The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – PT Ajaib Sekuritas Asia (Ajaib Sekuritas) akhirnya memberikan klarifikasi menyeluruh terkait polemik pembelian saham senilai Rp1,8 miliar yang sempat ramai di media sosial.
Melalui Direktur Utamanya, Juliana, Ajaib Sekuritas memastikan bahwa seluruh transaksi di platformnya telah dilakukan melalui perangkat yang secara sistem terverifikasi sebagai trusted device milik nasabah, sekaligus membantah klaim nasabah yang merasa tidak melakukan pembelian tersebut.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan membantu menyelesaikan masalah transaksi saham senilai Rp1,8 miliar yang terjadi antara Ajaib Sekuritas dan salah satu nasabahnya. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, mengungkapkan bahwa BEI telah menerima dokumen kronologi dari kedua belah pihak.
SIMAK JUGA: Skandal Ajaib Rp1,8 M Kian Panas: Niyo Desak Klarifikasi Janji Kompensasi Sebelum Mediasi Teknis
Kristian menyatakan bahwa saat ini BEI masih dalam tahap komunikasi untuk mencari titik temu. Namun, jika permasalahan tidak menemukan jalan keluar, BEI akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari fakta sebenarnya. Ia juga menegaskan bahwa BEI akan secepatnya membantu penyelesaian masalah ini dan telah berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam proses tersebut.
Berikut isi lengkap klarifikasi dan bantahan Ajaib Sekuritas:
Ajaib Sekuritas mengikuti isu yang sedang berkembang terkait investasi melalui platform kami. Kami berkomitmen menjunjung tinggi dan menjaga kerahasiaan data pribadi Nasabah.
Namun, karena Nasabah telah terlebih dahulu mengungkapkan beberapa detail transaksinya ke publik, kami berkonsultasi dengan penasihat hukum dan disarankan untuk memberikan klarifikasi secara transparan dan faktual kepada rekan-rekan semua, sebagai bentuk perlindungan terhadap reputasi dan posisi hukum kami serta untuk kebutuhan edukasi investor pasar modal.
Karena itu, Ajaib Sekuritas menyampaikan hal-hal berikut:
1). Nilai Rp 1,8 Miliar Bukan Kerugian atau Kehilangan
Kami melihat banyak pihak menampilkan seolah-olah angka Rp 1,8 Miliar itu adalah total kerugian atau kehilangan Nasabah. Ini salah. Angka Rp 1,8M adalah nilai total transaksi Nasabah dan tidak hilang
Kerugian yang berpotensi terjadi adalah sebuah risiko inheren dari berinvestasi di pasar modal. Sama halnya dengan adanya potensi keuntungan.
Apabila Nasabah terkait menjual sahamnya pada 26 Juni, maka sebenarnya Beliau justru bisa mendapatkan untung dalam transaksi tersebut karena di tanggal itu terdapat kenaikan harga saham terkait.
2). Fasilitas Pembayaran H+2 adalah Kebijakan Bursa sejak Dulu
Sejak sebelum ada platform investasi teknologi, Bursa Efek Indonesia memang memiliki kebijakan bahwa investor bisa membayarkan saham yang dia beli dua hari setelah pembelian. Sesuai regulator, ini bukanlah pinjaman melainkan transaksi normal di pasar modal.
Sebagai platform, tugas kami adalah menilai apakah nasabah akan memiliki kemampuan membayar berdasarkan pada portofolio aset dan dananya, bukan hanya saldonya.
Dalam kasus ini, seperti yang disampaikan Nasabah, transaksi pembelian saham yang terjadi adalah Rp 1,8 Miliar. Hal ini bisa terjadi karena nasabah memiliki portofolio atau aset lebih dari Rp 1 Miliar dan secara total sepanjang hampir 4 tahun sudah melakukan transaksi bernilai miliaran Rupiah. Karena itu, narasi yang menjadikan saldo Rp 1 juta sebagai dasar transaksi Rp 1,8 miliar adalah tidak tepat.
Sebagai platform, kami tidak memiliki hak menjual saham Nasabah sebagaimana yang Beliau minta di awal. Dalam aturan fasilitas pembayaran H+2, apabila pembayaran telah melebihi deadline, maka sistem akan melakukan force sell atau penjualan otomatis. Ini adalah sesuai dengan regulasi.
3). Terkait Bukti dan Validitas Transaksi
Ajaib Sekuritas memastikan bahwa seluruh transaksi di platform kami, termasuk transaksi senilai Rp1,8 miliar yang dilakukan nasabah, telah dilakukan melalui perangkat yang secara sistem terverifikasi sebagai trusted device milik nasabah.
Sistem kami secara digital mencatat setiap tindakan, termasuk klik pembelian dan konfirmasi, dengan timestamp dan ID perangkat. Data ini tidak dapat dimanipulasi atau dipalsukan, dan telah kami sampaikan kepada regulator sebagai bagian dari komitmen transparansi kami
Klaim bahwa Nasabah tidak melakukan transaksi Rp1,8 miliar tidak terbukti. Data terverifikasi ini berbicara sebaliknya.
4). Sistem Pembayaran H+2 di Ajaib Sangat Jelas dan berlapis
Dalam bertransaksi, kami memberikan pilihan pembayaran cash atau menggunakan fasilitas pembayaran H+2. Nasabah adalah pengendali utama untuk penggunaan fitur pembayaran H+2. Ada tombol yang membuat Nasabah bisa memilih tipe pembayaran antara Cash atau Fasilitas H+2
Ketika Nasabah bertransaksi dan saham yang mau dibeli nilainya melebihi jumlah saldo, terdapat notifikasi yang muncul di aplikasi dan terlihat jelas.
Sebelum transaksi dilakukan pun, Nasabah harus menekan tombol lagi
Seluruh proses ini juga selalu di bawah pengawasan ketat OJK. Bisa dilihat bahwa proses memanfaatkan fasilitas pembayaran H+2 ini sudah berlapis dan jelas
5). Isu Literasi sebagai Akar Permasalahan
Ajaib Sekuritas melihat bahwa tantangan utama dari permasalahan ini adalah minimnya edukasi dan literasi investasi serta pemahaman fitur di publik.
Kami melihat masih terdapat ruang perbaikan untuk komunikasi dan layanan konsumen, baik dari sisi tampilan aplikasi, penyampaian informasi risiko, maupun proses edukasi pengguna. Kami berkomitmen menjadikan pengalaman ini sebagai momentum untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dalam membangun pengalaman investasi terbaik.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk komitmen Ajaib Sekuritas untuk menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap nasabah serta industri secara keseluruhan.
Atas perhatian dan kerja sama rekan-rekan media, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Juliana, Direktur Utama PT Ajaib Sekuritas Asia
SIMAK JUGA: Geger Investor Ajaib Ditagih Rp1,8 Miliar dari Transaksi Saham Misterius, Sekuritas Angkat Bicara
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus.com lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan EduFulus.com, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: [email protected].


Leave a Reply