Tip, Kapan dan Cara Melakukan Rebalancing Portofolio

Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Rebalancing portofolio penting karena dalam praktiknya, nilai saham dan aset lain yang diinvestasikan investor bisa berkembang atau menyusut. Investor yang awalnya mengalokasikan seluruh portofolio saham dan aset lainnya ini sangat mungkin menyaksikan pergeseran tersebut.

Ibarat kamar yang berantakan setelah didatangi teman, tentunya Smart People perlu merapikannya kembali seperti sedia kala.

SIMAK JUGA: Investor Vs Spekulator, Ini Kata Benjamin Graham

Di sinilah peran “rebalancing” atau “mengatur kembali” portofolio begitu penting. Sebab kalau diabaikan, portofoliomu akan timpang dan nantinya akan kesusahan mengelolanya.

Apa Itu Rebalancing Portofolio?

Dalam praktiknya, nilai saham dan aset lain yang diinvestasikan oleh para investor dapat mengalami kenaikan atau penurunan. Investor yang awalnya mengalokasikan seluruh portofolio saham dan aset lainnya mungkin akan menyaksikan pergeseran nilai tersebut, seperti kamar yang berantakan setelah dikunjungi oleh teman. Oleh karena itu, penting bagi para investor cerdas untuk merapikan portofolio mereka kembali ke posisi semula.

Inilah sebabnya mengapa “rebalancing” atau “mengatur kembali” portofolio menjadi sangat penting. Jika tidak diperhatikan, portofolio dapat menjadi tidak seimbang, dan ini bisa menyulitkan para investor cerdas dalam mengelolanya.

Rebalancing portofolio adalah tindakan untuk mengembalikan porsi masing-masing jenis aset investasi, seperti saham, obligasi, deposito, dan lain-lain, ke alokasi awal yang telah ditentukan oleh investor saat memulai investasi. Namun, dalam proses rebalancing, tidak jarang investor mengubah alokasi awalnya karena beberapa faktor.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Rebalancing?

Waktu yang tepat untuk melakukan rebalancing adalah secara berkala, biasanya setiap enam bulan atau setahun sekali. Misalnya, jika dalam satu tahun target imbal hasil investasimu belum tercapai, mungkin ada masalah dalam alokasi dana pada produk yang tidak sesuai.

Di sisi lain, jika investasimu telah mencapai target pertumbuhan dalam periode tertentu, rebalancing juga diperlukan untuk memaksimalkan imbal hasil investasi. Intinya, penting bagi para investor untuk melakukan rebalancing portofolio, baik ketika mendapatkan keuntungan maupun mengalami kerugian.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*