Kenali Pendekatan Top Down dan Bottom Up dalam Pemilihan Saham

Memantau pergerakan saham (EduFulus/Ist)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Saat ini perusahaan tercatat di BEI sudah lebih dari 873 emiten (per Juli 2023). Jumlah yang tidak sedikit. Memilih saham yang terbaik untuk dimasukkan ke keranjang investasi menjadi pekerjaan yang tidak mudah.

Guna memudahkan pemilihan, tak mengherankan dalam lingkup investasi saham dikenal 2 pendekatan. Kedua pendekatan ini patut diketahui para investor di tengah kemudahan investasi saham yang sudah serba online berbasis aplikasi dan terjangkau saat ini.

Kedua pendekatan yang wajib dipahami tersebut adalah pendekatan top down dan bottom up.

Harus diakui, baik pendekatan top down maupun bottom up ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yakni menemukan saham-saham unggulan yang layak untuk dimasukkan ke dalam keranjang investasi.

SIMAK JUGA: Inilah 20 Saham Terburuk (Top Losers) Sepanjang 2022

Baik top down maupun bottom up bertujuan untuk menemukan keselarasan antara makro ekonomi dan mikro ekonomi. Hal ini dilakukan untuk memperkecil risiko investasi atau trading.

Dari asal katanya top down maka dapat dengan mudah diartikan dari atas ke bawah. Artinya, pendekatan ini berupa analisis dari makro ke mikro.

Dengan pendekatan ini situasi ekonomi global dan domestik lebih dulu dinilai sebelum menentukan sektor apa yang bakalan memiliki prospek lebih cerah ketimbang sektor lainnya.

Dengan kata lain maka kerangka berpikirnya berangkat dari makro ekonomi secara keseluruhan baru kemudian mengerucut ke analisis sektor atau industri, sebelum akhirnya bermuara pada analisis emiten atau saham.

Makro ekonomi ini menelisik kondisi negara-negara maju (developed countries) maupun negara-negara berkembang (emerging countries), salah satunya dengan melihat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) selama beberapa tahun terakhir dan memperkirakan angka pertumbuhan di masa depan.

SIMAK JUGA: 3 Tip Bijak dan Tepat Saat Saham Sedang Downtrend

Bukan rahasia lagi, negara-negara berkembang justru memiliki angka pertumbuhan PDB yang jauh lebih baik daripada negara-negara maju.

Selain indikator makro tersebut, perlu pula analisis geopolitik yang biasanya juga bisa mengubah tatanan perekonomian negara-negara tertentu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*