Mengenal 10 Jenis Reksa Dana Syariah

Investor Syariah
Investor Syariah (EduFulus/Ist)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investasi reksa dana syariah terus menunjukkan pertumbuhannya. Indonesia dengan mayoritas warganya beragama Islam mulai menyadari manfaat investasi reksa dana syariah.

Tercatat dalam tiga tahun terakhir dana kelolaan reksa dana syariah meningkat tiga kali lipat. Kalau pada 2016 masih sebesar Rp.11 triliun, per 9 Mei 2019 lalu telah menjadi Rp.35 triliun.

Produk reksa dana menunjukkan gairah pertumbuhannya karena ketentuan dan prinsip syariah Islamnya. Jenis reksa dananya pun kian bertumbuh. Kalau dulu varian reksa dana syariah masih sebatas pada reksa dana konvensional yang sejalan dengan ketentuan dan prinsip syariat Islam, seiring dengan bergulirnya waktu jenis reksa dana syariah terus bertambah.

SIMAK JUGA: Seluk Beluk Prinsip Islam di Pasar Modal Syariah

Nah, berdasarkan portfolio aset yang menjadi obyek investasinya, reksa dana syariah dikelompokkan dalam beberapa jenis berikut ini:

1). Reksa Dana Syariah Pasar Uang

Portfolio reksa dana syariah pasar uang ini berbentuk efek syariah pasar uang. Artinya, manajer investasi menginvestasikan dana kelolaan ke dalam efek syariah pasar uang, seperti Surat Pembendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan deposito di bank. Karena itu, investasi di reksa dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun.

2). Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap

Portfolio aset reksa dana syariah pendapatan tetap ini paling sedikit 80% nya ditempatkan ke dalam bentuk efek syariah yang memberikan pendapatan tetap (obligasi). Risiko reksa dana ini lebih besar dan imbal hasilnya juga lebih besar dibandingkan reksa dana syariah pasar uang. Oleh sebab itu, reksa dana ini cocok untuk investor konservatif.

3). Reksa Dana Syariah Saham

Portfolio aset reksa dana syariah saham ini paling sedikit 80%nya ditempatkan ke dalam bentuk efek syariah yang bersifat ekuitas. Reksa dana ini mengalokasikan mayoritas dana dari pemilik modal ke dalam aset saham syariah. Meski risiko reksa dana ini tinggi, tetapi imbal hasilnya juga paling tinggi.

4). Reksa Dana Syariah Campuran

Portfolio reksa dana syariah campuran ini terdiri atas komposisi antara saham syariah, efek syariah pendapatan tetap dan efek syariah pasar uang. Dalam hal ini Manajer Investasi (MI) boleh menempatkan sebanyak 79% dari Nilai Aktiva Bersih ke dalam salah satu dari ketiga pilihan investasi tersebut.

5). Reksa Dana Syariah Terproteksi




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*