Apa Itu Trading Halt? Corona (Covid-19) Bikin Rontok IHSG dan Harga Saham di 2020

Harga-harga saham saat trading halt karena covid-19 (Corona) 2020
Harga-harga saham saat trading halt karena covid-19 (Corona) 2020 (EduFulus/GWK)
Jangan Lupa Bagikan!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejarah baru. Pada Kamis sore, 12 Maret 2020 BEI memutuskan melakukan penghentian sementara (trading halt) perdagangan saham. Penghentian ini dilakukan agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak makin tenggelam.

Keputusan ekstrem serupa dilakukan pada 8 Oktober 2008 silam atau pada 11 tahun lalu dengan konteks dan situasi yang berbeda. Pada 2008 silam IHSG dan indeks saham dunia anjlok karena krisis ekonomi di Amerika Serikat yang berimbas ke seluruh dunia.

Saat itu, IHSG sudah jatuh lebih dari 10%, bahkan sebelum perdagangan sesi pagi ditutup. Sedangkan sepanjang tahun berjalan (year to date), IHSG jatuh hampir 50%. BEI kemudian menghentikan perdagangan sepanjang hari.

SIMAK JUGA: Yuk, Kenali Bencana Keuangan di Masa Depan Ini

Pada 2020 ini trading halt merupakan salah satu bagian dari protokol bursa untuk menahan agar indeks bursa saham tanah air tidak anjlok lebih dalam. BEI menggunakan dua istilah yaitu trading halt dan trading suspend.

Trading halt yaitu pembekuan sementara perdagangan dengan kondisi seluruh pesanan yang belum teralokasi (open order) akan tetap berada dalam sistem perdagangan efek otomatis JATS dan dapat ditarik oleh Anggota Bursa.

Sedangkan trading suspend yaitu penghentian seluruh perdagangan dengan kondisi seluruh pesanan yang belum teralokasi ditarik secara otomatis oleh JATS. Dua kebijakan ini disiapkan untuk kondisi darurat.

Kondisi darurat yang dimaksud bukan hanya kepanikan pasar yang menyebabkan penurunan sangat tajam IHSG. Kondisi darurat lainnya yaitu:

  • Bencana, gangguan keamanan, sosial, dan politik
  • Permasalahan teknis pada JATS dan atau sistem remote trading
  • Permasalahan teknis pada sistem kliring dan penjaminan KPEI atau sistem sistem penyimpanan dan penyelesaian KSEI
  • Gangguan infrastruktur sosial seperti jaringan listrik, telekomunikasi, dan transportasi.

Trading halt selama 30 menit pada Kamis, 12 Maret 2020 itu karena penurunan sangat tajam IHSG, yaitu 5,01%. Sesuai ketentuan baru, Bursa melakukan tindakan berupa trading halt selama 30 menit bila terjadi penurunan lebih dari 5% dalam satu hari bursa yang sama. Lalu, trading halt selama 30 menit lagi bila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10%.

SIMAK JUGA: Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya

Kemudian, trading suspend dilakukan bila IHSG mengalami penurunan lanjutan lebih dari 15%. Trading suspend dilakukan sampai akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sebelumnya, trading halt baru bisa dilakukan bisa IHSG jatuh lebih dari 10%, kemudian dilanjutkan dengan trading suspend bila kejatuhan berlanjut menjadi lebih dari 15%, namun pada kebijakan yang baru trading halt dilakukan karena perekonomian sedang mengalami perlambatan baik regional maupun nasional yang antara lain disebabkan oleh meluasnya penyebaran wabah COVID-19 serta pelemahan harga minyak dunia.

Trading halt yang baru, PT Bursa Efek Indonesia diperintahkan untuk melakukan trading halt selama 30 menit dalam hal IHSG mengalami penurunan mencapai 5%” (lima per seratus). Bila IHSG mengalami penurunan mencapai 10% (sepuluh per seratus) dan mencapai lebih dari 15% (lima belas, per seratus) maka ketentuan kondisi darurat diberlakukan

Seperti apa isi perintah trading halt yang terbaru tersebut dari OJK? Berikut ini isi surat resmi tersebut:

Inilah Isi Lengkap Surat Edaran Trading Halt BEI 2020

Nomor : S-274/PM.21/2020, 10 Maret 2020
Perihal : Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*