The post Tip Investasi dan Trading Saham Saat Market Sedang Rontok appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Kalau investor lebih ke orientasi jangka panjang dalam mendulang cuannya, sementara itu trader mencari cuan dalam jangka waktu pendek. Namun satu hal yang tak boleh diabaikan baik oleh invetor maupun trader saham saat menghadapi market yang sedang gonjang-ganjing (volatile) adalah tidak gampang baper dan panik dalam membuat keputusan.
SIMAK JUGA: Kenali Support dan Resistance Saham, Emangnya Buy, Sell dan Hold Itu Gampang?
Keputusan terkait saham harus diputuskan dalam kondisi psikologi yang tenang dan nggak asal ambil keputusaj jual atau beli. Nah, tindakan seperti apa saja yang sebaiknya dilakukan baik itu investor atau trader saat menghadapi market yang lagi volatile?
Saat menghadapi kondisi market yang lagi volatile, investor yang bijak adalah mereka yang tidak gampang baper dan panik hingga takut yang berlebihan. Mereka yang bijak adalah mereka yang secara psikologi tak gampang terpengaruh dengan fluktuasi market. Pun saat saham yang dimiliki jeblok atau turun tajam mereka ini tidak berpikir rugi hingga akhirnya merealiasikan kerugian dengan menjual sahamnya.
Patut disadari bahwa yang namanya market itu memang naik-turun. Kalau pun ada penurunan maka perurunan itu ada ujungnya dan setelah itu kembali naik atau rebound. Sebagai investor yang memiliki tujuan investasi yang jelas dan jangka panjang maka memegang tujuan ini sangat penting biar nggak gampang terpengaruh gonjang-ganjing market. Baper dan panik yang berlebihan akan mengarahkan investor pada kesalahan fatal dalam membuat keputusan atas investasinya, seperti menjual sahamnya dalam kondisi rugi hanya karena ketakutan.
Dalam ketenangan pikiran yang melihat kondisi market yang fluktuatif sebagai hal yang normal dan alami maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis saham secara komprehensif baik dari sisi fundamental maupun teknikal. Untuk melakukan analisis ini pun tak sesulit kayak di masa lalu, semisal dengan aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas. Analisis fundamental bisa dilakukan dengan mudah karena data-data keuangan untuk melakukan analisis pada saham tertentu mudah didapatkan. Selanjutnya, untuk melakukan analisis teknikal maka chart yang komprehensif bisa dilakukan dengan mudah.
Hal penting lainnya adalah mengecek lagi tujuan investasi. Seandainya tujuan investasi untuk yang jangka waktu pencapaiannya sifatnya jangka panjang maka ada baiknya investasinya ditahan dulu. Apalagi setelah dianalisis, potensi cuannya untuk jangka panjang bagus maka pada saat harganya turun atau jeblok ini sebaiknya dianggap sebagai saat diskon untuk mengoleksi sahamnya lagi. Namun untuk yang terakhir ini wajib melihat budget. Jangan karena harga saham lagi turun atau diskon maka bisa borong saham tanpa pikir panjang.
Senjata paling utama saat menghadapi saham-saham yang sedang rontok karena market yang sedang volatime adalah tidak baper dan panik, tetapi justru dengan tangkas melakukan analisis fundamental dan teknikal. Analisis yang komprehensif penting untuk melihat potensi saham yang dimiliki atau diincar. Usahakan kamu tidak terpengaruhi emosi saat mengabil keputusan dalam trading.
Seperti diketahui, di satu sisi saat saham sedang turun, ini adalah kesempatan emas untuk mengoleksinya atau melakukan aksi buy. Kendati demikian, keputusan mengoleksi ini tentu tidak berlaku untuk semua saham yang sedang turun. Oleh sebab itu, analisis fundamental dan teknikal penting dilakukan untuk melihat saham yang sedang turun. Hal ini sangat penting untuk melihat potensi balik arah dari saham ini di masa depan. Analisis fundamental terkait erat dengan lapaoran keuangan emiten, sedangkan analisis teknikal menyangkut support dan resistance saham yang memungkinan trader melakukan aksi buy dengan tepat.
Pada saat saham-saham sedang rontok, penting bahwa trader selalu menjaga disiplin dalam melakukan cut loss. Jika tidak disiplin maka kerugiannya justru akan semakin dalam. So, kendati menyakitkan, cut loss atau stop loss itu wajib dilakukan, teristimewa saat sahamnya memang benar-benar downtrend.
Namun jika belum sempat melakukan cut loss karena melihat potensi balik arahnya setelah melakukan analisis fundamental dan teknikalnya maka alternatif yang bisa dilakukan yakni melakukan average down. Average down adalah pembelian secara bertahap ketika saham yang dimiliki mengalami penurunan. Jika keputusan ini yang diambil maka trader tinggal menunggu dan berharap market kembali naik. So, butuh yang namanya kesabaran dan nggak terpengaruh emosi secara berlebihan.
Untuk tetap mengambil caun dalam trading kamu harus konsisten dengan strategi yang digunakan, melakukanya berulang-ulang, dan tetap konsisten seperti mengambil keuntungan ataupun menutup dengan kerugian yakni take profit atau cut loss. Hingga pada akhirnya kamu dapat mendulang cuan.
SIMAK JUGA: Tip Cerdas Memilih dan Membeli Saham-Saham IPO yang Berpotensi ARA
The post Tip Investasi dan Trading Saham Saat Market Sedang Rontok appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 5 Tip Trading Saham untuk Pemula dan Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Investasi dan spekulasi adalah dua hal yang berbeda, meski ada kalanya perbedaan antara keduanya boleh dikata sangat samar. Tak dipungkiri, dalam praktiknya sulit mengatakan bahwa seseorang sedang melakukan kegiatan investasi atau spekulasi.
Tak mengherankan, Benjamin Graham juga menyebutkan bahwa spekulasi itu sebenarnya juga tidak salah sama sekali. Namun demikian, Graham sangat menekankan bahwa kalau ingin berspekulasi, berspekulasilah dengan serius, bukannya sekadar iseng.
SIMAK JUGA: Analisis Fundamental Tuh Banyak Kelemahannya, Tak Ada Jaminan Datangkan Cuan
Pernyataan ini jelas mau menekankan kadar ilmu yang tentu bukan sekadar spekulasi membabi-buta semata. Memang harus diakui, di dunia investasi tidak ada rumus pasti karena harga saham di masa depan memang tidak bisa diprediksi.
Kendati demikian, mengkalkulasi nilai suatu saham itu sudah selayaknya dilakukan dengan didasarkan pada nilai bisnis perusahaan. Karenanya, tindakan investasi dalam pandangan Benjamin Graham itu sebagai tindakan yang mencakup analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan return (imbal hasil) yang memadai. Dalam istilah modern analisis mencakup analisis fundamental dan analisis teknikal.
Dengan definisi tersebut, investor lantas terbedakan secara jelas dengan spekulator. Berbeda dengan investor, spekulator itu hanya berjudi dan berharap ada pihak lain yang berani membayar lebih tinggi nantinya. Sementara investor memperhitungkan harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang sudah ada, spekulator hanya mendasarkan standar nilai dengan harga pasar.
SIMAK JUGA: 4 Risiko Ini Wajib Dipahami Sebelum Kamu Terjun ke Investasi Saham Syariah
Dari definisi yang dilontarkan Graham di atas, setidaknya ada 3 (tiga) elemen penting dalam investasi yaitu analisis, tindakan untuk melindungi diri agar tidak mengalami kerugian dan memasang target return yang lumayan.
Oleh karenanya, investasi tanpa membekali diri dengan persiapan matang dan ilmu pengetahuan yang memadai berarti melakukan tindakan berjudi dan bunuh diri. Membeli saham tanpa mengetahui banyak tentang perusahaan yang sahamnya dimiliki akan menempatkan uang tersebut di tempat yang rapuh.
Dalam praktiknya, pelaku saham yang terjebak menjadi spekulan biasanya demen dengan yang namanya saham gorengan tanpa tahu isi dan apa yang terjadi di baliknya. Banyak dari mereka hanya berspekulasi dengan dan terjebak dengan saham yang digoreng dan diangkat tinggi-tinggi. Orang-orang berbondong-bondong membelinya. Namun apa daya, harga pun jatuh dan tak pernah naik lagi.
SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?
Namun jika kamu benar-benar tertarik trading saham di pasar modal Indonesia? Berikut ini tip untuk para pemula dalam trading saham di pasar modal Indonesia:
SIMAK JUGA: Pasar Saham Masih Lesu Terpapar Covid-19, Saatnya Lirik Commodity Boom
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 5 Tip Trading Saham untuk Pemula dan Milenial appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>