Supermarket Reksa Dana Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/supermarket-reksa-dana/ The Path To Financial Freedom Fri, 05 Jul 2024 22:03:13 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.1 https://www.edufulus.com/wp-content/uploads/2019/06/cropped-ICON-Edufulus-32x32.png Supermarket Reksa Dana Archives – EduFulus - The Path To Financial Freedom https://www.edufulus.com/tag/supermarket-reksa-dana/ 32 32 Siapa Bilang Investasi Reksa Dana Bebas Pajak https://www.edufulus.com/siapa-bilang-investasi-reksa-dana-bebas-pajak/ https://www.edufulus.com/siapa-bilang-investasi-reksa-dana-bebas-pajak/#respond Tue, 27 Oct 2020 14:05:55 +0000 https://edufulus.com/?p=538 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Tidak sedikit investor yang menganggap investasi reksa dana itu bebas pajak. Anggapan ini muncul karena investor memang tidak terkena pajak secara langsung begitu memperoleh hasil penjualan reksa dananya. Setelah mendapatkan [...]

The post Siapa Bilang Investasi Reksa Dana Bebas Pajak appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Tidak sedikit investor yang menganggap investasi reksa dana itu bebas pajak. Anggapan ini muncul karena investor memang tidak terkena pajak secara langsung begitu memperoleh hasil penjualan reksa dananya.

Setelah mendapatkan hasil investasi reksa dana, investor tak perlu membayar pajak. Fakta ini pun memunculkan anggapan salah kaprah kalau reksa dana itu bebas pajak. Padahal, senyatanya pajaknya telah dibayarkan oleh Manajer Investasi (MI) mengelola dana investor yang diinvestasikan di reksa dana.

UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 3 Huruf i dengan jelas menyatakan bahwa: “Yang dikecualikan dari objek pajak adalah bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif”.

SIMAK JUGA: Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula

Karena itulah, reksa dana ini bisa dibilang sebagai satu-satunya jenis investasi yang tidak dikenakan pajak secara langsung atas hasil keuntungannya, berbeda dengan imbal hasil (bunga) pada aset keuangan lain seperti tabungan atau deposito perbankan yang dikenakan PPh final sebesar 20 persen.

Sementara itu, keuntungan (capital gain) atau bunga pada produk pasar modal seperti saham dan obligasi pun sebenarnya dikenakan PPh final, masing-masing 10 persen dan 5 persen. Kok reksa dana tidak?

Lantas apakah faktanya demikian? Apakah reksa dana benar-benar bebas pajak? Jangan percaya begitu saja dengan anggapan bebas pajak ini, karena ini hanya sebatas anggapan dari kesimpulan yang tidak tepat.

Faktanya, statement “bebas pajak” itu tidak 100% benar, kendati saat menerima hasil penjualan reksa dana investor tidak harus membayar pajak atau dikenai pajak. Namun perlu dicatat baik-naik bahwa tidak dikenai pajak bukan berarti bebas pajak.

SIMAK JUGA: Kelemahan dan Kekurangan Aplikasi Neo HOTS Mobile Besutan Mirae Asset Sekuritas

Pada dasarnya investor reksa dana dikenai pajak karena pemotongan dan pembayarannya dilakukan kolektif di portofolio reksa dana yang dikelola MI dan bank kustodian.

Nilai aktiva bersih yang diberikan kepada para investor ini merupakan selisih dari keuntungan aset reksa dana dikurangi dengan biaya manajer investasi, bank kustodian, broker efek, pajak, dsb.

Pajak dalam biaya tersebut merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh Manajer Investasi (MI) dalam pengelolaan suatu efek.

Nah, karena pajak dibayarkan di tingkat portofolio makanya wajar manakala investor menerima hasil penjualan reksa dananya tidak lagi dikenai pajak penghasilan.

Kendati demikian, reksa dana adalah harta sama seperti uang tunai, tabungan, saham, emas, obligasi, tanah, bangunan, dan lain sebagainya yang harus dilaporkan ke dalam SPT Tahunan Pajak.

Sebagai produk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat, dana dari investor tersebut dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai aset keuangan seperti saham, obligasi, dan deposito (portofolio aset).

Logikanya, ketika dana masyarakat terhimpun, reksa dana tersebut otomatis menjadi subjek yang mewakili kumpulan dana dari masyarakat (investor), bukan investor per individu, tetapi sudah kolektif.

SIMAK JUGA: 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

Memang sih reksa dana sebagai subjek ini memiliki nilai aktiva bersih (NAB). NAB ini merupakan hasil selisih dari perhitungan total aset reksa dana (berupa kas, deposito, saham, dan obligasi) dikurangi dengan kewajiban atau beban reksa dana. Kewajiban reksa dana ini meliputi biaya manajer investasi, bank kustodian, broker efek, pelunasan pembelian aset, dan pajak.

Pada perhitungan NAB tersebut, pajak juga menjadi salah satu kewajiban yang dibayarkan oleh reksa dana dalam suatu pengelolaan portofolio reksa dana oleh Manajer Investasi. Sehingga dalam hal ini, sebenarnya investor telah membayar pajak atas hasil investasi pada aset reksadana secara tidak langsung.

Karena itu hasil keuntungan reksa dana sudah sepantasnya tidak dikenakan pajak lagi. Kalau dikenai pajak lai maka sama saja kena pajak berganda. So, begitulah sejatinya investor reksa dana sebenarnya juga bayar pajak.

SIMAK JUGA: Analisis Fundamental Tuh Banyak Kelemahannya, Tak Ada Jaminan Datangkan Cuan

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

The post Siapa Bilang Investasi Reksa Dana Bebas Pajak appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
https://www.edufulus.com/siapa-bilang-investasi-reksa-dana-bebas-pajak/feed/ 0
Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula https://www.edufulus.com/mengenal-4-jenis-reksa-dana-untuk-pemula/ https://www.edufulus.com/mengenal-4-jenis-reksa-dana-untuk-pemula/#respond Thu, 04 Jul 2019 14:42:12 +0000 https://edufulus.com/?p=313 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investasi reksa dana kian akrab di telinga anak muda (milenial) hingga orang dewasa. Selain karena kemudahan dan keterjangkauannya, mereka mulai sadar keuntungan dan manfaat memilih investasi reksa dana [...]

The post Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

]]>
The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investasi reksa dana kian akrab di telinga anak muda (milenial) hingga orang dewasa. Selain karena kemudahan dan keterjangkauannya, mereka mulai sadar keuntungan dan manfaat memilih investasi reksa dana yang ternyata memberikan return (imbal hasil) di atas bunga deposito.

Namun sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya merefresh kembali apa itu reksa dana. Singkatnya, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, yang selanjutnya dana tersebut diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam saham dan surat utang (portofolio efek) di bursa efek.

Setelah tahu kalau di atas deposito itu ada reksa dana, ternyata kita tidak boleh berhenti di situ. Reksa dana ada jenis-jenisnya. Jenis reksa dana sendiri dibagi menjadi 4 (empat) mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham.

SIMAK JUGA: Inilah Daftar Lengkap Tempat Jual-Beli (Investasi) Reksa Dana Legal dan Resmi di Indonesia

Sebagai investor tentu perlu memilih jenisnya berdasarkan tujuan investasi dan jangka waktu pencapaiannya. Mari kita simak satu persatu 4 jenis reksa dana tersebut:

1). Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang penempatan dananya diinvestasikan seluruhnya pada surat berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun.

Jenis reksa dana pasar uang ini cocok untuk tujuan investasi jangka pendek dengan mengutamakan keamanan modal daripada pertumbuhan (safety fund). Tingkat risiko pada jenis reksa dana ini paling rendah, namun tingkat return juga tidak terlalu tinggi.

Reksa dana pasar uang sangat cocok bagi pemula yang baru memulai berinvestasi di reksa dana. Mengapa demikian? Pembukaan rekening reksa dana pasar uang sudah bisa mulai dari Rp100.000,- saja.

2). Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana dengan tingkat risiko menengah yang alokasi investasinya sebagian besar atau sekitar 80% ditempatkan pada obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi swasta.

Reksa dana pendapatan tetap cocok untuk para investor yang mencari keuntungan tingkat bunga optimal dengan mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten (income fund). Karakteristik dari reksa dana pendapatan tetap ini sangat cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah (1-3 tahun).

Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap ini relatif lebih stabil dan tidak fluktuatif seperti halnya reksa dana saham.

3). Reksa Dana Campuran (Balance Fund)

Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang penempatan investasinya dialokasikan pada instrumen saham, obligasi, dan juga pasar uang. Tingkat risiko pada jenis reksa dana ini menengah.

Jenis reksa dana ini cocok untuk investor yang memiliki rencana jangka menengah (3-5 tahun). Biasanya proporsi penempatan dana ini tergantung dari masing masing Manajer Investasi, namun pada umumnya nilai aktiva bersih tidak melebihi 79% antara efek saham dan efek obligasi.

Reksa dana campuran ini cocok untuk para investor yang menginginkan pendapatan yang memadai dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Reksa dana ini memang sedikit fluktuatif, tetappi pertumbuhannya relatif lebih stabil dibandingkan reksa dana saham.

4). Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang penempatan alokasi investasinya sekurang kurangnya 80% ditempatkan di efek saham. Sedangkan sisanya sekitar 20% ditempatkan di pasar uang atau jenis lainnya yang likuiditasnya setara dengan itu.

Pada reksa dana saham, tingkat return yang diperoleh merupakan yang tertinggi diantara jenis reksa dana lainnya. Namun demikian, profil risiko juga tinggi, karena tingkat return dan tingkat risiko akan selalu berbanding lurus. Jenis reksa dana ini sangat cocok buat investor bertipe agresif yang menginginkan tingkat return yang tinggi, tetapi siap juga dengan risiko yang tinggi.

Reksa dana saham ini cocok untuk investor yang mengejar pertumbuhan nilai investasinya secara optimal pada periode waktu jangka panjang (growth fund). Hasilnya sendiri dari tahun ke tahun sangat bervariasi dan cenderung berfluktuasi seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan ekonomi yang terjadi.

    Setelah tahu 4 jenis reksa dana di atas, saatnya untuk berinvestasi dengan memilih reksa dana pasar uang yang cocok dengan tujuan, jangka waktu dan profil risiko. Selamat berinvestasi! (GWK)

    SIMAK JUGA: Inilah Kisaran Return Tahunan Reksa Dana yang Perlu Kamu Tahu

    * Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

    The post Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

    ]]>
    https://www.edufulus.com/mengenal-4-jenis-reksa-dana-untuk-pemula/feed/ 0
    8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana https://www.edufulus.com/8-tips-cerdas-memilih-reksa-dana/ https://www.edufulus.com/8-tips-cerdas-memilih-reksa-dana/#respond Wed, 15 May 2019 23:43:19 +0000 https://edufulus.com/?p=277 The Path To Financial Freedom, EduFulus.com- Investasi reksa dana kini telah menjadi alternatif pengganti deposito dalam pengembangan uang. Masyarakat menyadari kalau investasi reksa dana mudah dinikmati, tidak seperti yang selama ini dibayangkan. Masyarakat awam pun bisa [...]

    The post 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

    ]]>
    The Path To Financial Freedom, EduFulus.com- Investasi reksa dana kini telah menjadi alternatif pengganti deposito dalam pengembangan uang. Masyarakat menyadari kalau investasi reksa dana mudah dinikmati, tidak seperti yang selama ini dibayangkan.

    Masyarakat awam pun bisa dengan gampang melakukannya karena sudah nggak ribet seperti di masa lalu. Investasi reksa dana kini sudah serba online.

    Saat berinvestasi reksa dana, masyarakat selaku investor tinggal menunggu hasil kinerja manajer investasi yang mengelolanya. Istilahnya, dalam investasi reksa dana itu, investor tinggal duduk manis tahu-tahu mendapatkan return (imbal hasil) lebih menguntungkan dibandingkan deposito.

    SIMAK JUGA: Inilah Daftar Lengkap Tempat Jual-Beli (Investasi) Reksa Dana Legal dan Resmi di Indonesia

    Kendati demikian, nasabah sangat dianjurkan untuk memilih reksa dana dengan cerdas agar hasil yang didapatkannya maksimal. Memilih reksa dana itu gampang-gampang mudah, sehingga perlu bijak.

    Istilahnya, selaku investor jangan lah membeli kucing dalam karung. Oleh sebab itu, berikut ini 8 tips cerdas yang sebaiknya dilakukan dalam memilih produk investasi reksa dana:

    1. Profil Manajer Investasi
      Pada fund fact sheet bisa terlihat rekam jejak manajer investasi yang bertanggung jawab atas aset. Cermatilah fund fact sheet untuk melihat pengalaman Manajer. Investasi dalam mengelola aset yang dimiliki, jumlah nasabah, dan besarnya dana yang pernah dikelola.
    2. Strategi investasi
      Pada fund fact sheet perhatikan juga strategi yang digunakan oleh Manajer Investasi dalam mengelola uang. Fund fact sheet biasanya menunjukkan komposisi saham ata sektor yang diinvestasikan.
    3. Risiko dan imbal hasil
      Semua investasi mengandung risiko, seperti halnya investasi reksa dana saham yang mengandung risiko fluktuasi harga mengikuti pergerakan saham. Dalam investasi reksa dana, semakin tinggi potensi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang harus siap diterima. Nah, untuk risiko yang paling minim dari reksa dana yakni reksa dana pasar uang. Dengan imbal hasil (return) di atas bunga deposito, reksa dana pasar uang relatif stabil dan paling aman dibandingkan reksa dana lainnya.
    4. Biaya yang harus ditanggung
      Biaya investasi dalam reksa dana sebaiknya diperhatikan, terutama biaya-biaya yang dibebankan kepada investor. Biaya-biaya yang dimaksud mencakup: biaya pembelian subscription fee), biaya penjualan (redemption fee), dan biaya pengalihan (switching fee). Usahakan untuk membeli reksa dana di MI atau sekuritas yang tidak mengenakan biaya alias gratis.
    5. Hak investor
      Selanjutnya perhatikanlah hak-hak pemegang unit penyertaan reksa dana. Jangan sampai dirugikan misalkan tidak mendapatkan bukti penyertaan/surat konfirmasi, tidak mendapatkan pembagian hasil investasi sesuai kebijakan pembagian hasil investasi, tidak bisa menjual sebagian atau seluruh unit penyertaan, dan sebagainya. Perhatikan hal-hal ini!
    6. Kebijakan investasi
      Fund fact sheet juga menunjukkan strategi investasi reksa dana tersebut secara garis besar, yaitu alokasi dana dalam reksa dana dan seberapa besar dana digunakan untuk investasi ekuitas, pasar uang dan instrument lainnya.
    7. Total dana kelolaan
      Semakin besar dana kelolaan, semakin bonafide reksa dana tersebut.
    8. Performa reksa dana
      Jangan pilih dan beli reksa dana yang tumbuh lebih lambat daripada IHSG. (GWK)

    SIMAK JUGA: Inilah 12 Reksa Dana Terbaik dengan Return Tertinggi Sepanjang Semester 1/2021

    * Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].

    The post 8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.

    ]]>
    https://www.edufulus.com/8-tips-cerdas-memilih-reksa-dana/feed/ 0