Saham Masuk Papan FCA Nggak Ada Bid-Offer Mirip Judi Togel Main Tebak-Tebakan

Saham-saham yang masuk Papan FCA tanpa Bid-Offer mirip tebak-tebak judi togel
Saham-saham yang masuk Papan FCA tanpa Bid-Offer mirip tebak-tebak judi togel (EduFulus/GWK)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Mekanisme perdagangan yang menggunakan skema Full Call Auction (FCA) hingga kini masih mengundang protes dari pelaku pasar.

Ada yang menilai saham yang masuk ke dalam papan full auction tidak akan memiliki bid offer. Kondisinya gelap dan kosong. Tiba-tiba saja akan ada penutupan acak dan harga akan terbentuk.

Situasi ini sangat mirip dengan perjudian togel, di mana orang-orang menebak-nebak angka mana yang akan naik.

SIMAK JUGA: Papan Pemantauan Khusus Resmi Diterapkan, Hancur! Saham Gocap Bisa Cuma Senilai 1 Perak

Berikut rincian poin-poin penting perubahan FCA:

  1. Harga rata-rata saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51,00. Sebelumnya: Harga rata-rata saham di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51,00; dan Dalam kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai kurang dari Rp5.000.000 (lima juta rupiah) dan volume kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) selama 3 bulan terakhir. (Berubah)
  2. Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer). Sebelumnya: Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer). (Tetap)
  3. Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya. Sebelumnya: Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya. (Tetap)
  4. Perusahaan Tercatat yang merupakan perusahaan tambang minerba atau atau induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh pendapatan dari core business hingga tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa. Sebelumnya: Perusahaan Tercatat yang merupakan perusahaan tambang minerba atau atau induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh pendapatan dari core business hingga tahun buku ke-4 (keempat) sejak tercata di Bursa. (Berubah)
  5. Memiliki ekuitas negatif pada laporan Keuangan terakhir. Sebelumnya: Memiliki ekuitas negatif pada laporan Keuangan terakhir. (Tetap)
  6. Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait Saham Free float). Sebelumnya: Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait Saham Free float), kecuali ketentuan jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 (lima puluh juta) untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan, dan diatas 5% dari jumlah saham tercatat untuk Papan Utama, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi. (Berubah)
  7. Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) saham selama 6 (enam) bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction. Sebelumnya: Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) saham selama 3 (tiga) bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction. (Berubah)
  8. Perusahaan Tercatat dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. Sebelumnya: Perusahaan Tercatat dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. (Tetap)
  9. Anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material terhadap Perusahaan Tercatat, dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. Sebelumnya: Anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material terhadap Perusahaan Tercatat, dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. (Tetap)
  10. Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Sebelumnya: Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. (Tetap)
  11. Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan. Sebelumnya: Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan. (Tetap).

Sejauh ini sudah muncul protes terhadap skema Full Periodic Call Auction (FCA). Terbaru, investor membuat petisi meminta Bursa Efek Indonesia untuk menghapus aturan tersebut.

FCA ini bisa menyebabkan harga saham turun hingga Rp 1. Penerapan Full Call Auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia sangat merugikan investor. Sistem ini dapat menyebabkan volatilitas yang tinggi dan penurunan drastis ARB-ARB berhari-hari pada harga saham, yang mengakibatkan kerugian besar bagi para investor.

SIMAK JUGA: Kamu Punya Saham Gocap? Duh, Bisa Jadi Rp1 Lho, Lalu Jualnya Gimana?

Melalui laman Change.org, terpantau sudah ada 16.200 orang yang menandatangani petisi untuk menghapuskan peraturan papan FCA per Jumat, 21 Juni 2024. Dalam keterangannya, investor memprotes agar fitur bid and offer di FCA bisa ditampilkan.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*