Perbedaan Saham Blue Chips Vs Second Layer, Pilih yang Mana?

Jangan Lupa Bagikan!

The Path to Financial Freedom, EduFulus.com – Dalam dunia pasar modal Indonesia, investor dihadapkan pada pilihan saham yang beragam di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ada saham “blue chips” yang dijuluki sebagai saham perusahaan besar dan stabil, serta saham “second layer” yang mewakili perusahaan yang masih tumbuh dan berkembang.

Saham Blue Chips

Saham “blue chips” adalah saham perusahaan besar yang tercatat dalam indeks saham LQ 45, menandakan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar. Harga saham yang tinggi mencerminkan stabilitas dan pertumbuhan yang lebih terkendali.

Meskipun return-nya mungkin tidak sebesar perusahaan yang masih tumbuh, saham ini cocok untuk investasi jangka panjang yang mengutamakan stabilitas.

SIMAK JUGA: 10 Tip Mengevaluasi Portofolio Saham di Awal Tahun

Investor tidak hanya dapat meraih capital gain dari kenaikan harga saham, tetapi juga dapat menikmati dividen saham yang dibagikan setiap tahun.

Beberapa contoh saham blue chips yang tergabung dalam kelompok LQ 45 termasuk PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Saham Second Layer

Saham “second layer” mewakili perusahaan yang masih tumbuh dan berekspansi. Meskipun harganya lebih terjangkau, potensi pertumbuhan yang lebih tinggi seringkali disertai dengan risiko yang lebih besar.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*