Seperti Ini Lho Perbedaan Investor Perempuan dan Laki-laki dalam Investasi Saham

Investor Laki-laki Vs Perempuan
Investor Laki-laki Vs Perempuan (EduFulus/Gwk)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Siapa bilang investasi saham itu hanya wilayahnya laki-laki? Siapa yang bilang pula kalau ibu rumah tangga biasa yang tidak memiliki gaji bulanan seperti wanita karier tidak bisa menambah penghasilan keluarga?

Di tengah rutinitas dan kesibukan merawat dan membesarkan anak-anak, mengantar mereka ke sekolah, mengurusi rumah dan keuangan keluarga, ibu-ibu rumah tangga juga memiliki peluang sangat besar mendapatkan penghasilan melalui nabung saham di pasar modal. Hanya sayangnya, tidak sedikit perempuan yang tidak sadar ini.

Banyak yang beranggapan investasi itu untuk para suami. Istri hanya sekadar menerima uang yang diberikan suami untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Salah besar kalau hanya sebatas ini cara berpikirnya.

SIMAK JUGA:8 Tips Cerdas Memilih Reksa Dana

Pakar keuangan sekaligus tokoh feminis modern Amerika Serikat, Michelle Kennedy Hogan, dalam artikelnya berjudul “Why is it important that women invest in the stock market?”mengemukakan kalau perempuan, teristimewa para ibu rumah tangga dan wanita karier, yang punya idle money merupakan kekuatan sosial yang sangat ideal untuk dilibatkan dalam kegiatan investasi di pasar modal karena beberapa alasan.

Idle money atau uang nganggur di kalangan para ibu rumah tangga pun sebenarnya mudah didapatkan. Tanpa disadari, sebenarnya banyak peluang dari anggaran bulanan yang dapat digunakan untuk nabung saham.

Para ibu rumah tangga tentu sering mendapatkan sisa uang belanja bulanan atau sisa anggaran lainnya. Bayangkan, jika uang kembalian belanja yang besarnya Rp5.000 atau Rp 10 ribu dikumpulkan, tanpa terasa akan jadi banyak. Dikit-dikit lama-lama menjadi bukit.

SIMAK JUGA:Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini

Oleh sebab itu, pertama-tama yang wajib dicamkan bahwa mindset nabung saham itu mahal kudu dibuah jauh-jauh. Saat ini nabung saham makin terjangkau dengan modal cekak.

Di Indonesia keterlibatan ibu-ibu rumah tangga untuk nabung saham di pasar modal memang belum signifikan dibanding di beberapa negara tetangga. Tengok saja, masyarakat dunia pernah dibuat tercengang dengan ibu rumah tangga di Jepang dan China yang tekun dan cermat memantau perkembangan bursa. Pemandangan serupa masih sulit dilihat di Indonesia karena anggapan investasi saham itu untuk para suami saja.

Pada 2001 lalu saja, sekitar 60 persen pelaku nabung saham di Shanghai kaum wanita, terutama ibu-ibu rumah tangga. Ternyata, saat suami pergi bekerja, mereka pergi ke berbagai galeri saham untuk memantau perkembangan harga saham dan bertransaksi jual-beli saham untuk menambah penghasilan keluarga. Uniknya, partisipasi ibu rumah tangga yang terjun ke nabung saham marak di Hong Kong dan Singapura ini, tetapi belum marak di Indonesia.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*