Terlalu Banyak Diversifikasi Saham Bikin Rempong, Lha Idealnya Berapa Sih?

Diversifikasi Saham
Happy dengan Diversifikasi Saham (KalderaNews/Ist)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom – EduFulus.comDon’t put your eggs in one basket. Ungkapan ini tentu tidak asing lagi bagi mereka yang berkecimpung di sektor investasi. Apalagi, buat mereka yang biasa menekuni innvestasi di pasr modal. Istilah ini kerap didengar. Arti harfiah dari ungkapan ini yaitu jangan letakkan telur kamu dalam satu keranjang. Lha lalu apa maksudnya untuk konteks investasi?

Di ranah investasi ungkapan ini dimaksudkan agar investor tidak menempatkan semua dana (modal), duit atau uang yang dimilikinya dalam satu instrumen investasi saja. Kamu sebagai investor perlu yang namanya menempatkan duit yang dimiliki tidak hanya di salah satu instrumen.

Logikanya begini, jika semua telur ditaruh dalam satu keranjang dan keranjang itu jatuh maka seseorang berpotensi kehilangan semuanya. Pun kalau duit atau uang atau modal kamu itu ditempatkan atau dialokasikan di saham yang itu-itu saja maka ketika saham merugi maka kamu hanya bisa gigit jari. Berabe dah!

SIMAK JUGA: Saham Kamu Kena Suspensi? Begini Cara Jualnya

Beda ceritanya kalau seseorang menaruh telur-telur yang dimilikinya tidak hanya di satu keranjang. Ketika keranjang itu jatuh dan telur-telurnya pecah semua maka kami masih punya keranjang lain yang ada telur-telurmu yang masih utuh.

Begitu juga dengan duit atau uang yang kamu miliki jika tidak hanya ditaruh di saham tertentu maka ketika saham itu merugi (merah) kamu masih memiliki saham lain yang menghijau dengan begitu kerugiannya tidak bikin sakit hati.

Pakar ekonomi dari Amerika Serikat bernama Harry Markowitz menegaskan bahwa mengalokasikan dana investasi pada beberapa instrumen dapat menurunkan risiko investasi. Karena itulah, diversifikasi dalam investasi saham itu sangatlah penting.

Kerangka berpikir ekonomo tersohor dari Nageri Paman Sam itu tentu sejalan dengan ilustrasi logika kerugian sebelumnya. Jika terlur di keranjang yang satu hancur maka masih memilih terlur utuh yang lain yang ada di keranjang lainnya.

So, inti arti diversifikasi yaitu meletakkan dana ke beberapa saham. Ada pun diversifikasi ini dimaksudkan untuk meminimalisir risiko kerugian. Tentunya beda nasib jika investor tak hanya mengalokasikan dana yang dimilikinya hanya di satu saham.

Manakala terjadi penurunan harga pada salah satu saham yang dimiliki, kerugian bisa diminimalkan dengan keuntungan yang didapatkan dari saham yang lainnya.

SIMAK JUGA:Inilah Sekuritas Terbaik dan Terpercaya Berdasarkan Total Volume Trading Terbanyak

Tragisnya, tatkala kamu menempatkan dana yang dimiliki hanya pada salah satu saham yang ternyata merugi. Kerugian pun menjadi berlipat ganda.

Makanya penting bahwa keputusan untuk memulai investasi saham tak ada salahnya mulai memikirkan untuk tidak menempatkan seluruh dana yang dimiliki di saham miliki satu perusahaan saja.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*