5 Tip Trading Saham untuk Pemula dan Milenial

Pergerakan IHSG saat pandemi Covid-19
Pergerakan IHSG saat pandemi Covid-19 (EduFulus/GWK)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Di pasar modal dikenal dua istilah yang kadang saling tercampur, yakni investasi dan trading. Investor pemula tentu hanya sedikit yang paham dan benar-benar sulit membedakannya. Investor pemula kerap menyebut investasi itu yang trading, trading itu ya investasi. Padahal, investasi itu beda dengan trading.

Investasi dan spekulasi adalah dua hal yang berbeda, meski ada kalanya perbedaan antara keduanya boleh dikata sangat samar. Tak dipungkiri, dalam praktiknya sulit mengatakan bahwa seseorang sedang melakukan kegiatan investasi atau spekulasi.

Tak mengherankan, Benjamin Graham juga menyebutkan bahwa spekulasi itu sebenarnya juga tidak salah sama sekali. Namun demikian, Graham sangat menekankan bahwa kalau ingin berspekulasi, berspekulasilah dengan serius, bukannya sekadar iseng.

SIMAK JUGA: Analisis Fundamental Tuh Banyak Kelemahannya, Tak Ada Jaminan Datangkan Cuan

Pernyataan ini jelas mau menekankan kadar ilmu yang tentu bukan sekadar spekulasi membabi-buta semata. Memang harus diakui, di dunia investasi tidak ada rumus pasti karena harga saham di masa depan memang tidak bisa diprediksi.

Kendati demikian, mengkalkulasi nilai suatu saham itu sudah selayaknya dilakukan dengan didasarkan pada nilai bisnis perusahaan. Karenanya, tindakan investasi dalam pandangan Benjamin Graham itu sebagai tindakan yang mencakup analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan return (imbal hasil) yang memadai. Dalam istilah modern analisis mencakup analisis fundamental dan analisis teknikal.

Dengan definisi tersebut, investor lantas terbedakan secara jelas dengan spekulator. Berbeda dengan investor, spekulator itu hanya berjudi dan berharap ada pihak lain yang berani membayar lebih tinggi nantinya. Sementara investor memperhitungkan harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang sudah ada, spekulator hanya mendasarkan standar nilai dengan harga pasar.

SIMAK JUGA: 4 Risiko Ini Wajib Dipahami Sebelum Kamu Terjun ke Investasi Saham Syariah




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*