnya sedang menyiapkan masa depan yang cerah untuk putra-putri tercintanya, yakni dengan investasi.
Ibu yang bijak tidak mengabaikan yang namanya investasi. Minimal 10% dari pendapatan bulanan keluarga diinvestasikan, entah deposito, emas, bisnis, properti maupun reksa dana.
Pengelolaan yang demikian ini tentu layak diteladani. Toh, investasi apa pun saat ini sudah lebih mudah dan transparan serta terjangkau. Pun dalam investasi reksa dana, siapa pun kini sudah bisa menikmatinya secara online. Reksa dana banyak diperjualbelikan secara online.
SIMAK JUGA: Tip dan Jenis Investasi yang Paling Cocok Buat Wanita Karier dan Ibu Rumah Tangga yang Super Sibuk
The post Tip Mengatur Cash Flow Keuangan dari Sosok Ibu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Inilah 10 Reksa Dana dengan Return Tertinggi Semester 1/2021 Versi Bareksa appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Data platform transaksi reksa dana Bareksa mencatat 5 dari 8 indeks reksa dana mencatatkan kinerja negatif sepanjang enam bulan pertama di 2021, dimana reksa dana pasar uang mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan jenis reksa dana lainnya.
Meski kinerja indek saham relatif flat atau hampir stagnan sepanjang semester I 2021, ditambah kinerja indeks reksa dana berbasis saham yang semuanya negatif, namun ternyata berdasarkan daftar reksa dana yang tersedia di Bareksa per 30 Juni 2021, top 10 imbalan tertinggi justru masih diisi produk reksa dana berbasis saham.
SIMAK JUGA: Inilah 12 Reksa Dana Terbaik dengan Return Tertinggi Sepanjang Semester 1/2021
Tercatat 7 dari produk reksa dana imbalan tertinggi pada semester I 2021 ialah reksa dana saham dan 3 lainnya ialah reksa dana campuran. Perlu dicatat di sini kalau tidak semua reksa dana yang ada di Indonesia dijual di platform ini.
So, ini hanya sebatas reksa dana yang dijual di platform Bareksa. Berikut ini ke-10 reksa dana dengan kinerja terbaik Semester 1/2021 versi platform Bareksa tersebut:
SIMAK JUGA: Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Inilah 10 Reksa Dana dengan Return Tertinggi Semester 1/2021 Versi Bareksa appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Inilah 12 Reksa Dana Terbaik dengan Return Tertinggi Sepanjang Semester 1/2021 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Selain dampak pandemi, hengkangnya dana haji dari instrumen reksa dana juga menjadi salah satu penyebab industri investasi kolektif mengalami penurunan dana kelolaan signifikan di akhir semester I/2021.
Memburuknya kinerja reksa dana juga terpotret dari data yang ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana di akhir semester 1/2021 akumulasi nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana secara industri mengalami penurunan 6,53 persen menjadi Rp536,11 triliun dari NAB per akhir Desember 2020 lalu yang sebesar Rp573,54 triliun.
SIMAK JUGA: 2 Cara Melaporkan Reksa Dana dalam SPT Tahunan
Penurunan tertajam terjadi pada Mei 2021 dengan penyusutan sebesar Rp30 triliun atau turun 5,59 persen menjadi Rp536,28 triliun dari posisi Rp568,02 triliun pada akhir April 2021.
Karena kinerja reksa dana tidak bagus pada semester 1/2021, dimana reksa dana saham mencetak kinerja terburuk dan reksa dana pasar uang mencetak kinerja lebih baik dibandingkan yang lainnya.
Lantas apa saja reksa dana yang tetap menunjukkan performa terbaiknya sepanjang semester 1/2021 dari masing-masing jenis reksa dana? Berikut ini 12 reksa dana (reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham) berkinerja terbaik pada semester 1/2021 berdasarkan data Infovesta Utama:
SIMAK JUGA: Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Inilah 12 Reksa Dana Terbaik dengan Return Tertinggi Sepanjang Semester 1/2021 appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 5 Langkah Mudah Cek Bukti Transaksi dan Laporan Bulanan Reksa Dana Secara Online di AKSes KSEI appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Dengan digitalisasi bukti transaksi dan lapooran bulanan reksa dana, termasuk di dalamnya mutasi reksa dana maka investor reksa dana bisa dengan mudah dan cepat mengecek portofilio reksa dananya.
Digitalisasi bukti transaksi dan laporan bulanan reksa dana ini tentu memudahkan investor yang ingin mendapatkan informasi tercepatnya karena tidak perlu menunggu lama sebagaimana ini terjadi sebelum kebijakan terbaru ini.
Dasar kebijakan digitalisasi terbaru ini adalah SE OJK No 1/SEOJK.4/2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat atau Bukti Konfirmasi dan Laporan Berkala Reksa Dana Secara Elektronik Melalui Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-Invest).
SIMAK JUGA: Pasar Saham Masih Lesu Terpapar Covid-19, Saatnya Lirik Commodity Boom
SE dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menetapkan bahwa Bukti Konfirmasi Transaksi dan Laporan Bulanan Reksa Dana yang biasanya dikirimkan secara berkala oleh Bank Kustodian kini telah diupdate secara elektronik melalui situs resmi KSEI di Akses.ksei.co.id.
Dengan surat edaran ini maka terhitung sejak 17 Februari 2021 Bank Kustodian tidak mengirimkan bukti konfirmasi transaksi dan laporan bulanan reksa dana melalui email atau surat fisik (hardcopy) kepada para investor reksa dana karena semua sudah terpadu secara online melalui AKSes KSEI.
Tantu kebanyakan investor reksa dana masih ingat kalau selama ini sering mendapatkan “surat cinta” setiap bulan terkait investasi reksa dana yang dinikmati. Tak mengherankan, tumpukan “surat cinta” itu kadang sampai menumpuk tanpa sempat membacanya, apalagi membukanya, kendati untuk investor tertentu memang masih ada yang rajin memantaunya.
Dengan kebijakan terbaru ini tentu akan memudahkan investor reksa dana untuk mengecek semua transaksi dan laporan bulanan reksa dana secara online di mana pun dan kapan pun dengan mudah dengan gadget yang dimiliki. Apalagi, caranya pun tergolong sangat mudah.
SIMAK JUGA: Apa itu Obligasi (Surat Utang) dan Bagaimana Cara Belinya?
Menariknya, kendati kebijakan ini telah berlaku, tetapi jika ada investor yang tetap menginginkan laporan dalam bentuk cetakan (hardcopy) atau dalam arti masih nyaman dengan kiriman laporan dalam bentuk cetakan “surat cinta” yang dikirim ke rumah maka wajib menghubungi langsung pihak Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) atau Manajer Investasi (MI) tempat membeli reksa dananya.
Terkait dengan permintaan laporan transaksi dan laporan bulanan reksa dana dalam bentuk cetakan (hardcopy) yang diinginkan ini maka akan dikenakan biaya. Ada pun besaran biaya yang harus ditanggung investor bisa ditanyakan langsung ke masing Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) atau Manajer Investasi (MI) tempat membeli reksa dananya.
Nah, daripada harus keluarin duit lagi untuk biaya hardcopy ini, sudah saatnya beralih secara digital karena toh sudah sangat mudah untuk mengaksesnya.
Berikut ini 5 langkah mudah dan cepat bukti transaksi dan laporan bulanan reksa dana secara online di AKSes KSEI:
1). Registrasi pada Website AKSes (Bila belum punya akun di KSEI)
2). Login pada situs web AKSes di https://akses.ksei.co.id
3). Pilih menu “Portofolioku” lalu “Laporan”
4). Pilih “Laporan Bulanan” atau “Laporan Mutasi Reksa Dana”
5). Klik “Download” lalu laporan akan terunduh otomatis. Notifikasi “Download” juga terdapat pada “Kotak Masuk” Anda di web AKSes.
SIMAK JUGA: 4 Keuntungan Investasi Sejak Usia Dini Mulai Saat Ini Juga
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 5 Langkah Mudah Cek Bukti Transaksi dan Laporan Bulanan Reksa Dana Secara Online di AKSes KSEI appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Tingkat bunga yang relatif kecil dibandingkan tingkat inflasi membuat dua cara menyimpan uang tersebut jelas tak mendatangkan keuntungan karena nilai uang yang disimpan justru menyusut tergerus biaya administrasi dan inflasi.
Nah, di era keterbukaan seperti saat ini, sudah selayaknya masyarakat berpikir ulang untuk memarkirkan uangnya dalam wadah tabungan dan deposito untuk konteks pengembangan, karena dewasa ini sudah ada instrumen investasi yang tergolong mudah dan menguntungkan yaitu reksa dana.
SIMAK JUGA: Mengenal 10 Jenis Reksa Dana Syariah
Reksa dana tergolong tahan banting di masa pandemi Covid-19, khususnya untuk reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Sementara itu, reksa dana campuran dan reksa dana saham terpaksa tak tahan tersapu fluktuasi pergerakan saham.
Desmond Wira dalam bukunya” Memulai Investasi Saham” menguraikan reksa dana berasal dari kata reksa yang berarti memelihara dan dana yang berarti uang. Reksa dana (mutual fund) artinya uang yang dipelihara.
Dengan kata lain, reksa dana itu menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian dana tersebut dikelola oleh manager investasi (fund manager).
Reksa dana memang termasuk instrumen investasi yang paling mudah karena setelah membeli reksa dana, investor tinggal menunggu hasil kinerja manajer investasi yang mengelola reksa dananya.
Satu hal yang perlu diperhatikan, pastikan investor memilih manajer investasi yang berkualitas dan pasti terdaftar secara resmi sebagai manager investasi.
SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Reksa Dana Bebas Pajak
Kalau masih ragu untuk memilih manager investasi yang terpercaya, kini tak perlu khawatir lagi karena sudah ada platform platform dan aplikasi yang akan memanjakan masyarakat Indonesia menikmati keuntungan investasi reksa dana yang memberikan return tinggi di atas bunga deposito.
Maklum saja, pada umumnya return reksa dana hanya sebesar 6% per tahun dan belum dipotong pajak sekitar 20%. Sebagai pembanding, rata-rata reksa dana pasar uang memberikan return 7-10% (kurang dari 1 tahun), reksa dana pendapatan tetap 15-18% (1-3 tahun), return reksa dana campuran 15-20% (3-5 tahun) dan return reksa dana pasar saham 20-26% (di atas 5 tahun).
Adapun bentangan imbal hasil dalam satu tahun untuk reksa dana pasar uang sebesar 6%-8% dalam setahun, imbal hasil reksa dana pendapatan tetap sebesar 5%-10% dalam satu tahun, imbal hasil reksa dana campuran sebesar 10%-12% dalam setahun dan imbal hasil reksa dana saham sebesar 10%-20% dalam setahun.
Kondisi demikian akan terlihat sedikit berbeda saat dibandingkan dengan di masa pandemi. Selama pandemi reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap lah yang tahan banting dengan masih bisa memberikan return 5-6% untuk reksa dana pasar uang dan 7-13% reksa dana pendapatan tetap.
Sementara itu, reksa dana campuran dan reksa dana saham tergolong yang paling riskan terpengaruh fluktuasi harga saham. Tak mengherankan, banyak investor reksa dana pada masa pandemi memilih dan mengandalkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.
SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Smartphone Jadi Sarana Investasi Reksa Dana dan Saham Masa Kini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Investasi yang dulu kesannya rumit dan hanya bisa dinikmati mereka yang berpendidikan dan berduit, saat ini sudah tidak demikian. Kids zaman now yang memang payah dalam urusan keuangan kini dimudahkan untuk mengenal dan menikmati investasi di pasar modal.
Gaya hidup yang konsumtif dan menguras isi dompet kini bisa diimbangi dengan investasi hanya dengan 2-3 sentuhan di layar smartphone.
SIMAK JUGA: Yuk, Kenali Bencana Keuangan di Masa Depan Ini
Apalagi, kids zaman now tidak lagi sama dengan anak-anak zaman dulu yang banyak menghabiskan masa kecil mereka dengan bermain bersama teman setongkrongan, bermain mainan tradisional dan jauh dari pengaruh luar.
Anak-anak saat ini banyak terpengaruh dari luar terutama melalui sarana smartphone. Anak-anak ini justru tidak asing lagi dengan smartphone yang serba canggih. Boleh dikata, mereka bahkan lebih banyak tahu internet, dunia maya hingga aplikasi dibandingkan dengan orangtua mereka.
Kids zaman now yang biasa mengeluarkan uang demi bisa travelling, hangout di kafe atau menyaksikan konser musisi yang mereka idolakan, kini bisa mengerem diri dan melakukan investasi.
SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya
Dengan kata lain, ketergantungan anak-anak zaman sekarang pada internet dan gadget tak bakal selamanya berdampak negatif karena dengan sarana yang sama mereka justru sudah bisa mengenal investasi.
Apalagi, meski lahir di era dengan anugerah perkembangan teknologi, generasi ini memiliki filter yang cukup baik untuk menangkal atau berkelit dari dampak negatif teknologi karena mereka mendapatkan pendidikan yang lebih layak dari generasi sebelumnya.
Karenanya, generasi ini adalah pengguna teknologi yang cerdas. Makanya jangan heran, kalau mereka ini tahu betul seluk-beluk teknologi alias tak hanya menjadi pengguna pasif teknologi. Bahkan, ada kecenderungan, kemampuan dan pengetahuan teknologi mereka seakan bawaan sejak lahir.
SIMAK JUGA: Apa itu Obligasi (Surat Utang) dan Bagaimana Cara Belinya?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Smartphone Jadi Sarana Investasi Reksa Dana dan Saham Masa Kini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Bukan rahasia lagi dan saya yakin semua yang akan berinvestasi di pasar modal juga wajib sadar betul kalau yang namanya investasi itu tidak jauh dengan yang namanya risiko.
Risiko yang dimaksud tentu saja merujuk pada potensi kerugian. Makanya, seorang investor perlu mengenal dengan baik seberapa besar tingkat toleransinya akan kerugian atau biasa disebut dengan profil risiko.
SIMAK JUGA: 5 Kebiasaan Buruk Milenial yang Mengancam Masa Depan Keuangan Mereka
Jadi yang namanya investasi pasar modal itu ada risikonya yakni kerugian. Makanya, selain berharap akan cuan (keuntungan) dalam investasi di pasar modal, seorang investor yang bijak harus siap juga dengan yang namaya kerugian.
Kalau perlu teriak keuntungan itu juga perlu, so tidak hanya teriak-teriak kalau rugi saja. Orang yang siap dua-duanya boleh lah dikata investor dewasa.
Lantas seperti apa tipe-tipe investor berdasarkan profil risiko yang bisa dijadikan sarana bercermin?
Berikut ini 3 tipe investor berdasarkan profil risiko yang sebaiknya diketahui para investor baru (newbie) supaya pilihan instrumen investasinya benar-benar tepat:
1). Investor konservatif (risk averse)
Tipe investor konservatif ini memiliki ciri tidak menyukai risiko dan lebih suka menghindari risiko. Tipe investor yang ini nyaman dengan keamanan modal investasi serta hasil yang pasti. Karena tidak mau ambil risiko, bagi mereka investasi hanya dimaksudkan untuk menjaga keamanan modal.
SIMAK JUGA: 5 Tip Trading Saham untuk Pemula dan Milenial
Mereka tidak mempersoalkan imbal hasil kecil asal tidak merugi. Karena itu, pendapatan tetap lebih menarik ketimbang peningkatan nilai investasi. Menariknya, tipe investor konservatif ini termasuk juga mereka yang masih minim pengetahuan tentang potensi imbal hasil.
So, jenis instrumen investasi yang direkomendasikan untuk tipe investor ini adalah obligasi pemerintah, reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi.
2). Investor moderat (risk neutral)
Tipe investor moderat ini sudah berani mengambil risiko, meski dalam porsi yang masih medium, karena sadar akan konsekuensi imbal hasil yang lebih tinggi, tapi juga potensi kerugiannya.
SIMAK JUGA:Wahai Investor Newbie, Waspadai Saham Gorengan!
Investor moderat biasanya mengurangi porsi obligasi pemerintah, reksa dana pasar uang, dan reksa dana terproteksi dan mengalihkannya ke jenis instrumen investasi lain sebesar 30-40%, seperti pada reksa dana campuran, saham, dan reksa dana saham.
3). Investor agresif (risk seeker)
Tipe investor yang satu ini menyukai risiko dan kerap disebut dengan pencari risiko karena termotivasi untuk mendapatkan imbal hasil tinggi. Tipe investor ini tentu saja terdepan dalam pilihan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi.
SIMAK JUGA: Penasehat Investasi Saham
Oleh sebab itu, pilihan jenis instrumen investasinya pun didominasi oleh saham, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Bertolak belakang dengan investor konservatif, tipe investor yang ini siap dengan penurunan nilai modal karena tidak menginginkan pendapatan, tetapi pertumbuhan nilai investasi.
Tak mengherankan, tipe investor yang ketiga ini sudah terbiasa dengan fluktuasi.
Nah, bercermin dari tipe-tipe investor di atas, para investor yang baru terjun ke pasar modal patut memilih jenis instrumen investasi sesuai dengan profil risikonya. Ini dimaksudkan agar mereka mampu memaksimalkan cuan. (GWK)
SIMAK JUGA: Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Namun sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya merefresh kembali apa itu reksa dana. Singkatnya, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, yang selanjutnya dana tersebut diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam saham dan surat utang (portofolio efek) di bursa efek.
Setelah tahu kalau di atas deposito itu ada reksa dana, ternyata kita tidak boleh berhenti di situ. Reksa dana ada jenis-jenisnya. Jenis reksa dana sendiri dibagi menjadi 4 (empat) mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham.
SIMAK JUGA: Inilah Daftar Lengkap Tempat Jual-Beli (Investasi) Reksa Dana Legal dan Resmi di Indonesia
Sebagai investor tentu perlu memilih jenisnya berdasarkan tujuan investasi dan jangka waktu pencapaiannya. Mari kita simak satu persatu 4 jenis reksa dana tersebut:
Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang penempatan dananya diinvestasikan seluruhnya pada surat berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun.
Jenis reksa dana pasar uang ini cocok untuk tujuan investasi jangka pendek dengan mengutamakan keamanan modal daripada pertumbuhan (safety fund). Tingkat risiko pada jenis reksa dana ini paling rendah, namun tingkat return juga tidak terlalu tinggi.
Reksa dana pasar uang sangat cocok bagi pemula yang baru memulai berinvestasi di reksa dana. Mengapa demikian? Pembukaan rekening reksa dana pasar uang sudah bisa mulai dari Rp100.000,- saja.
Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana dengan tingkat risiko menengah yang alokasi investasinya sebagian besar atau sekitar 80% ditempatkan pada obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi swasta.
Reksa dana pendapatan tetap cocok untuk para investor yang mencari keuntungan tingkat bunga optimal dengan mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten (income fund). Karakteristik dari reksa dana pendapatan tetap ini sangat cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah (1-3 tahun).
Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap ini relatif lebih stabil dan tidak fluktuatif seperti halnya reksa dana saham.
Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang penempatan investasinya dialokasikan pada instrumen saham, obligasi, dan juga pasar uang. Tingkat risiko pada jenis reksa dana ini menengah.
Jenis reksa dana ini cocok untuk investor yang memiliki rencana jangka menengah (3-5 tahun). Biasanya proporsi penempatan dana ini tergantung dari masing masing Manajer Investasi, namun pada umumnya nilai aktiva bersih tidak melebihi 79% antara efek saham dan efek obligasi.
Reksa dana campuran ini cocok untuk para investor yang menginginkan pendapatan yang memadai dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Reksa dana ini memang sedikit fluktuatif, tetappi pertumbuhannya relatif lebih stabil dibandingkan reksa dana saham.
Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang penempatan alokasi investasinya sekurang kurangnya 80% ditempatkan di efek saham. Sedangkan sisanya sekitar 20% ditempatkan di pasar uang atau jenis lainnya yang likuiditasnya setara dengan itu.
Pada reksa dana saham, tingkat return yang diperoleh merupakan yang tertinggi diantara jenis reksa dana lainnya. Namun demikian, profil risiko juga tinggi, karena tingkat return dan tingkat risiko akan selalu berbanding lurus. Jenis reksa dana ini sangat cocok buat investor bertipe agresif yang menginginkan tingkat return yang tinggi, tetapi siap juga dengan risiko yang tinggi.
Reksa dana saham ini cocok untuk investor yang mengejar pertumbuhan nilai investasinya secara optimal pada periode waktu jangka panjang (growth fund). Hasilnya sendiri dari tahun ke tahun sangat bervariasi dan cenderung berfluktuasi seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan ekonomi yang terjadi.
Setelah tahu 4 jenis reksa dana di atas, saatnya untuk berinvestasi dengan memilih reksa dana pasar uang yang cocok dengan tujuan, jangka waktu dan profil risiko. Selamat berinvestasi! (GWK)
SIMAK JUGA: Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Masyarakat awam pun bisa dengan gampang melakukannya karena sudah nggak ribet seperti di masa lalu. Investasi reksa dana kini sudah serba online.
Saat berinvestasi reksa dana, masyarakat selaku investor tinggal menunggu hasil kinerja manajer investasi yang mengelolanya. Istilahnya, dalam investasi reksa dana itu, investor tinggal duduk manis tahu-tahu mendapatkan return (imbal hasil) lebih menguntungkan dibandingkan deposito.
SIMAK JUGA: Inilah Daftar Lengkap Tempat Jual-Beli (Investasi) Reksa Dana Legal dan Resmi di Indonesia
Kendati demikian, nasabah sangat dianjurkan untuk memilih reksa dana dengan cerdas agar hasil yang didapatkannya maksimal. Memilih reksa dana itu gampang-gampang mudah, sehingga perlu bijak.
Istilahnya, selaku investor jangan lah membeli kucing dalam karung. Oleh sebab itu, berikut ini 8 tips cerdas yang sebaiknya dilakukan dalam memilih produk investasi reksa dana:
SIMAK JUGA: Inilah 12 Reksa Dana Terbaik dengan Return Tertinggi Sepanjang Semester 1/2021
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>