Tahukah Kamu? Liquidity Provider (LP) Saham Bukan Hal Baru, Sudah Ada Kok di Produk Waran Terstruktur

Saham-saham yang masuk Papan FCA tanpa Bid-Offer mirip tebak-tebak judi togel
Saham-saham yang masuk Papan FCA tanpa Bid-Offer mirip tebak-tebak judi togel (EduFulus/GWK)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan aturan terkait Liquidity Provider (LP) untuk saham-saham yang terdaftar dalam papan pemantauan khusus.

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, Liquidity Provider saham ini diperkenalkan dengan tujuan meningkatkan likuiditas saham-saham yang cenderung kurang likuid hingga sedang.

Ia menyatakan bahwa kehadiran LP diharapkan dapat mengurangi selisih antara harga beli dan harga jual dari saham-saham tersebut, sehingga meningkatkan efisiensi transaksi bagi investor di Bursa.

SIMAK JUGA: Saham Masuk Papan FCA Nggak Ada Bid-Offer Mirip Judi Togel Main Tebak-Tebakan

LP saham akan diberi izin kepada anggota bursa efek (AB) yang memenuhi persyaratan dari BEI, termasuk kewajiban untuk memberikan kuotasi.

Persyaratan ini mencakup sistem, prosedur operasional standar (SOP), dan manajemen risiko yang ketat untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul.

BEI juga akan menetapkan standar minimal untuk volume transaksi, selisih harga maksimum, dan durasi kuotasi minimal yang harus dipatuhi oleh AB yang ingin menjadi LP.

Daftar saham yang dapat dikuotasi oleh LP akan ditentukan oleh BEI berdasarkan berbagai faktor seperti volume perdagangan, frekuensi transaksi, kapitalisasi pasar, selisih harga, jumlah saham yang beredar secara bebas, dan faktor fundamental lainnya.

SIMAK JUGA: Papan Pemantauan Khusus Resmi Diterapkan, Hancur! Saham Gocap Bisa Cuma Senilai 1 Perak

So, Liquidity Provider (LP) saham adalah entitas atau anggota bursa efek yang bertanggung jawab untuk meningkatkan likuiditas pasar saham dengan cara memberikan kuotasi beli dan jual secara kontinu untuk saham-saham tertentu.

Tujuan utama dari LP saham adalah untuk mengurangi selisih atau spread antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) dari saham-saham yang cenderung kurang likuid atau jarang diperdagangkan.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*