The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Padahal, yang namanya review itu sangat penting. Investor bisa mengetahui apakah transaksi saham yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan harapan atau belum.
Disiplin dalam review meningkatkan kualitas investasi atau trading. Dengan begitu, profit yang didapatkannya pun berpotensi meningkat.
SIMAK JUGA:Terlalu Banyak Diversifikasi Saham Bikin Rempong, Lha Idealnya Berapa Sih?
Pakar saham Desmond Wira dalam bukunya “Memulai Investasi Saham” menuliskan kalau review bisa dilakukan secara berkala, entah tiap bulan, tiap 3 bulan, tiap 6 bulan atau tiap tahun. Ada 4 hal yang perlu menjadi perhatian dalam review berkala.
Trading (trader) dekat dengan kegiatan membeli saham untuk dijual kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Paling lama saham yang telah dibeli dijual dalam hitungan bulan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Sementara itu, investasi (investor) erat kaitannya dengan kegiatan membeli saham untuk disimpan dan dijual kembali di masa depan. Jangka waktunya bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Nah, setelah sekian lama berkecimpung dengan jual-beli saham, tentunya tahu kecenderungan secara pribadi lebih cocok untuk trading atau investasi. Pilihan entah trader atau investor tentunya perlu diselaraskan dengan bakat, minat dan hasil selama ini. Kuncinya, jika selama ini telah menjadi trader, tapi hasilnya tidak memuaskan maka dengan mencoba menjadi investor bisa jadi lebih menguntungkan. Begitu juga sebaliknya.
Dalam jangka waktu tertentu hasil investasi atau trading itu perlu direview. Review ini efektif untuk mengecek apakah hasil transaksi saham selama ini sudah memuaskan atau belum. Jika belum memuaskan, perlu dicari penyebabnya, apakah analisis dan strateginya sudah baik atau belum. Jika merasa hasilnya sudah memuaskan, tentunya tidak boleh puas sampai di situ. Investor perlu memikirkan langkah-langkah baru agar hasil maksimal.
Baik investor atau trader membutuhkan strategi dalam praktik investasi atau tradingnya. Strategi ini biasanya merupakan panduan tentang saham apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli dan kapan menjualnya. Strategi ini perlu direview secara berkala dengan alasan-alasan yang rasional, terukur dan komprehensif biar hasil makin maksinal. Kalau hasil masih kurang memuaskan, strateginya perlu diubah.
Kumpulan saham yang dimiliki disebut dengan portofolio. Mengatur ulang penyusunan saham yang masuk ke portofolio sangat diperlukan untuk menentukan potensi untung-rugi di masa mendatang. Review berkala bermanfaat untuk mengecek dan menentukan saham-sahan mana saja yang layak dipertahankan. Dasar penentuan layak tidaknya suatu saham didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal.
SIMAK JUGA: Reksa Dana ETF Makin Marak, Apa Itu ETF dan Bagaimana Cara Belinya?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Wajib Disiplin Review Saham Berkala, Apa Saja yang Perlu Ditinjau? appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post 4 Tip Kece Buat Investor Saham Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.
Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.
SIMAK JUGA:Kelemahan dan Kekurangan Aplikasi Neo HOTS Mobile Besutan Mirae Asset Sekuritas
Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.
Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.
Nah, biar kamu sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula dalam bertransaksi saham:
Saham gorengan adalah saham murah meriah yang tidak jelas fundamentalnya. Harga saham gorengan ini tiba-tiba bisa meroket harganya tanpa sebab yang jelas. Bukan rahasia lagi, di balik harga saham yang fluktuatifnya sangat ekstrem, entah tiba-tiba melejit atau tiba-tiba bisa anjlok, ternyata ada tangan-tangan yang bermain. Bagi investor pemula, sangat dianjurkan menghindari membeli saham gorengan. Meski menarik karena profitnya tinggi, tapi dalam sekejab bisa anjlok. Menghindari saham yang terlalu ekstrem fluktuasinya adalah solusi yang tepat agar potensi ruginya minim.
Saham yang fundamentalnya baik adalah saham blue chip. Ciri-ciri saham blue chip yaitu perusahaannya dikenal publik, usahanya jelas, produknya laku di pasaran, transparan dan tidak banyak utang. Bedanya dengan saham gorengan yang fluktuatif, pergerakan kenaikkan saham blue chip cenderung lambat, tapi pasti. Nah, saat sama-sama terkoreksi, saham blue chip bergerak naik lebih dulu begitu pasar saham pulih.
Tak dipungkiri, banyak investor merugi karena ikut-ikutan membeli saham yang sedang ngetren dan terutama terpengaruh komentar teman, media, komunitas dan analisis serampangan. Sangat dianjurkan, investor saham pemula melakukan analisa sendiri daripada ikut-ikutan. Dengan begitu, kamu memiliki alasan yang kuat untuk membeli saham tertentu.
Memulai investasi saham kini tidak memerlukan modal awal miliaran maupun triliunan rupiah. Bahkan, cukup dengan uang 100 ribu rupiah saja Anda sudah bisa mulai berinvestasi saham! Dengan 100 ribu rupiah Anda sudah bisa membeli 1 lot saham yang harga per lembarnya 1.000 rupiah. So, kamu tidak perlu kaya untuk memulai berinvestasi, tapi mulailah disiplin berinvestasi niscaya Anda akan menjadi kaya. Jadi, siapa bilang harus “mahal” untuk menjadi seorang investor pemula?
SIMAK JUGA: Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post 4 Tip Kece Buat Investor Saham Pemula appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>Anthony Robbins dalam bukunya Money Master The Game mengulas sejumlah topik menarik terkait kegamangan investasi setelah melakukan wawancara langsung dengan investor top dunia termasuk Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle. Mereka ini sosok-sosok investor yang terbukti optimis dalam investasi. Mereka percaya diri dan tidak takut melangkah dalam investasi.
Mereka berkeyakinan tidak mungkin memiliki bisnis yang luar biasa sukses tanpa mengambil risiko. Kendati demikian, Buffett misalnya mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Tak mengherankan, Buffett selalu bersikeras bahwa Berkshire Hathaway menyimpan setidaknya US$ 20 miliar uang tunai sebagai jaring pengaman jika terjadi sesuatu di luar perkiraan.
SIMAK JUGA: Siapa Bilang Investasi Saham itu Gratis? Berikut ini Rincian Biayanya
Anthony Robbins menemukan semua orang membenci kehilangan uang, namun para investor seperti Warren Buffett, Carl Icahn, Ray Dalio dan John Bogle ini bahkan lebih terobsesi dengan tidak kehilangan uang dibanding rata-rata orang. Buffett pun secara gamblang menegaskan di Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang dan di Aturan No. 2: Jangan pernah melupakan Peraturan No.1.
Tak dipungkiri, banyak dari mereka yang bangkrut di dunia investasi saham dikarenakan gampang terjebak menjadi spekulator yang tak mengerti pentingnya mengurangi risiko semaksimal mungkin. Salah satu contoh konkretnya, banyak dari mereka gampang terjebak bertransaksi saham gorengan tanpa tahu isi perut saham tersebut.
SIMAK JUGA:5 Cara Genjot Kelihaian Investasi Saham buat Milenial
Nah, biar kalian sukses mendulang cuan di pasar saham, berikut ini tip praktis bagi investor saham pemula (newbie) para milenial dalam bertransaksi saham:
SIMAK JUGA:8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].
The post Kamu Newbie dalam Investasi Saham, Kuy Simak 5 Tip untuk Pemula Ini appeared first on EduFulus - The Path To Financial Freedom.
]]>