Inilah 6 Jenis Produk Syariah di Pasar Modal Indonesia

Investasi Syariah di Pasar Modal
Investasi Syariah di Pasar Modal (KalderaNews/Ist)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com –Investasi di pasar modal Indonesia menunjukkan tanda-tanda geliatnya pada masa pandemi Covid-19. Investor newbie dari kalangan milenial berbondong-bondong menikmati investasi saham. Ada banyak faktor yang memengaruhi milenial masuk dan menikmati pasar saham.

Ada yang hanya ikut-ikutan, namun tidak sedikit pula yang memang sadar dan ingin memulai investasi saham sejak dini. Namun, seiring berjalannya waktu tidak sedikit pula investor yang ingin menikmati produk pasar modal berbasis syariah.

SIMAK JUGA: Seluk Beluk Prinsip Islam di Pasar Modal Syariah

Hal demikian penting karena hidup yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam memang menjadi dambaan investor Muslim. Nah, sebagai referensi biar pandangannya lebih luas, ada baiknya investor newbie di pasar modal mengenal produk-produk investasi di pasar modal yang berbasis syariah.

1). Saham Syariah

Saham syariah tentu ada di posisi pertama sebagai produk syariah di pasar modal yang gampang diingat. Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Ada 2 jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia, yakni saham yang memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah dan saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK no. 17/POJK.04/2015.

Kriteria saham-saham (emiten) syariah secara umum yakni tidak terkait dengan perjudian dan permainan yang tergolong judi. Sementara itu dalam kaitan dengan perdagangan tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa dan perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.

Terkait dengan jasa keuangan maka yang tidak syariah itu seperti bank berbasis bunga dan perusahaan pembiayaan berbasis bunga. Yang tidak termasuk syariah lainnya yakni terkait dengan jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir) seperti asuransi konvensional.

SIMAK JUGA:Mengenal 10 Jenis Reksa Dana Syariah

Emiten lain yang tidak syariah yakni memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) yang ditetapkan oleh DSN MUI dan barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat serta melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

Selain itu, emiten yang memenuhi rasio-rasio keuangan dnegan total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% (empat puluh lima per seratus) atau total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus).

2). Sukuk

Sukuk adalah surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan aset oleh investor lewat penerbitan surat utang dengan berbasiskan syariah. Pada dasatnya, sukuk bisa diterbitkan oleh negara, perusahaan BUMN maupun swasta.

Berdasarkan penerbitnya, sukuk terdiri dari dua jenis yakni sukuk negara (sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan sukuk korporasi (sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan, baik perusahaan swasta maupun Badan Umum Milik Negara (BUMN), berdasarkan peraturan OJK No. 18/POJK.04/2005 tentang penerbitan dan persyaratan sukuk).

Prinsip syariah dalam sukuk korporasi ini mencakup aset berwujud tertentu (a’yan maujudat), nilai manfaat atas aset berwujud (manafiul a’yan) tertentu baik yang sudah ada maupun yang akan ada, jasa (al khadamat) yang sudah ada maupun yang akan ada, aset proyek tertentu (maujudat masyru’ mu’ayyan) dan kegiatan investasi yang telah ditentukan (nasyath ististmarin khashah).

3). Reksa Dana Syariah




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*